}); March 2019 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Motif Pembunuhan Calon Pendeta Wanita di Sumsel Karena Sakit Hati

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 March 2019 | 21:18

Tersangka Nang (kiri) bersama Hendri (kanan) saat dihadirkan di Mapolda Sumsel (Urban Id)
Pelaku Terancam Hukuman Mati

Sumsel, BS-Kasus pembunuhan terhadap Melindawati Zidemi (24 tahun), calon pendeta (Vikaris) wanita di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya terkuak. Pelaku ternyata sudah merencanakan aksi tersebut satu minggu sebelumnya.

Tersangka Nang (20) mengakui, dirinya memang memendam rasa cinta kepada korban sejak lama. Tersangka yang sudah delapan bulan bekerja di perkebunan tersebut sering melihat korban saat belanja ke pasar.

Namun, satu pekan sebelum kejadian, antara tersangka dan korban sempat terjadi cekcok mulut, yang menyebabkan tersangka sakit hati dan dendam, hingga nekat membunuhnya.

"Korban sempat mengatakan kalau saya ini jelek. Saya memang suka sama dia (korban) tapi saya tidak pernah mengungkapkannya," katanya di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Merasa sakit hati karena ucapan korban, Nang, kemudian mengajak tersangka lainnya, yakni Hendrik (18), untuk mengadang korban. Waktu yang dipilih adalah saat korban keluar untuk pergi ke pasar bersama korban lain, NP (9), yang sekaligus satu-satunya saksi hidup dalam kejadian ini.

Untuk melancarkan aksinya, keduanya bahkan sudah mempersiapkan balok kayu untuk memukul korban, karet ban dalam untuk mengikat tangan dan kaki korban, serta sarung untuk menutupi wajah mereka.

Nang melanjutkan, awalnya, tersangka Hendrik terlebih dahulu mengikat dan mencekik korban NP hingga pingsan. Setelah itu, mereka melancarkan aksinya kepada korban Melindawati.

"Akan tetapi, saat akan diperkosa, ternyata dia (korban) sedang menstruasi. Sehingga hanya kami cabuli saja," katanya.

Saat pelaku melancarkan aksinya, korban sempat meronta hingga menyebabkan sarung penutup dan wajah mereka terbuka. Saat itu pula, dirinya langsung mencekik leher korban hingga tewas. Usai melakukan aksinya, kedua tersangka membuang jenazah korban di semak-semak perkebunan sawit.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnian Adinegara, mengatakan ada kesalahan hasil pemeriksaan forensik terhadap tubuh korban, yakni satu cairan yang dikira adalah sperma, ternyata bukan.

"Setelah dicek ternyata bukan sperma. Korban ternyata hanya dicabuli oleh pelaku," kata Zulkarnain.

Menurut Kapolda, kedua pelaku akan dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Meski demikian, pihaknya berharap agar pengadilan dapat memberikan hukuman maksimal terhadap kedua tersangka.

Terancam Hukuman Mati
Pelaku pembunuhan calon pendeta wanita di Sumsel, Nang dan Hendrik (Foto: urban Id)

Setelah ditangkap oleh petugas kepolisian, kedua pembunuh Melindawati Zidemi (24), seorang calon pendeta wanita di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), kini terancam hukuman mati.

Kapolda Sumsel, Irjen Polisi Zulkarnain Adinegara, mengatakan kasus pembunuhan tersebut berhasil diungkap kurang dari 48 jam, usai keduanya menghabisi korban di area kebun sawit di Desa Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Senin (25/3/2019).

Terbongkarnya kasus ini bermula saat tim gabungan dari Polres OKI dan Polda Sumsel mulai melakukan penyelidikan terhadap temuan ban karet dan memeriksa sejumlah saksi secara intensif.

"Awalnya ada empat orang yang diamankan petugas. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut melalui tes DNA berdasarkan air liur, darah korban, serta sejumlah sidik jari, maka akhirnya dua yang ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini juga sesuai dengan keterangan dari saksi kunci bahwa ada dua orang pelaku," katanya di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Setelah itu, polisi kembali mendalami pemeriksaan terhadap tersangka Nang (20) dan Hendrik (18), hingga akhirnya polisi berhasil menemukan tas dan ponsel milik korban yang disembunyikan oleh pelaku di semak-semak perkebunan sawit tersebut.

"Kedua pelaku sendiri yang menunjukkan lokasinya, selain itu juga ditemukan sejumlah bekas belanjaan korban yang disimpan di belakang tempat tinggal pelaku," katanya.

Kapolda memastikan, korban tidak mengalami pemerkosaan. Ini terbukti dari tidak ditemukannya sperma, baik itu di kain maupun tubuh korban. "Hanya di bagian vital korban terdapat sedikit kerusakan karena tindakan pencabulan yang dilakukan pelaku. Ini hasil dari dokter forensik RS Bhayangkara," katanya.
Melindawati Zidemi.
Menurutnya, pelaku menyimpan dendam kepada korban yang membuat kedua pelaku berencana untuk menghabisi nyawa korban. Ini juga terlihat dari temuan sebuah kayu balok yang telah disiapkan oleh para pelaku. "Keduanya bersikap kooperatif meski tetap berupaya melarikan diri saat hendak ditangkap," katanya.

Bahkan, kedua pelaku tanpa rasa bersalah juga sempat ikut warga saat melakukan pencarian terhadap korban di area perkebunan sawit tersebut. Kapolda menambahkan, kedua pelaku bisa dijerat pasal berlapis mulai pasar 338 dan pasal 340 KUHP. "Maksimalnya hukuman mati," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Umum Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII), Trisno Kurniadi, mengucapkan terima kasih atas respons cepat yang dilakukan pihak kepolisian, sehingga para pelaku dapat ditemukan. "Apresiasi tak terhingga kita sampaikan. Tentu harapan kita, kedua pelaku ini dihukum seberat-beratnya," katanya.(*)

Sumber: Kumparan
 

KPK Tahan Bowo Sidik Pangarso

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 March 2019 | 09:01

Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 28 Maret 2019. ( Foto: ANTARA )
Bowo Sidik Pangarso ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK, Jakarta.

Jakarta, BS- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, Kamis (28/3/2019) malam. Bowo yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (28/3/2019) dinihari dijebloskan ke sel tahanan setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia terkait distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Bowo keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Bowo terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan diborgol. Dikawal sejumlah petugas KPK, Bowo berjalan menunduk menuju mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II itu pun tidak menggubris berbagai pertanyaan awak media. Mantan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I DPP Partai Golkar itu terus berjalan menerobos kerumunan awak media dan masuk ke mobil tahanan.

Sebelum Bowo, anak buahnya yang juga staf PT Inersia, Indung Karyawan keluar dari ruang pemeriksaan KPK. Sama seperti Bowo, Indung memilih bungkam dicecar pertanyaan oleh awak media.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Bowo dan Indung ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK, Jakarta.
"Ditahan untuk 20 hari pertama," kata Febri saat dikonfirmasi.

Sementara Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti yang menjadi tersangka pemberi suap dijebloskan KPK ke Rutan Pondok Bambu. Seperti halnya Bowo dan Indung, Asty bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari.
"AWI (Asty Winasti) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Pondok Bambu," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) dinihari.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Dengan bantuannya tersebut, Bowo meminta komitmen fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Untuk merealisasikan komitmen fee ini, Asty memberikan uang sebesar Rp 89,4 juta kepada Bowo melalui Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (27/3/2019). Setelah proses transaksi, tim KPK membekuk keduanya.

Suap ini bukan yang pertama diterima Bowo dari pihak PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebelumnya, Bowo sudah menerima sekitar Rp 221 juta dan US$ 85.130 dalam enam kali pemberian di berbagai tempat, seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT Humpuss Transportasi Kimia. Uang yang diterima tersebut telah diubah menjadi pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Selain dari Humpuss, KPK menduga Bowo juga menerima suap atau gratifikasi dari pihak lain. Saat OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang sekitar Rp 8 miliar. Uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu dimasukkan dalam 400 ribu amplop dengan 84 kardus.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Bowo dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

Sumber: Suara Pembaruan
 

Siapkan Rp 8 M untuk "Serangan Fajar", Bowo Sidik Miliki Aset Rp 10,4 M

Uang Rp 8 miliar dengan pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000 tersebut telah dimasukkan dalam 400.000 amplop untuk serangan fajar pada hari pencoblosan Pemilu 2019.

Jakarta, BS- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk. Bowo melalui anak buahnya bernama Indung diduga menerima suap sekitar Rp 310 juta dan US$ 85.130 dari Manajer Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti.

Tidak hanya dari Humpuss, Bowo juga diduga menerima suap atau gratifikasi dari pihak lain dengan total penerimaan sekitar Rp 8 miliar. Diduga suap dan gratifikasi itu dikumpulkan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II tersebut untuk 'serangan fajar' saat hari pencoblosan Pemilu 2019. Uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu telah dimasukkan dalam 400.000 amplop dengan 84 kardus.

Padahal, Bowo mengklaim hanya memiliki harta sekitar Rp 10,4 miliar. Jumlah tersebut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetorkan Bowo kepada KPK.

Bowo terakhir melaporkan harta kekayaannya kepada KPK pada 2017. Dalam LHKPN yang dilihat melalui laman KPK, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar tersebut memiliki dua bidang tanah di wilayah Jakarta Selatan dan Kota Semarang, Jawa Tengah dengan total senilai Rp 10,5 miliar.

Selain itu, Bowo juga memiliki dua unit mobil, yakni Toyota Vellfire dan Toyota Prado senilai Rp 750 juta. Tak hanya itu, Bowo juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 766,2 juga. Secara total aset milik Bowo mencapai Rp 12,01 miliar. Namun, dalam LHKPN tersebut pemilik PT Inersia itu menyatakan memiliki utang sebesar Rp 1,5 miliar. Dengan demikian kekayaan bersih Bowo sejumlah Rp 10,4 miliar.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) dinihari.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT HTK (Humpuss Transportasi Kimia). Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT HTK yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Atas bantuannya tersebut, Bowo meminta komitmen fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Untuk merealisasikan komitmen fee ini, Asty memberikan uang sebesar Rp 89,4 juta kepada Bowo melalui Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung Granadi, Rabu (27/3/2019). Setelah proses transaksi, tim KPK membekuk keduanya.

Suap ini bukan yang pertama diterima Bowo dari pihak PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebelumnya, Bowo sudah menerima sekitar Rp 221 juta dan US$ 85.130 dalam enam kali pemberian di berbagai tempat, seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT Humpuss Transportasi Kimia. Uang yang diterima tersebut diduga telah diubah menjadi pecahan Rp 50.000 dan Rp 20.000 sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Selain dari Humpuss, KPK menduga Bowo juga menerima uang dari pihak lain. Saat OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang sekitar Rp 8 miliar yang disimpan dalam 84 kardus.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Bowo dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.(*)

Sumber: Suara Pembaruan
 

Ini Motif Pelaku Pemerkosa dan Pembunuh Calon Pendeta Melinda Zidemi

Foto Semasa Hidup Melinda Zidemi korban Pembunuhan dan Pemerkosaan di Sungai Baung OKI 


OKI, BS- Tim gabungan polres OKI dan Polda Sumsel berhasil mengamankan dua orang buronan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Melinda Zidemi, pendeta di Sungai Baung, Sumatera Selatan (Sumsel). Dua tersangka diamankan dan dibawa dari Desa Air Sugihan.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres OKI, AKBP Doni Eka Saputra saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019). "Iya benar dua tersangka sudah diamankan sejak kemarin, Rabu (27/3). Besok Jumat (29/3) akan dirilis oleh Kapolda langsung," jelasnya.
Kasus pembunuhan terhadap calon pendeta cantik Melinda Zidemi (24) terus diselidiki Polres OKI dan Polda Sumsel dengan mengerahkan tim gabungan.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra meninjau ke tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Melinda Zidemi (24) di areal PT PSM Divisi III Blok F19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).


Kedua pelaku, merupakan warga setempat. Kedua pelaku, ditangkap di Kecamatan Air Sugihan OKI, Kamis (28/3/2019). "Motif awal dendam. Sementara baru itu," katanya.


Pelaku Pembunuhan Melinda Zidemi (Tribunsumsel.com)


Hasil Otopsi
 
Kasus pembunuhan terhadap calon pendeta cantik Melinda Zidemi (24) terus diselidiki Polres OKI dan Polda Sumsel dengan mengerahkan tim gabungan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menuturkan, kasus ini menjadi atensi yang langsung diperintahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada Reskrim Polres OKI dan Polda Sumsel.


"Dari hasil visum yang dilakukan, korban tewas karena dicekik. Sebab di leher korban terdapat luka memar bekas cekikan. Selain itu, lidah korban patah, hingga korban susah untuk bernafas," ujarnya, Rabu (27/3/2019).


Selain itu, ditemukan bukti adanya bekas sperma di sekitar area kewanitaan korban. Hal ini memastikan, bila sebelum dibunuh korban terlebih dahulu diperkosa para pelaku. "Di tubuh korban terdapat sperma laki-laki (pelaku, red). Ini diduga kuat, bila korban memang diperkosa para pelaku," jelasnya.

Sebelumnya, pendeta muda Melinda Zidemi (24) ditemukan tewas di areal PT PSM Divisi 3 Blok F19 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (26/3/2019) lalu.

Saat ini jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut).

Sementara pihak kepolisian baik dari Polsek Air Sugihan, Polres OKI dan Polda Sumsel bekerjasama terus menyelidiki kasus calon pendeta muda tersebut.

Pantauan TribunSumsel.com di kediaman korban, polisi tampak melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi atau tetangga korban.

Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban saat dihadang kedua tersangka. "Hari ini kita lakukan penyelidikan di rumah korban. Kita minta keterangan para tetangga, kita gali informasi sedetil mungkin untuk tindak lanjut kasus ini," ujar Kanit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Junaidi saat ditemui di mess korban, Rabu (27/3/2019).

Di lokasi lain di area Divisi 3 tempat korban ditemukan tewas merupakan area perkebunannya kelapa sawit. Menurut warga setempat, permukaan jalan berbatu berubah menjadi jalan berkubang di musim hujan. Warga setempat pun mengaku belum pernah menjamah area Divisi 3 tempat mayat korban ditemukan.

"Lokasi penemuan mayat itu jauh sekali masuk ke perkebunan sawit kira-kira 300 meter," ujar Pijaro, warga pemukiman Divisi 4 kepada TribunSumsel.com, Rabu (27/3/2019). Ia dan warga lainnya mengaku takut masuk ke dalam perkebunan karena alasan keamanan.

"Ngeri sekali kalau masuk ke perkebunan (sawit) karena pasti tidak aman," ujar pemuda tersebut. Menurut Pijaro, ia dan warga pemukiman Divisi 4 turut melakukan pencarian begitu korban dikabarkan hilang pada Senin (25/3/2019) lalu.
Namun mayat korban ditemukan keesokan harinya di perkebunan kelapa sawit di area Divisi 3. "Saya ikut mencari korban. Waktu mayat ditemukan, motornya juga ada ditemukan warga di semak-semak," ucapnya. Melinda Zidemi, pendeta Muda asal Nias Sumatera Utara dibunuh dan diperkosa di Sungai Baung OKI.
Rabu (27/3), Tribunsumsel.com mendatangi mess tempat tinggalnya di Divisi 4 Dusun Sungai Baung, Desa Bukti Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Menuju Desa Sungai Baung harus menempuh 2 jam perjalanan dari kota Palembang menggunakan speed boat lewat jalur Sungai Musi.

Dengan jarak 3 kilometer dari Dermaga Sungai Baung, masyarakat biasanya mengakses antar kedua tempat menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Sepanjang jalan menuju area Divisi 4, penanda didominasi perkebunan kelapa sawit.

Menurut warga setempat, permukaan jalan berbatu berubah menjadi jalan berkubang di musim hujan. Tiba di mess tempat kediaman korban di Divisi 4, tampak tiga blok bangunan mess yang masing-masing terdiri dari 5 pintu.

Mess cukup sederhana semi permanen.

Saat Tribunsumsel.com tiba, polisi tampak melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi atau tetangga korban. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban saat dihadang kedua tersangka.

"Hari ini kita lakukan penyelidikan di rumah korban. Kita minta keterangan para tetangga, kita gali informasi sedetil mungkin untuk tindak lanjut kasus ini," ujar Kanit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Junaidi saat ditemui di mess korban, Rabu (27/3/2019).

Pihak kepolisian pun tidak mengizinkan wartawan mengambil foto bagian dalam mess korban."Nanti saja ya (ambil foto) setelah ada keterangan dari Kapolres (OKI). Sekarang kita masih minta keterangan saksi," kata Kompol Junaidi. Pintu mess pun lalu dikunci warga dengan cara dipaku dan direkatkan dengan kayu.

Sebelumnya, Jenazah pendeta muda cantik Melinda Zidemi dibawa ke kampung halamannya Nias Sumtera Utara, Rabu (27/3) pagi.
Sebelum dibawa ke kampung halamanya di Nias, Melinda Zidemi yang dibunuh di Sungai Baung OKI Sumatera Selatan diadakan prosesi ibadah penghiburan.

Proses ibadah penghiburan dilakukan di Gereja Kristen Injili Indoneisa, Jalan Urip Sumaharjo, Rabu (27/3/2019).
Setelah ibadah penghiburan jenazah dimasukan ke ambulan dan dibawa ke Nias, karena jenazah akan dimakamkan di Nias tempat kampung halamannya.

"Iya jenazah akan dibawa ke Nias. Namun kapan akan dimakamkanya kita belum tahu," ujar Muli adik tinggkat Melindai Zidemi di STTIP saat di wawancarai Tribunsumsel usai prosesi ibadah penghiburan.

Saat prosesi ibadah penghiburan terlihat sanak keluarga sedih dan banyak menangis.
Sebelumnya, Pendeta Muda Melinda Zidemi yang dibunuh di SUngai Baung OKI Sumatera Selatan dikenal sebagai pribadi yang ramah.

Keluarga dan teman-teman pendeta muda Melinda Zidemi sangat terpukul dengan kematian pendeta muda yang cantik dan ramah ini. Melinda yang dikenal sebagai pendeta di gereja dikenal warga sebagai pribadi yang baik dan aktif dalam organisasi IPNIS (Ikatan pemuda Nias Sumatera Selatan).

Melinda Zidemi juga dikenal sebagai pribadi yang humoris. Fedi (23) anggota IPNIS yang juga sahabat korban mengaku sebelum ditemukan tewas, ia sempat mengobrol lewat chat whatsapp dengan Melinda Zidemi.

Sementara itu, Diana (30), kerabat Melinda di Sungai Baung mengaku sangat tidak menyangka Melindawati akan mengalami nasib nahas yang berujung maut.

"Karena jam 5 sore dia (Melindawati) sempat mampir ke rumah saya. Saya sempat mengingatkan dia supaya cepat pulang. Hari sudah sore, belum lagi hujan deras. Saya bilang bahaya kalau lama-lama di luar," kata Diana saat diwawancarai Tribunsumsel.com di RS Bhayangkara Palembang. Diana mengungkapkan saat itu, Melindawati baru pulang dari pasar bersama Nita Pernawan (9) anak jemaat di satu gereja yang sama dengan korban.

"Saat itu nggak ada sama keluhan dia (Melindawati) soal dikejar atau diikuti orang lain, biasa saja. Dia juga nurut dan bilang langsung mau pulang," ucapnya.Baru sekitar pukul 22.00 WIB, Diana mendengar kabar bila Melindawati hilang.
"Anak itu bilang, tante aku diculik," ujarnya.

Pihak kerabat langsung panik dan segera melakukan pencarian untuk menemukan korban. "Kemudian jenazahnya kami temukan sekitar 4 kilometer dari mess dia disana," ujarnya. Sebelumnya, pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap calon pendeta yakni Melinda Zidemi alias Melindawati, hingga kini masih terus diselidiki.

Hal ini, diungkapkan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat mendatangi kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3/2019). "Kalau dilihat, diduga korban ini kenal dengan pelaku. Makanya, pelaku ini menggunakan tutup wajah agar tidak diketahui korban," ujar Supriadi.

"Untuk kondisi Nita, anak yang bersama korban saat ini masih syok. Dari korban Nita inilah bisa mengetahui kejadian pembunuhan terhadap Melindawati," ujarnya. Calon pendeta cantik Melindawati Zidemi alias Melinda Zidemi yang ditemukan tewas di Sungai Baung Sumsel, Selasa (26/3/2019) diketahui telah memiliki seorang tunangan.

Bahkan diketahui, Melindawati akan segera menikah dalam waktu dekat. "Saya dengar kabar, dia mau nikah dalam waktu dekat. Tapi saya sendiri nggak berani memastikan, nikahnya tahun ini atau nunggu dia (Melindawati) selesai ikatan dinas tahun depan," ujar Anugerah Gaurifa (28) sepupu Melindawati saat ditemui di depan ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara, Selasa (26/3/2019).

Dikatakan Anugerah, tunangan korban juga berasal dari Nias Sumatera Utara.

"Tunangannya tinggal disana (Nias). Sama-sama dari sana,"ujarnya. Sementara itu, Anugerah mengaku tahu kabar tewasnya Melindawati dari informasi yang diterimanya di grup keluarga. "Karena kami ada grup keluarga. Dari situ saya tahu, Melindawati sudah meninggal,"ungkapnya.
 
Kronologis Kejadian

Pada hari senin pukul 16.30 WIB Melindawati Zidoni Nita Pernawan (9) berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan speeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke pasar jeti, sekira pukul 17.00 WIB.

Kedua korban pulang menuju camp divisi 4, sebelum sampai di divisi 4 tepat nya di divisi 3 korban dihadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok. Kemudian korban berhenti lalu korban dihampiri oleh diduga kedua orang pelaku dengan ciri-ciri berbadan kurus dengan tinggi kurang lebih 165 centimeter.
Pelaku menggunakan baju hitam dan memakai penutup wajah, diduga kain sarung warna hitam sebagai penutup wajah. Melindawati Zidoni dan Nita Pernawan diseret oleh pelaku ke dalam kebun sawit kemudian ke 2 korban dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

Korban Nita Pernawan pingsan dan dibuang disemak semak di areal perkebunan sawit.

Sementara Melindawati Zidoni dicekik hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang di TKP kedua yang berjarak lebih kurang 100 M dari TKP pertama.
Melindawati Zidoni diduga Sebelum dibunuh diperkosa terlebih dahulu.

Pada saat ditemukan oleh warga yang mencari korban sejak pukul 22:00 Wib s/d korban ditemukan dalam keadaan tidak menggunakan celana dan baju bagian atas terbuka.

Menikah Bulan Juni 

Melinda Zidemi ditemukan tak bernyawa di areal perkebunan PT Swait Mas Persada, Sungai Baung, Ogan Komering Ilir (OKI). Kawasan Sungai Baung merupakan areal industri.

Jika dari Palembang untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi sungai berupa speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Sekitar 2 jam perjalanan menuju ke Sungai Baung. Sebelum mayat Melinda Zidemi ditemukan pada, Selasa (26/3) pukul 06.00, warga Sungai Baung semalaman mencari Melinda.

Warga mencari karena ada anak berusia 11 tahun yang mengabarkan ia dan Melinda Zidemi dicegat 2 orang pria di tengah jalan saat hendak pulang dari Divisi 1 ke Divisi 4 Perekebunan PT Sawit Mas Persada Pukul 17.00. "Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat," kata Dodi.

Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk sepeda motornya masih ada. Kabar tewasnya Melinda Zidemi ini sangat tak disangka.

Melalui ucapan duka cita di akun facebooknya, terungkap bahwa Melinda akan segera menikah.

"Kabar duka baru saja kami dengar, blom tau bagaimana kronologisnya tp kami yg pernah bersama mu sangat terkejut dan merasa kehilangan".  "Kawan kami Melinda Zidemi yang dalam penugasan misi pelayananya ditemukan meninggal terbunuh dihutan"

"Padahal kami pun cukup senang mendengar rencana pernikahanmu bulan 6 ini dengan Feniaro Halawa. Tapi apa yang bisa kami lakukan, hanya memanjatkan doa semoga Ade diterima disisi Tuhan".  "Perjuangan sebagai seorang misi Tuhan telah selesai. Dan semoga pelaku segera ditangkap pihak berwajib," 

Meninggal Melinda Zidemi membuat kerabatnya syok. Berbagai ucapan ditulis di facebook Melinda Zidemi

Berikut ucapan duka cita di facebook Melinda

RIP Melinda Zidemi, Engkau Punya Tempat Yang Layak Di Kerajaan Surga Semoga Keluarga Yang Di Tinggalkan Diberi Ketabahan. Amin

Turut beduka cita atas meniggalnya adek kami Melinda Zidemi semoga amal ibadah km selama ini di terima di sisi Tuhan yg maha kuasa. Moga keluarga yg di tinggal di beri kesabaran dan penghiburan oleh tuhan kita di surga. Dan begitu pula kepada adik kami Feniaro Halawa yg sabar itu udah takdir dan kehendak tuhan yg di atas, dia yg memberi dan dia juga yg ngambil.'
Gak nyangka kamu berakhir seperti ini dek Melinda Zidemi.. Pagi2 saya dengar kabarmu,badanku lemas..
Selamat jalan dek, Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil. Pelayananmu di dunia berakhir tapi kamu tetap melayani TuhanMu di sorga.

Kawasan Sungai Baung merupakan areal industri.

Jika dari Palembang untuk menuju ke sana harus menggunakan transportasi sungai berupa speedboat dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.Sekitar 2 jam perjalanan menuju ke Sungai Baung.

Sebelum mayat Melinda Zidemi ditemukan pada, Selasa (26/3) pukul 06.00, warga Sungai Baung semalaman mencari Melinda. Warga mencari karena ada anak berusia 11 tahun yang mengabarkan ia dan Melinda Zidemi dicegat 2 orang pria di tengah jalan saat hendak pulang dari Divisi 1 ke Divisi 4 Perekebunan PT Sawit Mas Persada Pukul 17.00.

"Si anak selamat dan berlari mengabari kalau ada yang mencegat," kata Dodi.

Menurut Dodi, saat ditemukan tak ada barang-barang Melinda yang hilang termasuk sepeda motornya masih ada.(*)

Sumber: Bangkapos.com

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.