}); Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die? | BeritaSimalungun
Home » , , » Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die?

Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die?

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 20 March 2019 | 18:42

Patricia Marcelina Girsang: Who Cry When I Die?
Beritasimalungun-Who cry when I die? Siapa yang menangis ketika aku meninggal. Fader pernah menulis tentang hal ini dan dia pernah bercerita padaku, bahwa ketika kita meninggal siapa yang akan menangisi kepergian kita.

Itu adalah salah satu buah dari seluruh perbuatan kasih kita di dunia ini. Apa yang kita perbuat salah satunya kelihatan ketika kita pergi untuk selama2nya.

Walau Fader tak melihat mereka yang datang, tapi yakin bahwa setiap orang yang datang pada saat Fader di rumah sakit, di rumah, lalu acara tonggo raja, acara adat sari matua, acara pemberangkatan dari gereja, serta acara pemakaman yang berlangsung selama 3 hari penuh, adalah orang2 yang pernah melekat di hati fader serta bersahabat dengan fader secara khusus.

Banyaknya yang hadir dan banyak kesan dan kata perpisahan yang kami dengar membuat kami anak2nya merasa bangga akan kehadiran fader di dunia ini. 

Bukan orang biasa, ya itulah yang dilihat dari orang yang datang, karangan bunga yang ada, dan seluruh orang yang bekerja untuk acara pemakaman fader. Padahal fader selalu biasa2 saja kemanapun dia pergi. Ia tak membawa banyak hal, hanya hati yang tulus untuk ngobrol dan memecahkan beberapa masalah yang dihadapi.

Kita tak terlalu paham kesulitan yang ia hadapi, karena ia jarang sekali menceritakannya. Fader selalu terlihat tegar dimanapun ia berdiri. 

Kelihatan sehat padahal 3 hari kemudian drop. Masuk rumah sakit pun cuma 2 kali, waktu aku kecil sekali karena katanya dia mau rasakan tempat tidur rumah sakit, dan satu kali lagi tanggal 8 Maret kemarin dan kemudian dipanggil Tuhan tanggal 12 Maret 2019 Pukul 14.00 WIB.

Tak banyak kata2 yang harus diucap. Makna yang kudapat dari seluruh rangkaian pesan dan kesan dari orang yang hadir adalah Fader orang baik dan kami harus meneruskan kebaikan itu. Hidup terus berlanjut dan warisan nilai kehidupan ini harus diterima dengan baik dan dilanjutkan.

Bahagia menjadi salah satu anak Bapak kami St Ir Jannerson Girsang. Semoga keturunannya selalu membuat sukacita dimanapun mereka berpijak.

Terima kasih untuk lebih dari 1000 teman saya yang mengucapkan belasungkawa kepada saya melalui kedatangan, sms, wa, telfon, dan fb. Saya sangat mensyukuri punya rekan dan teman2 yang tetap mendukung kami dan keluarga.

Untuk teman2 Fader yang selalu mendukung fader selama hidupnya, terima kasih banyak kami haturkan dan tetap doakan kami agar tetap menebarkan kasih.

Fader boleh pergi, tapi kebaikannya akan terus berlanjut melalui kami anak, boru, hela dan cucu2nya. Amin. Jannerson Girsang. (FB-
Patricia Marcelina Girsang)




 






Share this article :

Post a Comment