. Pria Batak Ini Ketahuan Menikah Lagi, Dipermalukan di Pesta Pernikahan | BeritaSimalungun
Home » , » Pria Batak Ini Ketahuan Menikah Lagi, Dipermalukan di Pesta Pernikahan

Pria Batak Ini Ketahuan Menikah Lagi, Dipermalukan di Pesta Pernikahan

Written By Beritasimalungun on Friday, 15 March 2019 | 08:42

Terbongkarnya perilaku tak Beradat bagi orang Batak ini terjadi pada Sabtu (9/3/2019) siang. Mengutip dari Riausky.Com, tanpa diundang secara resmi, Siska Lusiana Sirait (38) warga Jalan Bakti Batang Serosa Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis bersama tiga anaknya mengahadiri pesta pernikahan Suaminya Hendri Darlis Napitupulu (40) di jalan Riau - Sumut Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko Kabupaten Rohil - Riau, pada Sabtu (9/3/2019) siang.IST

Palsukan KTP, Mengaku “Doli-Doli”

Jambi-Bagi Orang Batak, khususnya yang Beragama Kristen, Pernikahan hanya sekali dalam seumur hidup. Kecuali salah satu pasangan (Suami atau Istri) meninggal dunia. Kalaupun ada perceraian, harus lewat pengadilan Agama dan Proses Adat batak (Bayar Adat). Bagi Orang Batak tak mengenal Kawin Siri, apalagi Poligami atau memiliki istri lebih dari satu. 

Namun apa yang terjadi pada Pria Batak bermarga Napitupulu ini menikah secara diam-diam, padahal dia sudah memiliki keluarga satu istri dan anak-anak. Pria “bandot” ini adalah Hendri Darlis Napitupulu (40) yang tinggal di jalan Riau – Sumut, tepatnya Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko, Kabupaten Rohil – Provinsi Riau.

Terbongkarnya perilaku tak Beradat bagi orang Batak ini terjadi pada Sabtu (9/3/2019) siang. Mengutip dari Riausky.Com, tanpa diundang secara resmi, Siska Lusiana Sirait (38) warga Jalan Bakti Batang Serosa Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis bersama tiga anaknya mengahadiri pesta pernikahan Suaminya Hendri Darlis Napitupulu (40) di jalan Riau - Sumut Desa Batang Ibul Kecamatan Bangko Pusko Kabupaten Rohil - Riau, pada Sabtu (9/3/2019) siang.

Kehadiran Siska Lusiana bersama anaknya membuat para tamu undangan kaget. Bahkan Hendri Darlis Napitupulu (mempelai lelaki) tidak menduga kehadiran istri dan anak di hari bahagia itu.
Hari bahagia yang diidamkan Hendri dan Murni Wati Sinaga berubah dengan keributan dan tangisan dari anak-anaknya yang sudah lama ditinggal Hendri. Sehingga Hendri yang mengaku lajang tidak bisa berbuat banyak.

Kehadiran Siska bersama ketiga anak nya di pesta suami sempat terhenti sejenak. Hal ini disebabkan kerena terjadinya kerusuhan, Siska Lusiana Sirait meminta pertangungjawaban Hendri Darlis Napitupulu terhadap ketiga darah daging (anak)-nya. 

Ketiga anak Siska Lusiana Sirait menghampiri ayahnya yang lagi duduk di kursi bersama istri baru Murni Wati Sinaga. Ketiga anak yang masih kecil tersebut menangis di dalam pelukan ayahnya. Karena ketiga anak Siska Lusiana Sirait yang masih kecil sangat memerlukan kasih sayang seorang ayah.

Siska Lusiana Sirait kepada wartawan mengatakan bahwa tujuan dirinya datang ke pesta pernikahan suaminya hanyalah untuk menunjukan kepada anak-anak bahwa bapaknya menikah lagi dengan mengaku masih berstatus “Doli-Doli” lajang. 

"Bukti dia mengaku lajang saya dapatkan dari pendeta yang memberkati mereka di Medan. Saat mau menikah suami saya memalsukan identitasnya dengan status lajang. Itu semua saya lihat dari bukti-bukti identitas yang diperlihatkan pendeta kepada saya," terang Siska Sirait denga wajah sedih.

Dijelas Siska, selama 14 tahun saya membina rumah tangga sama Hendri kami baik-baik saja tidak pernah ribut. Tapi beberapa tahun belakangan, keluarga dari pihak Hendri sering mengambil dia ketika saya lagi bekerja. 

“Ketika ditanya melalui HP, Hendri mengatakan bahwa dia dibawa pulang oleh orang tuanya untuk direhab karena dia kecanduan narkoba," cerita Siska.

"Tapi keanehan mulai timbul, keluarga suami lagi-lagi mengambil dia secara diam-diam  tanpa sepengetahuan saya. Hal tersebut saya pikir mau direhab lagi, tapi malah dinikahkan pada 8 April 2016 yang lalu. Hingga saat ini, status saya masih sah menjadi istri dia karena belum diceraikan baik secara adat maupun pengadilan agama atau secara sipil,” ucap Siska Sirait sedih.(Lee)
 
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.