. Kemkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS | BeritaSimalungun
Home » , » Kemkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Kemkes Temukan 13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS

Written By Beritasimalungun on Sunday, 12 May 2019 | 07:58

Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal dunia seusai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). ( Foto: Antara )
Jakarta, BS - Kementerian Kesehatan (Kemkes) kembali merilis hasil investigasi terkait penyebab kematian petugas penyelenggaraan pemilu 2019 termasuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dari 15 provinsi yang telah melaporkan hasil investigasinya hingga Sabtu (11/5/2019), ditemukan ada 13 jenis penyakit penyebab kematian dan kecelakaan.

Sekretaris Jenderal Kemkes, drg. Oscar Primadi, menyebutkan kebanyakan korban meninggal pada usia 50-59 tahun. Adapun 13 jenis penyakit yang diderita para korban, yaitu:

Pertama, infark miokard ialah istilah medis dari serangan jantung. Kondisi ini terjadi saat aliran darah ke jantung atau pada arteri koroner (pembuluh darah menuju jantung) tersumbat, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan yang membahayakan nyawa.

Kedua, gagal jantung, yaitu jantung gagal memompa darah dalam jumlah memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme tubuh. Gagal jantung adalah gawat medis yang jika terlambat penanganan menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Ketiga, koma hepatikum. Dalam medis dikenal dengan ensefalopati hepatik adalah kondisi seseorang orang yang mengalami perubahan kepribadian atau kelainan neuropskiatri akibat kondisi disfungsi hati, sepeti gagal hati atau sirosis hati. Gejala penyakit ini antara lain terjadi perubahan kepribadian dan penurunan kesadaran.

Keempat, stroke. Kondisi ini terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah otak tidak akan dapat asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel di area otak mati.

Kelima, respiratory failure atau juga dikenal dengan sindrom gagal napas akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS). Ini adalah masalah paru yang terjadi ketika cairan tertumpuk di paru. Kondisi ini menyebabkan gagal bernapas dan kadar oksigen rendah dalam darah. ARDS ini mengancam jiwa, karena organ penting seperti otak dan ginjal nantinya tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Sekitar 40% atau 4 dari 10 orang yang terkena ARDS tidak mampu bertahan.

Keenam, hipertensi emergensi. Kondisi di mana tekanan darah melonjak terlalu tinggi, dan terjadi secara tiba-tiba. Kondisi darurat hipertensi ini menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian. Kondisi ini memerlukan penanganan secepatnya untuk menurunkan tekanan darah dalam hitungan menit atau jam.

Ketujuh, meningitis, yaitu infeksi yang menyebabkan radang selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).

Delapan, sespsi, yaitu komplikasi berbahaya akibat infeksi. Komplikasi ini akan menimbulkan tekanan darah turun drastis serta kerusakan pada banyak organ. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Penyakit-penyakit lainnya sudah tidak asing lagi di telinga, seperti asma, gagal ginjal, diabetes melitus, tuberkolosis (TBC), dan kegagalan multi organ.

Hingga hari ini diketahui jumlah korban meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa, Kalimantan Selatan 8 jiwa, Kalimantan Tengah 3 jiwa, Kalimantan Timur 7 jiwa, Sulawesi Tenggara 6 jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 jiwa, dan Sulawesi Utara 2 jiwa.

Ke depannya, kata Oscar, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan memiliki kondisi kesehatan yang baik, lingkungan pekerjaan sehat, tidak merokok atau terpapar asap rokok, ruangan cukup luas, ritme kerja dan jam kerja di atur dengan baik. Petugas juga berikan porsi istirahat yang cukup.(*)


Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.