}); "Mengapa Kau Lakukan Itu Padaku" (Kisah Pdt Renny Damanik Dalam Prosesi Pemakaman Sintua) | BeritaSimalungun
Home » , , , » "Mengapa Kau Lakukan Itu Padaku" (Kisah Pdt Renny Damanik Dalam Prosesi Pemakaman Sintua)

"Mengapa Kau Lakukan Itu Padaku" (Kisah Pdt Renny Damanik Dalam Prosesi Pemakaman Sintua)

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 28 May 2019 | 09:21

"Mengapa Kau Lakukan Itu Padaku" (Kisah Pdt Renny Damanik Dalam Prosesi Pemakaman Sintua). Foto FB Renny Damanik.
(Edisi Pemakaman St Mingkela Purba)

Beritasimalungun-Kemarin (Senin 27 Mei 2019), ketika melaksanakan pelayanan penguburan pada St Mingkela Purba, tempatnya lumayan jauh dari gereja. Jalannya rusak dan bergelombang dan banyak ramba-ramba. 

Maka diputuskan naik truk. Kemudian jenajah oleh mobil kecil diiringi mobil kijang Pemuda Pancasila. Lalu aku bingung dengan Vikar Yanti Erenika Silalahi Sidebang mau naik apa sementara AKU PAKEI JUBAH dan ROK SEPAN.

Naik kereta (Motor-red) takut jatuh. Mau naik kijang rasa tak nyaman semua laki laki PP. Akhirnya kuputuskan naik truk biar dekat dengan warga jemaat dan anak anak. Walau hati sedikit ragu bagaimana naik ke ATAS TRUK SEMENTARA PAKEI ROK SEPAN DAN BERJUBAH.

Tiba-tiba jemaat ku yang TUNA WICARA, ambil kursi dan dia pegang kursi dituntunya naik ke truk. Lalu sepatu pancusku ku buka, mau naik truk, dia langsung ambil sepatuku dan dia pegang.
Agendaku dipegang oleh seorang inang, karena mereka kasihan lihat aku di truk. Tapi aku selalu tertawa walau aku gemetar juga dalam truk. Aku berjuang dalam truk untuk tidak terguling di dalam. 

Betapa malu jika aku terjatuh dalam truk, aku tahan nafas, memegang truk, sesekali ada juga pohon menyambar wajah terpaksa tunduk supaya tidak luka. TERNYATA DALAM TRUK PUN DIA TETAP PEGANG SEPATU DAN TIDAK DILETAKKAN DI TRUK. 

Lihat yang digambar yang pake porsa ini. AIHHH TAK TAHAN AKU LIHATNYA. JAGA IBAHEN SIPATUKU NA BAJAN ON. Begitulah perjalanan menuju kuburan, setelah naik truk, masih berjalan lagi ke dalam menuju makam. 

Yang buat aku takut, ada pula SARANG LEBAH DEKAT KUBURAN KARENA APABILA DIA TERGANGGU MK KAMI AKAN DIGIGIT SEMENTARA BAJU KU HITAM BESAR KARENA PAKEI JUBAH TAKUT SOGOP RANGGITING INI. 

Sepanjang jalan sepatuku dipegang yang tuna wisma ini. Seketika seorang ibu bilang pada dia menurut cerita ibu ini padaku saat pulang naik truk, ehhhh masukkan aja tanah ke sepatu pendeta itu biar kotor. Lalu jawabnya, dengan bahasa syarat "Jangan,jangan, tidak boleh begitu, dan kalian jangan gojok, Pendeta ada disini". Ketawa inang itu menceritakan hal itu, tujuannya hanya menguji si bapak yang bawa sepatuku ini.

AKU TIDAK PERNAH MENGERTI APA KATANYA, KARENA DIA TUNAWICARA TAPI DARI TINDAKANNYA AKU MENGERTI ISI HATINYA DIA SANGAT BAIK PADAKU DAN MEMPERHATIKANKU Kalau ADA ACARA PENGUBURAN DI JEMAAT INI. DIA angkat sepatu saat dia melihatku kesusahan berjalan di semak-semak ini.

Setelah sampai di gereja aku mau turun dari truk, karena mobilku di gereja. Tapi supir tidak mau berhenti, terus melaju ke jalan raya, LALU KU BILANG SAMA SEMUA JEMAT YanG DI TRUK, AYO serentak kita bilang biar supir dengar, satu dua tiga ya" HOPPPPPPPPPP....... ".

Truk pun berhenti dan kami semua tertawa, aku pun turun dan selalu sigap yang tuna wicara ini membuka gerobak ini dan nenyediakan kursi dan menuntunku memijak ke kursi. Lalu ku bilang gendong aku sayang, diapun tertawa, karena sudah dekat ke aspal akupun Melompat kecil. Dia tertawa melihat ulahku. Hahaahaa.

Aku bangga dan salud padamu dan kagum. Makan saat aku turun pun dari truk, dia letakkan sepatuku sesuai kaki kiri dan kanan demikian sepatu dijejerkannya layak seorang ayah pada putrinya. Lalu ku bilang, makasih ya sayang, dan dia tertawa malu dan ku pegang bahunya dan kupeluk walau dia kurang.... Bla bla bla.

Seumur pelayananku kau yang pertama menolongku dan tulus bawa sepatuku yang jelek itu. Sesungguhnya aku tidak tega dan berani seperti itu, tapi begitu baik dan sangat baik kau padaku. 

Buat Vikar Yanti Erenika Silalahi Sidebang, yang selalu siap kamerawoman, dan tidak aku tahu divideokan perjalanan ini. Hahaahaaa.... . Pesan yang kuambil dari perbuatannya yang bisu ini adalah, tidak perlu banyak cakap-cakap lebih baik tidak bercakap tapi penuh kasih dan perbuatan baik. Suka menolong dan buat orang senang dan dia rendah hati. Dengan perbuatannya dia telah berkotbah tentang kotbah yang hidup. ILOVE YOU.(FB- Pdt Renny Damanik)







Pdt Renny Damanik.FB
Share this article :

Post a Comment