Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun

Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB
Video Perjalanannya Tonton di FB Ini

Beritasimalungun- Rachelle Br Sipayung bersama Suami yang dalam akun social media dengan akun Rachelle W Purba menikmati perjalana kampung halaman di Huta Simanabun, Kecamatan Silaukahean, Kabupaten Simalungun, dan Desa Parapat Huluan- Simanabun, Kecamatan Nagori Dolok, Kabupaten Simalungun, Kamis (16/5/2019). Lewat linimasa sosoal media (FB) Rachelle W Purba membagikan pengalaman perjalanan kampong halaman tersebut.

Excited, campur aduk. Antara sedih, penasaran, senang, terharu semua jadi satu. Sudah beberapa kali tinggal di Sumatera Utara, tapi belum pernah datang ke kampung halaman almarhum Bapakku St Djinta Halim Sipayung di pedalaman Desa Parapat Huluan- Simanabun, Kecamatan Nagori Dolok, Kabupaten  Simalungun.

Kalau kita penasaran mengetahui dimana letaknya, di-klik di Google Map, dijamin anda tidak akan menemukannya. Nah disitu saya kadang saya merasa sedih, demikian terpencilnya kampung almarhum Bapakku.

Saya anak Bapak yang sejak kecil paling sering dengar Bapak bercerita tentang apa saja, teringat cerita tentang kampung halamannya yang menurut Bapak, dulu, saking terpencilnya, tidak tertera dalam peta militer.

#Karena peta Topografi paling detail adalah peta militer. Tapi kalau saya intip-intip peta militer Mr WP sekarang sudah ada kok letak desa itu, tapi kalau cari di mBah Google Map, memang masih belum keluar dimana posisinya.

Dan hari ini bersama Mr WP yang sudah sering kegiatan latihan di Nagori Dolok, dari Pematangsiantar kami menuju Desa Parapat Huluan masuk melalui Simpang Pangalbuan dekat Dalig Raya. Kami akan menghadiri acara adat sayur matua Bapak Tua kami yang telah berpulang hari Minggu malam kemarin.

Melalui jalur ini lebih cepat dibandingkan melalui Simpang Kerapu, Dolok Masihol yang lebih jauh memutar dan lebih lama.

Pertama masuk dari Simpang Pangalbuan jalan tidak terlalu bagus. Tapi beberapa meter ke depan jalan bergantian, ada yang bagus, berbatu-batu, bergelombang, sedikit rusak, dan kami juga melalui jalur yang sedang tertimpa longsor. Tapi masih bisa dilewati. Meski kalau lihat jurang di sebelah kanan lutut terasa lemas.

Disarankan, kendaraan yang digunakan melalui jalur ini harus prima dan pak jurumudi pun harus terampil. Jalan tidak terlalu lebar, kadang naik turun tajam dan licin.

Setelah 1 jam lebih perjalanan, senang bisa sampai di Desa Parapat Huluan. Desa kecil beberapa KM sebelum Simanabun dan ibukota Kecamatan Silau Kahean, Nagori Dolok.

Akhirnya tahu dimana kampung halaman tempat almarhum Bapak diakhir tahun 1930-an dilahirkan oleh Opung boru Purba Tambak dan mengalami suka duka masa kecilnya.

Melalui perjalanan panjang kehidupannya, sampai akhirnya Bapak sebagai seorang anak yang ditinggal kedua orangtua sejak kecil, telah dapat menyelesaikan kerasnya kehidupan dengan baik.

Banyak kisah yang tak dapat disampaikan disini, tapi dari perjalanan ini dapat diambil hikmah positif. Sejauh apapun kita pergi, jangan pernah lupa darimana kita berasal. Agar kita tau siapa diri kita sebenarnya. Proud of You. Miss you Bapak. Wish you were here now. #napaktilas.#backto #Parapat Huluan #Simanabun.#SimalungunRegency.#PanadolCity. (FB-Rachelle W Purba)
Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB

Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB

Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB

Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB


Rachelle W Purba Menikmati Perjalanan Desa Parapat Huluan Simanabun Simalungun. Foto FB

 

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments