}); July 2019 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Haris Simamora Divonis Hukuman Mati

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 July 2019 | 17:17

Terdakwa Harry Aris Sandigon alias Haris Simamora‎. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )

Beritasimalungun, Bekasi– Terdakwa pembunuhan satu keluarga di Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora dijatuhi vonis hukuman pidana mati oleh majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Rabu (31/7/2019).

Ketua majelis hakim, Djuyamto menilai perbuatan Haris telah memenuhi unsur pembunuhan berencana. Vonis ini sesuai dengan apa yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di mana Haris didakwa pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana mati.

“Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pencurian dalam keadaan memberatkan,” kata Djuyanto saat membacakan putusan.


“Kedua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Harry Aris Sandigon alias Harris alias Ari dengan pidana mati,” lanjut Djuyamto.

Hal yang dianggap memberatkan terdakwa selama proses persidangan menurut majelis hakim di antaranya mencoba menghilangkan barang bukti linggis yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban dengan cara dibuang ke Kalimalang Cikarang, Bekasi.

“Serta perbuatan terdakwa mematikan dua generasi sekaligus orang tua dan anaknya, kemudian perbuatannya juga menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban,” tuturnya.

Usai membacakan putusan, majelis hakim selanjutnya memersilakan terdakwa untuk mengutarakan tanggapannya, namun Haris Simamora memilih menghampiri penasihat hukumnya untuk berkonsultasi.

Tidak lama Haris kembali ke kursi terdakwa yang berada di tengah ruang sidang dan seorang anggota tim penasihat hukum berbicara menyampaikan tanggapan atas putusan yang dijatuhi kepada Haris Simamora.

“Terhadap putusan majelis kami akan tetap mengajukan banding,” kata seorang tim penasihat hukum.

Hal yang sama juga dilakukan JPU ketika majelis hakim meminta tanggapan atas putusan hukuman pidana mati. Penuntut umum, Faris Rahman mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengajukan banding. Hakim menutup sidang dan Haris segera dibawa keluar ruangan.

Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Diperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada 12 November 2018 lalu.

Selama persidangan, dia mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis. Sementara, dua anak Diperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas.(*)



Sumber: BeritaSatu.com

Jokowi Ultimatum Investor soal Pembangunan Danau Toba

Presiden Joko Widodo meninjau kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Beritasimalungun, Tobasa-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Otorita Danau Toba untuk mengganti investor jika tidak segera memulai pembangunan di kawasan wisata di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Penegasan itu dikemukakan Jokowi seusai meninjau kawasan wisata The Kaldera Toba Nomadic Escape, di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (30/7/2019) siang.

Dalam kunjungan itu, Kepala Negara didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Menurut Jokowi, bila pembangunan pariwisata di sekitar Danau Toba oleh pemerintah sudah dimulai namun investor belum juga memulai maka lebih baik disetop dan kemudian diganti.

"Saya sekarang memang harus tegas-tegas gitu. Kalau ndak kapan mulai? Tempat yang sangat bagus seperti ini gampang dicari investor. Ini lokasi pariwisata yang paling komplit, semuanya ada,” ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, Badan Otorita Danau Toba sudah diberikan kepercayaan untuk mengelola 386 hektare (Ha) lahan di kawasan Danau Toba. Untuk membangun pariwisata itu menjadi lebih berkelas, pemerintah membangun infrastruktur pendukung.

"Nantinya, di lokasi pariwisata ini ada hotel bintang 4 hingga bintang 5, resort dan padang golf. Ada tempat pertemuan, insentif, konvensi dan pameran. Wisatanya juga komplet, ada wisata air, wisata alam, ada air terjun, wisata religi juga ada. Sudah komplet," ujarnya.

Menurut Jokowi, pembangunan kawasan tersebut banyak manfaatnya bagi masyarakat. Pemerintah akan menyelesaikan dulu yang di Tobasa seluas 386 Ha, dan dilanjutkan ke Sipinsur Geosite di Kabupaten Humbang Hasundutan, taman konservasi di pinggir Danau Toba yang di dalamnya ada hutan pinus seluas 533 Ha.

"Sana lagi bregg, rampung lagi. Sekarang memang kerjanya seperti itu, kerja barengan, terintegrasi pusat, provinsi, daerah, bagi-bagi. Tadi malam sudah kita bagi semuanya. Kalau banyak hotel di sini pasti dong, sayur masuk hotel, buah masuk hotel, singkong masuk hotel, jagung masuk hotel, kentang masuk hotel, lapangan kerja terbuka, barang-barang kerajinan di sini yang banyak sekali, tenun, ulos, handycraft, semuanya, kopinya nggak usah dijual di luar, pakai sendiri di sini," pungkas Jokowi.(*)


Sumber: Suara Pembaruan

Pilkada Simalungun, Wagner Damanik Pilih Jalur Perseorangan

Spanduk WD sudah mewarnai Kabupaten Simalungun. Foto FB Jhon Damanik
Beritasimalungun-Pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun akan dilaksanakan September 2020 mendatang. Bakal calon (Balon) Bupati Simalungun yang sudah rutin melakukan blusukan di Kabupaten Simalungun adalah St Irjen Pol Drs Maruli Wagner Damanik MAP. Namun Wagner Damanik (WD) memilih maju lewat jalur perseorangan atau non partai Politik (Jalur Independent).

Seperti dilansir  Faseberita.id dan link beritanya dibagikan di FB “Relawan Wagner Damanik”, sebuah judul berita “Wagner Damanik Putuskan Lewat Jalur Independen”. 

“Jalur independen sudah menjadi pilihan kita. Hal ini sudah dengan pertimbangan berbagai aspek. Saya ingin tahu seberapa besar keterterimaan saya di masyarakat. Karena ke merekalah nanti totalitas akan saya bayar semua ini dalam bentuk pengabdian saya. Bukan kepada kelompok atau golongan tertentu,” kata Wagner Damanik, seperti dilansir media siber itu.

Menurut Wagner Damanik, pilihan independen yang kelak membedakannya dengan yang lain. Tidak ditampiknya, banyak pengurus DPP Partai yang dikenal beliau di Jakarta yang kemungkinan bisa dilobi untuk memberikan dukungan dari partai.

“Namun saya jauh lebih terhormat dan “tunggung” kalau masyarakat yang meloloskan saya jadi calon bupati hingga saatnya nanti pemilihan mereka,” katanya. 


Penulis mencoba  mengkonfirmasi langsung lewat hubungan pesan WA kepada St Irjen Pol Drs Maruli Wagner Damanik MAP terkait dengan informasi diatas Rabu (31/7/2019) sekira Pukul 10.45 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban. (Asenk Lee Saragih)

 

Kabar Terkini Kalau Hujan di Parapat, Pemkab Simalungun "Tabur Longaon"

Beritasimalungun-Hujan yang menguyur Kawasan Danau Toba Selasa (30/7/2019) sore berdampak banjir di Jalan Sisingamangaraja XII, Daerah Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun. (Foto Kolase FB)
Simak Videonya di FB Ini

KJA di Haranggaol Terancam "Digulung"

Jokowi akan Cabut Izin Perusahaan Perusak Danau Toba
Sebanyak 320 Ton Ikan Keramba Jaring Apung di Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumut mati, pada 3 Mei 2016 lalu. Dok beritasimalungun.
Beritasimalungun-Keberadaan budidaya ikan dengan keramba jaring apung (KJA) di wilayah Danau Toba termasuk di Haranggaol, Tigaras terancam akan "digulung". Pasalnya limbah pakan KJA disinyalir sebagai “perusak” air Danau Toba dan mencemari lingkungan. KJA milik petani berdasi dan atas perusahaan akan ditertibkan segera oleh Pemerintah guna mengembangkan 28 destinasi wisata baru di wilayah Danau Toba.

Hal itu mencuat menyusul adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam akan menutup keramba jaring apung (KJA) dan perusahaan yang merusak lingkungan di Kawasan Danau Toba.


Baca: Haranggaol Jadi Sentra Budidaya Ikan KJA

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan pers setelah tiba di objek wisata Geosite Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (30/7/2019).

“Terkait dengan rencana pemerintah untuk menertibkan keramba jaring apung dan perusahaan yang merusak di sekitar Danau Toba, apabila ditemukan perusahaan yang merusak lingkungan akan dicabut izinnya,” tegas Jokowi.

“Demikian dengan KJA di Danau Toba. Keramba mana yang akan ditertibkan, keramba yang tidak pro dengan rakyat. Akan dicari solusinya,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan, untuk membangun Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan. Secara detail Danau Toba memiliki 28 destinasi.

“Destinasi Danau Toba dilihat dari sisi airnya, alam, budaya dan sejarah,” kata Jokowi.

Dikatakan, infrastruktur jalan yang mengelilingi Kabupaten Samosir akan mendapat perhatian. Kemudian perbaikan lingkungan secara total, sehingga Danau Toba menjadi salah satu destinasi prioritas yang wajib dikunjungi.

Jokowi mengatakan, memperbaiki dan membangun Danau Toba menjadi tujuan wisata diperlukan investasi dengan pendanaan kombinasi APBN yang cukup besar, yang bergerak secara terintegrasi sehingga Danau Toba menjadi destinasi yang benar-benar berkelas.

Disebutkan, apabila basic Danau Toba sudah kelihatan, maka peluang investasi akan berdatangan. Pengerjaannya tetap dilaksanakan, direncanakan akan rampung pada Tahun 2020.(Berbagaisumber/Lee)
Penulis saat meninjau salah satu KJA di Haranggaol, 2 Mei 2011 lalu.

 
Penulis saat meninjau salah satu KJA di Haranggaol, 2 Mei 2011 lalu.

Kunjungi Kampung Ulos Samosir, Jokowi Disambut Teriakan Histeris Warga

Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu negara Ny Iriana Jokowi dan Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengunjungi objek wisata budaya Kampung ulos di Huta Raja, Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan. (Istimewa)
Beritasimalungun, Samosir-Di hari pertama kunjungan kerja (Kunker) Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu negara Ny Iriana Jokowi, ke Kabupaten Samosir, Selasa (30/7/2019), Presiden langsung membagikan sertifikat tanah sebanyak 1.000 kepada masyarakat dari 7 kabupaten se-kawasan Danau.

Setelah membagikan sertifikat tanah, Presiden langsung mengunjungi objek wisata budaya Kampung Ulos di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.

Rombongan Presiden didampingi Menko Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan; Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi; Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono disambut warga sekitar dengan aktraksi tarian tor-tor Batak.

Setelah menari bersama dengan warga sekitar dan melihat-lihat lokasi Kampung Ulos, Jokowi disambut teriak histeris warga. Mereka meminta Presiden untuk mau berswafoto atau sekadar bersalaman.

Selanjutnya Presiden Jokowi meninggalkan Kampung Ulos, untuk menuju objek wisata Pantai Indah Situngkir. Rombongan Presiden meninggalkan lokasi menuju penginapan di Samosir Cottages, Tuktuk berjarak 40 km untuk istirahat dan makan malam.(*)

Sumber: Medanbisnisdaily.com




 
Para Tokoh Sinaga








 
 

Jokowi Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah Ke Warga Samosir

Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah ke Warga Samosir Foto: Jordan/detikcom
Beritasimalungun, Samosir-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Pulau Samosir, Sumatera Utara. Dalam kunjungannya itu Jokowi membagikan sertifikat tanah kepada warga Samosir.

Jokowi tiba di Samosir setelah menempuh penyeberangan menggunakan kapal feri dari Dermaga Ajibata menuju Dermaga Ambarita, Samosir, Sumatera Utara, Selasa (30/7/2019) selama 45 menit. Setibanya di Dermaga Ambarita, Jokowi disambut dengan tarian adat dan mendapat seikat bunga dari anak Samosir.

Selanjutnya Jokowi dan Ibu Negara Iriana menuju Lapangan Ambarita. Di lokasi itu Jokowi menyerahkan sertifikat tanah untuk warga Samosir dan sekitarnya.

Kedatangan Jokowi disambut riuh oleh warga, bahkan banyak yang meneriakkan nama Jokowi. Mantan Wali Kota Solo itu kemudian berjalan ke arah warga untuk bersalaman.

Acara penyerahan sertifikat kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ada 1.000 sertifikat yang diserahkan Jokowi untuk warga dari 7 kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba.

Dirjen Pengendalian Ruang dan Pemanfaatan Tanah BPN, Budi Situmorang mengatakan untuk di Provinsi Sumatera Utara ditargetkan seluruh tanah sudah bersertifikat di tahun 2025.

"Kami laporkan di Sumut ada 3 juta bidang tanah dan yang baru terdaftar ada 49 ribu. Tahun 2025 diharapkan terdaftar semuanya. Khusus di Samosir, target tahun 2015 kami keluarkan 50.000 bidang tanah," ujar Budi Situmorang.

Dalam sambutannya Jokowi mengimbau agar warga yang sudah mendapatkan sertifikat menjaga dokumen tersebut dengan baik. "Yang sudah pegang sertifikat, jangan lupa masukkan plastik. Kalau genteng bocor, sertifikat tidak rusak. Jangan lupa juga di fotokopi, jadi kalau hilang urus ke BPN mudah," katanya.

Dia pun tak marah jika ada warga yang kemudian menggadaikan sertifikat tanah tersebut untuk mendapatkan uang tunai. "Tapi harus ingat, hati-hati, betul-betul dihitung sesuai dengan kemampuan untuk membayarnya, untuk mencicilnya," kata Jokowi.

Jokowi kemudian memanggil 3 warga untuk naik ke atas panggung untuk berdialog mengenai sertifikat tanah yang dimiliki. Di tengah perbincangan dengan warga di panggung, tiba-tiba hujan deras turun.

"Hujan ya. Hujan berkah. Ini artinya hujan berkah," kata Jokowi.
Sebagian warga yang duduk di bagian pinggir tenda terpaksa bergeser ke tengah agar taj terkena hujan. Meski demikian proses penyerahan sertifikat tersebut tetap berlangsung tertib dan lancar.

Tiga orang yang dipanggil ke panggung tersebut kemudian diberi tantangan oleh Jokowi. Di antaranya melafalkan Pancasila dan ada yang diminta untuk menyebutkan 10 nama ikan.

Setelah kuis, masing-masing warga tersebut diberi hadiah sepeda oleh Jokowi. "Ada sepeda? oh ada ternyata, silakan ambil sepedanya," kata Jokowi.

Hujan masih mengguyur hingga selesai acara. Iriana meninggalkan lokasi lebih dulu dengan menggunakan payung menuju mobil. Jokowi kemudian menyusul Iriana masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi.(*)
Sumber: Detik.com
 
 

Presiden Jokowi Singgah di Parapat

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 July 2019 | 18:34

Presiden Jokowi Singgah di Parapat
"Presiden RI Ir Joko Widodo tiba di Parapat. Selamat datang Pak Jokowi di Simalungun. Horas......". Foto  FB Endi Girsang. Selasa 30 Juli 2019 Pukul 17.30 WIB. Tampak Bupati Simalungun JR Saragih berbincang dengan Presiden Jokowi.(*)


Poles Kawasan Danau Toba, Jokowi Kucurkan Rp 2,4 Triliun, Simalungun Nihil

Asenk Lee Saragih saat menelusuri jalan Lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun, tepatnya lintas Batas Desa Sibolangit Kabupaten Karo hingga Dusun Hutaimbaru, Kabupaten Simalungun. Hingga kini jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun masih memprihatinkan. Hingga akhir Juli 2019, Presiden RI Jokowi tak melirik sedikitpun kondisi jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun yang kondisinya rusak berat. Foto diabadikan Sabtu 22 Juni 2019. 
Beritasimalungun-Pemerintah berencana mengalokasikan anggaran Rp 2,4 triliun pada tahun depan untuk mengubah kawasan wisata Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bertaraf internasional.

Anggaran ini meningkat bila dibandingkan dengan alokasi anggaran pada tahun ini yang hanya sekitar Rp 821,3 miliar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, alokasi dana tersebut akan disebar untuk empat bidang yakni Sumber Daya Air (Rp 111,26 miliar), Bina Marga (Rp 1,01 triliun), Cipta Karya (Rp 879,86 miliar) dan Perumahan (Rp 422,11 miliar).

Adapun lokasi revitalisasi dan pembangunan infrastruktur akan tersebar di sembilan wilayah kabupaten/kota yang mengelilingi kawasan Danau Toba.

Termasuk Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, dan Kabupaten Karo.

"Jadi yang kita lihat hari ini adalah untuk memperhalus program.
Kita sudah punya program apa saja yang akan kita perbuat di Danau Toba ini untuk 2019-2020," kata Basuki usai meninjau sejumlah kawasan wisata di Danau Toba, Minggu (28/7/2019) malam.

Menurut dia, perubahan yang akan dilakukan Kementerian PUPR meliputi pembangunan sarana dan prasarana dasar serta penataan kawasan di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Misalnya, pelebaran alur Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, pembangunan Jalan Balige By Pass dan rehabilitasi jalan batas Kabupaten Simalungun-Silimbat-Kabupaten Tapanuli Utara di Kabupaten Toba Samosir, hingga penataan ruang terbuka publik.

"Ini yang kita punya program ambil dari teman-teman sektor yang sudah kita survei. Ini belum termasuk kawasan Kaldera, ini juga belum termasuk yang kawasan Sibisa-Ajibatas belum masuk, itu akan kita masukkan untuk konektivitas. Itu akan kita survei dulu," tutur Basuki.

"Perubahannya, misalnya, di (Dermaga) Ajibata tadi, kan ada gerbang, jalannya masih kecil. Nanti ASDP sampai Desember ini akan punya hotel di dermaga, kayak di Labuan Bajo. Nanti dari Pemda yang kita kunjungi akan dipindah ke situ, itu akan diubah jadi ruang terbuka untuk publik. Kita perbaiki," imbuh Basuki.

Untuk diketahui, dalam dua tahun ke depan ada lima kawasan wisata super prioritas yang akan dikembangkan pemerintah.

Selain Danau Toba, empat wilayah lain yaitu Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Total anggaran pengembangan kelima kawasan tersebut pada 2020 mencapai Rp 7,15 triliun.

Anggaran ini jauh lebih besar dibandingkan tahun ini yang hanya sekitar Rp 1,74 triliun.

Bus Air di Danau Toba

Kementerian Perhubungan tengah membangun sarana transportasi bus air di Danau Toba, Sumatera Utara. Pembangunan alat transportasi itu dilakukan guna mendukung Danau Toba menjadi destinasi wisata 10 Bali Baru.

"Kita akan bangun dua bus air untuk mendukung pariwisata di sini," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/7/2019).

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat tengah membangun lima kapal besar untuk dioperasikan melayani angkutan penyeberangan di kawasan Danau Toba.

Dari lima kapal tersebut, dua di antaranya adalah bus air, yang akan digunakan menjadi kapal wisata. Bus air ini merupakan wujud dukungan Kementerian Perhubungan untuk mendukung sektor pariwisata di Danau Toba.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, menjelaskan bus air yang sedang dibangun dapat menampung 50 orang penumpang, tiga unit mobil dan 36 motor. Rencananya, pembangunan bus air tersebut bisa rampung di taun 2020.

"Kita persiapkan Bus Air ini jadi multi fungsi. Selain untuk mengangkut penumpang, masyarakat atau wisatawan nantinya bisa sambil makan malam di kapal ini," kata Budi Setiyadi. 

Untuk membangun dua bus air ini, Kemenhub menggelontorkan dana sebesar Rp 22 miliar. Dana tersebut menggunakan APBN. "Bus Air ini ide dari Pak Menhub untuk mendukung pariwisata Danau Toba," ujarnya.

Yori Antar Tata Danau Toba

Arsitek kawakan, Yori Antar, kembali didapuk pemerintah untuk menyulap sebuah kawasan. Kali ini tidak main-main, Danau Toba yang akan diubah menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bertaraf internasional.

"Oiya, jadi kalau Danau Toba, Labuan Bajo, itu Yori Antar arsiteknya," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menjawab Kompas.com, Minggu (28/7/2019) malam.

Menurut dia, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan konsultan engineering dalam mengembangkan Danau Toba menjadi sebuah kawasan pariwisata. Dikhawatirkan hasil pengembangan yang dilakukan akan terlihat kaku.

Dipilihnya Yori Antar pun lantaran yang bersangkutan selama ini dikenal sebagai arsitek yang kerap memasukkan unsur budaya di dalam setiap karyanya. "Kayak GBK itu didesain arsitek, tapi diperhalus Pak Yori Antar," ucapnya.

Untuk diketahui, Yori Antar telah sukses mengubah wajah taman GBK Senayan menjad fasilitas ramah kalangan berstandar internasional.

Berkat kegigihan dan tangan dinginnya, taman GBK Senayan mampu membius mata pengunjung yang pada saat itu datang untuk menyaksikan pertandingan Asian Games 2018.

Yori Antar mengatakan pengembangan Danau Toba tidak boleh meniru kawasan wisata di negara lain yang penuh dengan aspek modernitas. Meski demikian, bukan berarti pengembangan ini akan meniadakan aspek tersebut.

"Jangan sampai Toba ini berubah modern seperti Batam, (seperti) Singapura. Enggak ada karakteristiknya," ungkap Yori menjawab Kompas.com, Minggu (28/7/2019) malam.

"Para arsitek ini akan mengembangkan bagaimana kawasan wisata ini ke depan bisa futuristik, bisa modern, tetapi berangkat dari kelokalan. Jadi pembangunannya kita harus hati-hati," imbuh dia.

Selama ini, ia menuturkan, Danau Toba dikenal memiliki sejarah sebagai kawasan kaldera yang terbentuk dari letusan gunung pada jaman purba.

Peristiwa tersebut tak hanya membentuk karakter alam yang khas, tetapi juga masyarakat dan budayanya. 

"Masyarakat senang dengan karakter bangunan yang monumental. Makam saja sudah besar-besar. Terus kalau lihat karakter (ukiran rumah) Batak yang gorga itu, tiga warna merah, putih dan hitam," terang Yori.

Mengembangkan Danau Toba, sebut dia, bukan tanpa tantangan. Seperti di kawasan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Meski memiliki latar belakang pemandangan alam yang indah, namun kawasan pemukiman serta bangunan yang ada di wilayah ini cenderung semrawut.

"Kotanya begitu sesak, sempit, terpotong-potong. Kita tidak merasa ada ruang yang besar. Tantangannya tentunya bagaimana bisa mengenerator turis, bagaimana bisa membuat budayanya maju dan bisa dibawa ke masa depan," sambung Yori.

Salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu dengan menambah ruang terbuka yang cukup luas, sehingga dapat dimanfaatkan wisatawan dan masyarakat untuk berinteraksi sembari menikmati indahnya pemandangan alam.

"Kita melihatnya harus open space. Karena di sini ada empat dermaga besar, itu akan menjadi ruang publik," tuntasnya.(*)
Sumber: Kompas.com
 












Asenk Lee Saragih saat menelusuri jalan Lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun, tepatnya lintas Batas Desa Sibolangit Kabupaten Karo hingga Dusun Hutaimbaru, Kabupaten Simalungun. Hingga kini jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun masih memprihatinkan. Hingga akhir Juli 2019, Presiden RI Jokowi tak melirik sedikitpun kondisi jalan lingkar Danau Toba di Kabupaten Simalungun yang kondisinya rusak berat. Foto diabadikan Sabtu 22 Juni 2019

Kalimantan Dipastikan Jadi Ibu Kota Baru Indonesia

Presiden Joko Widodo berjalan di kawasan hutan saat meninjau salah satu lokasi calon ibu kota negara di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu, 8 Mei 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay )
Beritasimalungun, Jakarta- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) menyatakan bahwa Ibu Kota baru Indonesia akan berada di Kalimantan. 

Seperti dipaparkan Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata mengatakan bahwa pemindahan Ibu Kota sudah pasti akan di Kalimantan. Di mana pun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke seluruh Kalimantan akan signifikan.


Ibu kota dipindahkan ke tengah agar Indonesia-sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia. Itulah mengapa Kalimantan menjadi pilihan, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana.

Rencananya Kementerian PPN/Bappenas akan membentuk sebuah badan otorita yang bertugas untuk mempermudah manajemen aset dan pendaan bagi proyek-proyek KPBU utilitas.

Sebelumnya pemerintah mengungkapkan bahwa mengungkapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40.000 hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan sekitar Rp466 triliun.

Bappenas menegaskan bahwa pemerintah ingin pemindahan ibu kota baru diupayakan dengan pembiayaan sendiri dan meminimalisasi penggunaan utang.

Penggunaan utang kemungkinan disiapkan untuk kekurangan-kekurangan dalam pembiayaan pemindahan ibu kota negara. Dengan demikian utang hanya akan menjadi salah satu sumber terkait rencana skema pembiayaan pemindahan ibu kota negara.

Bappenas juga memaparkan beberapa sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan di Ibu Kota baru Indonesia.

"Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara yakni sarana utilitas, gedung perkantoran, dan fasilitas publik," menurut keterangan tertulis Kementerian PPN/Bappenas yang di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri atas saluran multifungsi, sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik , jalan dan sejumlah sarana utilitas lainnya. Sedangkan untuk gedung perkantoran yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara antara lain gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Selain itu fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah sakit, sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, perpustakaan, transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa) dan berbagai fasilitas publik lainnya.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

Jokowi dan Iriana Seruput Kopi di Humbahas

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana di Desa Parulohan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, 29 Juli 2019. ( Foto: @Jokowi )

Beritasimalungun, Humbang Hasundutan- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyeruput kopi asal Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), yang pasarnya ternyata sudah menembus Eropa, di sela kunjungan Senin (29/7/2019).

Kopi yang dinikmati Presiden dan Ibu Negara ini dikenal dengan nama Tobodo. Nama kopi ini sesuai dengan asalnya yang menggunakan bahasa Batak. Tabodo memiliki arti minuman yang sangat enak dan nikmat.

Dalam kunjungan sore itu, Presiden didampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Kedatangan Jokowi disambut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI Sabrar Fadhillah, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor dan pejabat utama lainnya.

Presiden dengan Ibu Negara mengaku menikmati kopi asal Kabupaten Humbahas tersebut. Selain itu, rombongan menteri maupun pejabat daerah juga turut mencicipi kopi yang sudah mendunia itu.

Menurut Kepala Sub Bagian Imim Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Humbahas, Hordarnim Purba, kopi yang diminum Presiden merupakan khas asal Kecamatan Polung, Kabupaten Humbahas.

"Keistimewaan dari kopi ini memiliki cita rasa karamel. Kopi ini ditanam dan tumbuh di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut. Kopi ini juga sudah pernah dibawa ke Paris dan Hawai. Kopi ini sudah menembus pasar Eropa," sebutnya.


Sumber: Suara Pembaruan
 

Presiden Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Berkelas

Presiden Jokowi Ingin Danau Toba Jadi Kawasan Wisata Berkelas
Beritasimalungun, Samosir-Presiden Joko Widodo menginginkan agar kawasan Danau Toba bisa menjadi kawasan wisata berkelas. Namun demikian, banyak hal yang masih harus diperbaiki sebelum danau vulkanik terbesar di dunia itu menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Hal tersebut disampaikan Presiden saat ia beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja meninjau Geosite Sipinsur di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, Senin, 29 Juli 2019. Presiden menyebut setidaknya ada 28 destinasi wisata yang bisa dikembangkan, baik yang memiliki sejarah, budaya, hingga pemandangan alam, di kawasan Danau Toba ini.

“Jadi begini, ini membutuhkan investasi besar, membutuhkan anggaran dari APBN juga besar sehingga kombinasi APBN dan investasi itulah yang saya kira bisa menggerakkan, benar-benar bisa terintegrasi, Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul memiliki kelas,” kata Presiden kepada para jurnalis seusai peninjauan.

Sebagai sebuah kawasan wisata terintegrasi, aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM) hingga membangun brand kawasan tersebut akan jadi fokus pemerintah. Termasuk membuat diferensiasi dengan kawasan wisata lainnya di Indonesia, seperti Bali dan Mandalika.

“Yang namanya terintegrasi itu semuanya, produknya, SDM-nya, kemasannya, membangun brand-nya, diferensiasinya apa dengan Bali, dengan Mandalika. Mesti harus seperti itu, harus ada diferensiasinya sehingga kalau datang ke Indonesia, ke Toba, oh masih kurang ke Bali, oh masih kurang ke Mandalika, karena ini memang beda-beda, membikin seperti itu,” ungkapnya.

Dalam rencana pengembangan Danau Toba ke depan, Presiden menegaskan, potensi wisata tidak hanya menjadi satu-satunya sorotan pemerintah. Isu lingkungan merupakan isu penting yang juga harus diperhatikan.

“Ya memang perbaikan itu, yang saya sampaikan, perbaikan produk itu tidak hanya urusan mengenai tempat untuk wisatanya, tetapi lingkungannya juga harus kita urus,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Presiden mengatakan izin perusahaan yang merusak lingkungan bisa dicabut. Pemerintah juga akan melihat dan memilah terlebih dahulu, mana kawasan yang dibutuhkan untuk wisata dan untuk rakyat, dan mana yang tidak.

“Perlu waktu, tidak langsung (sebut) siapa, mana. Kita ini bekerja dengan sebuah rancangan sehingga dalam pelaksanaannya itu betul-betul nanti bisa detail dan baik. Contoh ini coba yang di Parapat, sebelumnya tanah kosong, jadinya seperti ini. Existing sekarang ini, jadinya akan seperti ini. Sehingga kalau basic-nya sudah kelihatan, investasi dan peluang itu akan kelihatan, investasi akan masuk,” paparnya.

Rencana pengembangan pariwisata Danau Toba sendiri akan dimulai pada 2019 ini dan ditargetkan selesai dalam satu tahun ke depan. Adapun untuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang, sudah mulai dibangun terlebih dahulu sejak 2018 lalu.

“Tadi jalan keliling Samosir hanya kurang 21 kilometer. Itu sebagian sudah, hanya belum kita tunjukkan. Sudah mulai sebetulnya tahun kemarin, cuma belum ditunjukkan,” ujarnya.

Adapun untuk nilai investasi yang dikucurkan, Presiden menyebut dari APBN senilai Rp3,5 triliun. Investasi dari APBN ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk mendatangkan investasi dari luar yang jumlahnya tiga sampai lima kali lipat.

“Ini investasi dari APBN itu memberikan trigger agar investasi datang. Kita harapkan investasi yang datang tidak hanya 2 kali dari investasi yang dikeluarkan dari APBN, tetapi bisa 3, 4, 5 kali dari yang sudah dikeluarkan dari APBN. Itu semuanya akan kita dorong sehingga betul-betul ada perubahan total. Selain juga perbaikan lingkungan itu tadi yang ditanyakan, akan dikerjakan, tapi satu-satu,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat meninjau Geosite Sipinsur yaitu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.(*)


























Sumber: FB PDI Perjuangan




 

Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya