}); KJA di Haranggaol Terancam "Digulung" | BeritaSimalungun
Home » , , , , , » KJA di Haranggaol Terancam "Digulung"

KJA di Haranggaol Terancam "Digulung"

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 July 2019 | 08:08

Jokowi akan Cabut Izin Perusahaan Perusak Danau Toba
Sebanyak 320 Ton Ikan Keramba Jaring Apung di Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Sumut mati, pada 3 Mei 2016 lalu. Dok beritasimalungun.
Beritasimalungun-Keberadaan budidaya ikan dengan keramba jaring apung (KJA) di wilayah Danau Toba termasuk di Haranggaol, Tigaras terancam akan "digulung". Pasalnya limbah pakan KJA disinyalir sebagai “perusak” air Danau Toba dan mencemari lingkungan. KJA milik petani berdasi dan atas perusahaan akan ditertibkan segera oleh Pemerintah guna mengembangkan 28 destinasi wisata baru di wilayah Danau Toba.

Hal itu mencuat menyusul adanya pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengancam akan menutup keramba jaring apung (KJA) dan perusahaan yang merusak lingkungan di Kawasan Danau Toba.


Baca: Haranggaol Jadi Sentra Budidaya Ikan KJA

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan keterangan pers setelah tiba di objek wisata Geosite Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (30/7/2019).

“Terkait dengan rencana pemerintah untuk menertibkan keramba jaring apung dan perusahaan yang merusak di sekitar Danau Toba, apabila ditemukan perusahaan yang merusak lingkungan akan dicabut izinnya,” tegas Jokowi.

“Demikian dengan KJA di Danau Toba. Keramba mana yang akan ditertibkan, keramba yang tidak pro dengan rakyat. Akan dicari solusinya,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan, untuk membangun Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan. Secara detail Danau Toba memiliki 28 destinasi.

“Destinasi Danau Toba dilihat dari sisi airnya, alam, budaya dan sejarah,” kata Jokowi.

Dikatakan, infrastruktur jalan yang mengelilingi Kabupaten Samosir akan mendapat perhatian. Kemudian perbaikan lingkungan secara total, sehingga Danau Toba menjadi salah satu destinasi prioritas yang wajib dikunjungi.

Jokowi mengatakan, memperbaiki dan membangun Danau Toba menjadi tujuan wisata diperlukan investasi dengan pendanaan kombinasi APBN yang cukup besar, yang bergerak secara terintegrasi sehingga Danau Toba menjadi destinasi yang benar-benar berkelas.

Disebutkan, apabila basic Danau Toba sudah kelihatan, maka peluang investasi akan berdatangan. Pengerjaannya tetap dilaksanakan, direncanakan akan rampung pada Tahun 2020.(Berbagaisumber/Lee)
Penulis saat meninjau salah satu KJA di Haranggaol, 2 Mei 2011 lalu.

 
Penulis saat meninjau salah satu KJA di Haranggaol, 2 Mei 2011 lalu.
Share this article :

Post a Comment