}); Perantau Asal Simalungun Berikan Dukungan Kepada St Drs Maruli Wagner Damanik MAP | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Perantau Asal Simalungun Berikan Dukungan Kepada St Drs Maruli Wagner Damanik MAP

Perantau Asal Simalungun Berikan Dukungan Kepada St Drs Maruli Wagner Damanik MAP

Written By Beritasimalungun on Thursday, 11 July 2019 | 10:09

Teks Foto: “Tercatat 1 Juli 2019, saya resmi pensiun dengan menyandang status purnawirawan Polri. Sangat istimewa ketika mengakhiri status tersebut berada di tanah leluhur saya Simalungun. Lebih berkesan lagi, saya langsung mendapatkan gotong parhorja yang biasa dipakai para parhobas (pelayan) di Simalungun. Terimakasihku kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan dan dorongan buat saya untuk maju menjadi parhobas menuju Simalungun 1. Dari dukungan ini saya akan komit untuk tetap berkarya sekuat tenaga dan pikiran terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Simalungun,” ujar Wagner Damanik.
Beritasimalungun-Perantau asal Saribudolok di Jakarta memberikan dukungan kepada Irjen Pol (Purn) Drs Maruli Wagner Damanik MAP untuk maju sebagai calon Bupati Simalungun pada Pilbup Simalungun September 2020 mendatang. Bahkan perantau asal Simalungun lainnya memberikan dorongan dan apresiasi atas “turun gunungnya” seorang Jenderal untuk membangun tanah leluhurnya Simalungun.

“Perantau Saribudolok di Jakarta cukup tertarik dengan paparan singkat bang WD, perihal latar belakang munculnya niat memcalonkan diri menjadi Simalungun 1. INGIN MEMBERI ke tanoh hasusuran, tanah Leluhur Simalungun,” ujar Rijen Lamri Sinaga, perantau asal Saribudolok di Jakarta baru-baru ini.
Perantau asal Saribudolok di Jakarta bersama St Irjen Pol (Purn) Drs Maruli Wagner Damanik MAP.FB
Kemudian perantai asal Simalungun lainnya yakni Parhuta Sitorang juga memberikan respon positif terkait niat dan kerinduan Wagner Damanik maju di Pilbub Simalungun. 

“Kami tidak pernah lupa dengan beliau yang saat ini sudah Jenderal. Beliau pernah menjabat Kapolres Kutai Kaltim tahun 1999 hingga 2002 kalau ga lupa. Yang saat ini menjadi Kutai Kartanegara. Saya salah satu anak buah beliau yang saat itu berpangkat sersan atau Bripka. Yang paling saya tidak bisa lupa, kebetulan waktu itu saya sebagai penyidik,” kata Parhuta Sitorang. 
Keluarga St Irjen Pol (Purn) Drs Maruli Wagner Damanik MAP/ Br Purba Pakpak.FB

“Apabila ada perkara yang pengen beliau, pengen tau perkembangannya, beliau tidak perlu ke ruang rapat segala atau mempersiapkannya, diruangan mana saja ketemu langsung terjadi gelar perkara dengan sarana seadanya. Beliau duduk aja di kursi yang sehari-harinya tempat duduk anggota biasa dan ruangan tanpa pendingin. Beliau juga sangat menghargai pendapat anak buahnya walau pangkat sersan,” katanya. 

Parhuta Sitorang juga menilai Wagner Damanik punya karakter yang suka menolong kesulitan anggotanya. 

“Meski saat itu beliau seorang Kapolres, beliau tak pernah lupa peradapan dan peradatan orang Batak baik batak Toba maupun Simalungun. Kalau ada acara adat beliau juga menyempatkan diri untuk hadir bersama keluarga. Semoga saja Jenderal dan keluarga sehat selalu dan sukses dimanapun bertugas,” ujar Parhuta Sitorang lewat laman linimasa akun miliknya.

Sementara St Irjen Pol (Purn) Drs Maruli Wagner Damanik MAP secara resmi pada 5 Juli 2019 lalu mengumumkan lewat linimasa media social miliknya tentang memasuki pensiun.

“Tercatat 1 Juli 2019, saya resmi pensiun dengan menyandang status purnawirawan Polri. Sangat istimewa ketika mengakhiri status tersebut berada di tanah leluhur saya Simalungun. Lebih berkesan lagi, saya langsung mendapatkan gotong parhorja yang biasa dipakai para parhobas (pelayan) di Simalungun. Terimakasihku kepada masyarakat yang sudah memberikan dukungan dan dorongan buat saya untuk maju menjadi parhobas menuju Simalungun 1. Dari dukungan ini saya akan komit untuk tetap berkarya sekuat tenaga dan pikiran terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Simalungun,” ujar Wagner Damanik.

Pada 20 Juni 2019 lalu, Wagner Damanik juga menuliskan narasi keterpanggilan menjadi parhobas menuju Simalungun 1. 

“Pabila cinta memanggilmu, ikutilah dia walau jalannya berliku-liku. Dan, pabila sayapnya merangkummu, pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu,”  Kahlil Gibran.

Sebenarnya bukan hal yang mustahil bila kita mengamini apa kata R.A Kartini sebagai kata pamungkas yang berkomitmen dengan kata "AKU MAU". Mau berbuat, mau memberi, mau mengabdi dan bahkan mau berkorban karena cintalah yang memanggilnya.

Tidak perlu membangun opini untuk menjadi pribadi yang disenangi jika panggilan memberi dan mengabdi sudah menjadi jati diri. Banyak orang ingin memberi tapi tampil dengan sosok pengendali, banyak yang ingin perduli namun tujuan tak terdeteksi penuh dengan konsekuensi.

Ada datang dengan bersahaja namun penuh sandiwara yang hanya memperkaya dan menghamba. Apalah arti sebuah gelar yang diraih tanpa memberi berkat, apalah arti pangkat yang melekat namun tak terpahat di tempat yang tepat.

Hidup dilayani sudahlah basi, hidup disanjungi juga sudah tidak zamannya lagi. Saatnya untuk satukan energi demi terwujudnya hidup yang harmoni. Tak perlu kaya retorika namun miskin realita, ayo mari kita bangkit bersama bangun Simalungun yang kita cintai, karena "KEDATANGAN INI HANYA UNTUK MEMBERI BUKAN UNTUK MENGAMBIL".

Sementara, Joan Berlin Damanik, warga asal Haranggaol memberikan pendapat soal balon Bupati Simalungun Wagner Damanik yang sudah lama berbuat untuk Simalungun, khususnya bidang pendidikan.

“#Hasil Tidak Pernah MengkhianatiProses#. Selamat buat siswa-i YPPM Bimbel Gratis yang lulus masuk PTN jalur SBMPTN sebanyak 152 orang tersebar mulai dari Papua hingga Aceh. Total yang masuk PTN tahun ini sebanyak 235 orang (Jalur Undangan SNMPTN 83 orang, SBMPTN 152 orang) dari 400 orang siswa SMA Negeri + Swasta yang ada di Saribudolok, Tigarunggu, Dolok Pardamean, Sidamanik, Pematang Raya, Tigadolok, Parapat, Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Perdagangan dan Pematang Bandar. Terimakasih yang tak terhingga buat PTPN 4, Ganesha Operation dan teman-teman Pengurus YPPM. Mudah-mudahan program ini tetap berlanjut, sehingga generasi millenial Simalungun semakin banyak bisa menikmati pendidikan yang murah dan berkualitas. #SalamHabonarondoBona#,” tulis Joan berlin Damanik mengutip dari FB Wagner Damanik. (Asenk Lee Saragih)

Share this article :

Post a Comment