}); Stop Kompromi, Star Mengayomi | BeritaSimalungun
Home » , , » Stop Kompromi, Star Mengayomi

Stop Kompromi, Star Mengayomi

Written By Beritasimalungun on Sunday, 4 August 2019 | 09:31

Bakal calon (balon) Bupati Simalungun jalun Independen St Irjen Pol (Purn) Drs Maruli Wagner Damanik M.AP saat blusukan di Simalungun. Foto FB Relawan Wagner Damanik.
Beritasimalungun-Ingat, orang yang terikat kompromi jangan harap begitu bebas mengayomi karena pasti diawasi oleh hutang kompromi yang harus dilunasi. Percaya, orang yang bebas dari kompromi pasti akan lebih kreatif dan konstruktif dalam membangun langkah-langkah nurani mengayomi karena ia tidak terbebani utang kompromi.

Break All the Rules!

Masihkah kita ingat di jamannya Ahok disetiap proses rapat kerjanya selalu ia vidiokan untuk diviralkan. Apa artinya? Ia lebih bertanggungjawab kepada rakyat yang ia ayomi dengan sumpah jabatan daripada kepada aliansi komprominya. Bedakan saja dengan sekarang.

Imaji kita memang masih menguat untuk membenarkan pikiran kita bahwa dukungan politis masih dipandang akan segalanya. Padahal jika kita mau mulai dari pikiran kita untuk memulai sesuatu perubahan yang baru dan berbeda mungkin akan sangat mudah sekali kita untuk menjadi lebih baik.

Lantas apakah kita masih ragu melakukan perubahan pikiran kita dulu?

Stop Managing, Start Leading! Saatnya kita ajari rakyat untuk memilih siapapun yang terbaik walau ia dari jalur manapun karena itu akan menentukan kemakmuran daerah itu lima tahun kedepan.

Belajarlah dengan nurani dengan melihat periode-periode sebelumnya. Dimana partainya, kemana pemimpinnya!

Nah, mungkin ini saatnya kita keluar dari hal seperti itu yang bisa mengotori dan bahkan membodohi sehingga tidak terjadi perbaikan apa-apa.

Ya, independen! 
 
Jalur ini harus ditempuh jika harga kenyamanan kompromi tidak sebanding dengan nilai-nilai tulus mengayomi yang sesungguhnya itu yang harus dilakoni dengan murni.

Apakah kita yakin jika Ahok misalnya maju menjadi calon independen pilwabup Simalungun akan pasti menang? Belum tentu, tetapi jika, ya, maka 'break all the rules' membawa kita berpindah dengan cara berbeda untuk lebih mantap pula (differently, become great).

Ayo, kita buktikan bersama-sama, dukung yang berani 'melawan' kompromi politik yang jelas-jelas bisa menghambat jalannya roda mengayomi.

Masyarakat tidak butuh daya tarik kompromi politik tetapi akan tertarik jika terasa ada magnet mengayomi.

Pastikan pilihan itu memiliki catatan sikap dan perilaku yang cakap dalam komitmen, siap dalam ketersediaan, elegan dalam bermitra dan teladan pada nasihat. 'Keledai saja tidak mau jatuh pada lobang yang sama dua kali, apalagi kita manusia yang sudah diberi anugerah lebih ini.'

Dukung aliansi independensi demi negeri dan mari kita mulai dari pemilihan seorang bupati sudah terbukti rela mengayomi.(FB Relawan Wagner Damanik)
Share this article :

Post a Comment