. Pemerintah Pusat Belum Sikapi Soal Status KLB Kolera Babi di Sumut | BeritaSimalungun
Home » , , » Pemerintah Pusat Belum Sikapi Soal Status KLB Kolera Babi di Sumut

Pemerintah Pusat Belum Sikapi Soal Status KLB Kolera Babi di Sumut

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 November 2019 | 11:54

ILUSTRASI-TERNAK BABI. SIB
Medan, BS- Pemprov Sumut hingga kini masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat, terkait status kejadian luar biasa (KLB) kolera babi. Upaya yang bisa dilakukan Pemprov Sumut saat ini hanya melalui disinfektan dan mencegah perpindahan antarbabi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap mengatakan, persoalan baru saat ini sekaitan penyebaran hog cholera yakni perpindahan orang yang sudah masuk lingkungan yang terpapar wabah tersebut. Artinya, bagi orang yang memakan daging babi yang sudah terjangkit hog cholera, perpindahan dia ke tempat lain juga dapat menambah penyebaran wabah itu.

"Misalkan dia makan atau buang air besar di satu tempat, limbah kotoran dia itu bisa pindah ke situ. Karena daging (terserang hog cholera) yang dikonsumsi manusia, ketika dia buang kotoran, virusnya hidup selama 140 hari (dalam kotorannya). Jadi bisa tersebar juga melalui itu," katanya menjawab wartawan, Jumat (29/11/2019).

Pihaknya masih konsen soal perpindahan babi antar desa, antar kecamatan sampai antar wilayah. "Namun di satu sisi, tidak bisa kita mencegah perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain. Ditambah lagi ada acara-acara adat dan lain sebagainya, tidak mungkinlah itu kita larang," katanya.

Dia juga menegaskan vaksin dan obat akibat wabah ini sudah tidak ada. Begitupun kepada kelompok peternak, pihaknya hanya bisa himbau untuk menjaga lingkungan peternakannya tetap bersih dan steril. 

Saat disinggung sudah berapa kabupaten dan kota terserang kolera babi di Sumut, dia menyebut 14 daerah. Bahkan kasus kematian 33 ekor babi akibat kolera babi yang baru-baru ini terjadi di Simalungun, diakuinya bahwa pihaknya belum lakukan penelitian.

"Itu belum diteliti apakah hog cholera atau bukan. Baru tadi laporannya itu. Dan untuk status KLB, yang berhak menyatakan itu adalah menteri. Karena pak gubernur sudah melaporkan ke menteri sesuai hasil penelitian dan laboratorium tentang hog cholera dan tinggal menteri serta ahli-ahlinya kan ada di pusat," katanya.

Dia menambahkan mengenai pembiayaan ataupun ganti rugi yang disuarakan para peternak, sampai kini belum ada pembahasan ke arah sana. Dan saat ini disebut dia sudah ada 14 ribu ekor lebih babi yang mati di Sumut.(BS-SIB) 
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.