. Parantau Gelisah Melihat Aktivitas "Spearfishing" di Danau Toba | BeritaSimalungun
Home » , , » Parantau Gelisah Melihat Aktivitas "Spearfishing" di Danau Toba

Parantau Gelisah Melihat Aktivitas "Spearfishing" di Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Saturday, 28 December 2019 | 13:33

Menembak Ikan di Danau Toba-Kolase Youtube
Haranggaol, BS-Aksi spearfishing "menembak ikan dengan menyelam" di Danau Toba kini mulai membuat gelisah warga Pesisir Danau Toba. Pasalnya warga yang sebelumnya mencari ikan dengan cara memancing dan "mardaoton" jala sudah jarang dapat.

Hal ini sejak munculnya banyak Spearfishing di Danau Toba. Bahkan 8 tahun lalu, pelaku Spearfishing di Haranggaol diusir warga karena ikan mas indukan ukuran 50Kg ditembak oleh Spearfishing.

Padahal saat ikan mas warna merah ukuran 50Kg itu muncul, ribuan pengikutnya ikut. Sehingga warga memancing dan menjala yang gerembolan pengikut ikan mas 50Kg tersebut. 

Akibat perilaku Spearfishing di Danau Toba Haranggaol itu, warga marah dan melarangya untuk beraktifitas di Danau Toba Haranggaol. 

"Saya kurang setuju dengan memburu ikan seperti ini, emenmbak dengan menyelam. Saya lebih suka cara tradisional mancing, Daoton (Jala) atau Bubu. Saya anak dan dibesarkan di Danau Toba Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Warga Hutaimbaru melarang para Spearfishing di Hutaimbaru sekitarnya. Karena banyak pendatang Spearfishing memburu ikan di Danau Toba," ujar Rosenman Saragih, warga Hutaimbaru yang kini merantai di Kota Jambi.(BS-Asenk Lee)
Ikan Hasil Spearfishing di Haranggaol kembali lagi muncul setelah 8 tahun lalu dilarang warga. Foto FB Darma Purba.
Ikan Hasil Spearfishing di Haranggaol kembali lagi muncul setelah 8 tahun lalu dilarang warga. Foto FB Darma Purba.
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.