. ."CINTA TANPA SYARAT" | BeritaSimalungun
Home » , » ."CINTA TANPA SYARAT"

."CINTA TANPA SYARAT"

Written By Beritasimalungun on Monday, 6 January 2020 | 10:51

Oni dan Bio lagi cerita cinta.FB 
Oleh: Anita Martha Hutagalung

Beritasimalungun-Karena Oni sering jadi "tong sampah". Tempat menampung segala curhatan. Aku jadi menyimpulkan , menurut Oni. Kita belum belajar bagaimana caranya mencintai diri sendiri.
Ya...kita sulit mencintai diri sendiri.

Mengapa dalam budaya kita, kita selalu mengorbankan diri sendiri untuk orang lain? Dan menganggap ini kebaikan? Mengapa kita lebih kritis, dan menghukum diri sendiri lebih dari siapapun?

Alasannya cuma satu: Kita belum belajar bagaimana mencintai diri sendiri. Kalau kita merasa sulit untuk mengatakan pd orang lain
" Hatiku selalu terbuka untukmu" maka akan jauh lebih sulit untuk mengatakan itu pada dirimu sendiri.

Mencintai diri sendiri ini dinamakan : Pemaafan, berdamai dengan diri sendiri.

Jika kita berani mengatakan kata-kata itu kepada diri kita sendiri, dengan sejujurnya dari relung hati, bukan hanya main-main....
Barulah kita dapat mencintai orang lain dengan tulus tanpa syarat..tak lebih dan tak kurang.

Dan harap di ingat ! Kita tak perlu menjadi sempurna terlebih dahulu, untuk bisa mencintai. Kita tak mungkin tanpa kesalahan..untuk belajar mencintai diri sendiri. Tanpa syarat.

Aku sering mendengar kata-kata ini. "Biarlah aku menderita asalkan kau bahagia". Isssh.....sinetron bangat. Taik kucing itu semua. Oni berani taruhan , orang yang sama disisi lain akan mengatakan , "Kemana akan kucari bahagia itu?" 

Gak usah sok keras jadi orang, kalau kau mau nangis ya nangis aja.
Gak usah sok kuat , kalau kau merasa sedih ya sedih aja. Gak usah sok bijaksana jadi orang, kalau mau marah ya marah aja , tapi jangan marah-marah.

"Lepaskan" apa yang pantas kamu lepaskan. Agar hatimu memperoleh kelegaan. Hati adalah tempat terdalam dan terluas melebihi samudera.

Tapi kalau kau menyimpan amarah, sakit hati, dendam, kesedihan , iri hati , sirik , duka lara, ketakutan, khawatir dll. Itu bagaikan virus
Maka hatimu akan mendadak menciut.

Dan jangan heran kalau kau sering merasa dadamu sesak , tensi tak normal. Kepala sering pusing sebelah , maag kumat, asam lambung meningkat, tidur tak lena , berak tak lancar.

Hmmm....berobat dan makan obat menjadi rutinitas. Agar ada kekuatan buat jalan-jalan kemana suka. Nongkrong bersama teman untuk tertawa-tawa mencari kesenangan. Sayang kesenangan yang kau dapat hanya sesaat.

Lepaskanlah apa yang patut kamu lepaskan. Buanglah apa yang patut kamu buang. Kenapa kamu kayak emak-emak kebanyakan, yang rajin menyimpan segala rongsokan di gudang , dibuang sayang.

Membuat sesak ruang, pengap, malah jadi sarang kecoa dan tikus.
Coba kalau semua itu dibuang. Maka ruang hatimu jadi bersih dan lapang. Udara segar dan cahaya mentari pagipun menghangatkan.

Isilah ruang hatimu dengan cinta , kasih sayang, kemesraan, kelembutan, suka cita. Itu juga seperti virus. Pendar-pendarnya akan menular , merasuki orang-orang disekitarmu Hanya cinta yang dapat mengobati luka hati karena cinta.

Belajarlah mencintai dirimu sendiri. Karena kamu berharga. Jangan harap orang akan menghargaimu, kalau kamu sendiri tak menghargai dirimu. Bagaimana mungkin orang lain akan mencintaimu. Kalau kamu sendiri tak mencintai dirimu.

Jangan pernah katakan lagi: Biarlah aku menderita asalkan kau bahagia. Tapi katakanlah; Biarlah aku bahagia agar bisa membahagikanmu.

Mencintai diri sendiri adalah mutlak. Cinta tanpa syarat. Oni memang kek gitu orangnya.(***)
Share this article :

Post a comment