}); Kedai Kopi, Ada “Perempuannya” | BeritaSimalungun
Home » , » Kedai Kopi, Ada “Perempuannya”

Kedai Kopi, Ada “Perempuannya”

Written By Beritasimalungun on Monday, 17 February 2020 | 17:39

Usaha kedai kopi menjamur sekarang ini tetapi anehnya ada dua kedai kopi dijalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. Satu di depan mess TD Pardede disamping kantor pegadaian, satunya lagi di dekat lampu merah makam pahlawan hanya kedok. (Foto Didik J/BS)
Pematangsiantar, BS-Usaha kedai kopi menjamur sekarang ini tetapi anehnya ada dua kedai kopi dijalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. Satu di depan mess TD Pardede disamping kantor pegadaian, satunya lagi di dekat lampu merah makam pahlawan hanya kedok. 

Dikedua kedai kopi tersebut ada perempuan untuk menemani pelanggan yang minum dan berpakaian juga kurang pantas layaknya seorang pramusaji.

Seorang warga ketika ditanyain jurnalis Beritasimalungun.com, G Damanik (45) warga jalan Linggarjati, Pematangsiantar, Senin (17/02/2020). Damanik menduga usaha itu hanya kedok untuk mengelabui pihak berwenang bahwa usahanya tersebut melakukan kegiatan ilegal.

“Dari dulu ada pengusahanya bermarga Turnip tetapi sudah meninggal. Dia cerita bahwa dia mendapat keuntungan dari menyewakan kamar dilantai dua untuk dipakai oleh  perempuan dan peminumnya. Tentang besarannya bayaran sewanya  aku  tidak tahu, aku juga heran usaha itu sudah lama beroperasi dan pengusahanya juga sudah silih berganti tetapi tidak pernah ditindak oleh pihak yang berwenang,” ungkapnya.

Jurnailis Beritasimalungun.com langsung terjun ke lokasi dan memantau kegiatan yang ada di kedai kopi tersebut dan menemui pengelola kedai kopi tersebut yang bernama Susi.

Perempuan berusia limapuluhan ini mengaku sudah lama menggeluti usaha kedai kopi dan Susi juga mengaku bahwa kedainya hanya buka pagi hari sampai sore. 

“Sekarang sepi bang, lebih rame ditempat sebelah dan orang ini sambil menunjuk ada 3 orang perempuan berusia 30 tahunan aja tidak bekerja dari semalam, pendapatan kita sedikit,”ungkapnya.

Ketika ditanya bekerja apa, Susi hanya tersenyum memandang ketiga perempuan tersebut    dan tidak memberi jawaban.(JP-Didik J) 
Share this article :

Post a comment