}); Efek Covid-19, Harga Jahe Merah di Balige Tembus Rp 80 Ribu per Kg | BeritaSimalungun
Home » , , » Efek Covid-19, Harga Jahe Merah di Balige Tembus Rp 80 Ribu per Kg

Efek Covid-19, Harga Jahe Merah di Balige Tembus Rp 80 Ribu per Kg

Written By Beritasimalungun on Saturday, 21 March 2020 | 08:38

Jahe Merah. (IST)
Balige, BS-Harga jahe merah di Pasar Tradisional Balige Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara melonjak hingga Rp 80 Ribu/Kg. Sebelumnya jahe merah hanya Rp 15.000/Kg. Lonjakan harga ini baru pertama kali terjadi sejak lima tahun terakhir.

Harga kebutuhan pokok lainnya juga naik mulai naik seperti pada saat hari pekan, Jumat (20/3/2020).

Satu dari pedagang Ompung Varel Marbun (52) mengakui kenaikan harga-harga tersebut terjadi sejak semingu belakangan.

"Sudah seminggu terakhir ini harga-harga naik," ujar Ompung Varel.

Adapun jenis dagangan yang paling terasa kenaikannya adalah jahe.

Menutur Ompung Varel, kenaikan jahe itu diakibatkan kabar mengonsumsi jahe merah dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kebal terhadap virus Covid-19 (corona).

Kenaikan harga jahe merah tak tanggung-tanggung, kini mencapai 80.000 per kilogram. Lonjakan harga ini baru pertama kali terjadi sejak lima tahun terakhir.

Bukan saja jahe merah, jahe putih juga ikut naik. Jika sebelumnya dijual Rp 25.000 kini naik menjadi Rp 40.000 per kilogram.

"Temulawak juga naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga akan terus meningkat, apalagi stok jahe baik jenis jahe merah atau pun jahe putih sedikit pada petani.

“Kabarnya, jahe merah kualitas yang paling bagus itu malah dikirim ke daerah lain dan stoknya hanya sedikit. Inipun kita hanya dapat 2 kilo saja untuk kita jual ecer,” tambah Ompung Varel pada keterangannya.

Selain jahe, ada pun yang mengalami kenaikan adalah gula pasir dan telur ayam. Sebelumnya gula pasir seharga Rp 14.000 per kilogram dan naik menjadi Rp 18.000 perkilogram serta dan telur dari harga Rp 38.000 naik menjadi Rp 44.000 untuk satu papan.

Sembako lainnya beras, minyak makan, bawang putih, bawang merah, ikan, dan sayuran cukup stabil.

"Masih stabil," timpal Mak Loy Tambunan pedagang mie gomak (49).

“Sudah seminggu harga gula naik, sepertinya ini dampak dari corona,” ujar Mak Loy.

Terpantau, meski sedang bertepatan dengan hari pekan Pasar Balige terlihat sepi pasca dikeluarkannya imbauan untuk menghindari keramaian oleh Bupati Toba, Darwin siagian. Interaksi pedagang dengan pembeli jarang terlihat.(BS/Tribunnews.com)
Share this article :

Post a comment