}); "Mungkin Ada dan Pasti Ada" | BeritaSimalungun
Home » , , » "Mungkin Ada dan Pasti Ada"

"Mungkin Ada dan Pasti Ada"

Written By Beritasimalungun on Monday, 30 March 2020 | 08:38

Kolase FB

Oleh: Pdt Renny Damanik

Beritasimalungun-Saat ini aku dirumahkan, dan bersyukur memang masih bisa di rumahkan, karena mungkin juga selama ini kita tidak pernah bersama dalam rumah kita dengan keluarga karena kesibukan masing masing, mengejar yang tak pasti dan yang pasti, maka saat nya di rumah.

Saat ini juga banyak yang bosan di rumah, tapi sewaktu bekerja ingin di rumah, saat di rumah ingin bekerja. Serba salah memang.

Saat ini saat di rumahkan, banyak juga yang membuat kreativitas dengan hobby masing masing. Senang melihatnya, bisa muncul ide ide kreatif. Bernyanyi dengan kelompok, dengan menerima tantangan, penasaran dan lain lain.

Saat ini memang kita banyak menerima penjelasan dan berita tentang Covid-19, yang menambah iman dan menambah kepanikan.

Sehingga para orang tua yang anaknya jauh disana, ada yang suruh pulang dan bersedia ODP selama 14 hari asal bersama, tapi ada juga menyiarkan anaknya stay di tempat masing masing.

Saat ini, Buah buahan pun melonjak harganya, kita senang petani beruntung, dan masker pun mahal bahkan kadang tidak ada untuk di beli, dan muncul ide kreatif menjahit masker dengan sederhana.

Saat ini dalam situasi mencekam, kita juga jadi berhikmat dan makin bijak dan smart berpikir dalam menghadapi situasi ini.

Bagi kita, yang mempunyai sedikit lebih banyak dari mereka dan juga lebih banyak dari mereka, marilah kita saling memperhatikan.

Mungkin di samping rumah kita, atau, di sekitar kita, di sektor kita, segereja kita, lingkungan kita, di tumpuan sa huta, samarga, sekampung, sesekolah, bahkan orang orang yg serabutan, harian, tukang beca, gojek, cleaning service, partiga tiga di pinggir jalan, parombou, par musik, supir, kenek, PRT, tukang sorong, dll.

MEREKA juga kerakutan, kuatir, sesak nafas, frustrasi, sakit bukan karena terkena VIRUS CORONA 19 tetapi karena sulitnya kehidupan ekonomi yang mereka hadapi. Mereka tdk tahu mengadu pada siapa, mau berbuat apa, dan sampai kapan.

Mereka adalah saudara kita, sahabat kita, yang merindukan uluran tangan kita, mereka MUNGKIN ADA DISEKITAR KITA DAN PASTI ADA. Kalaupun kita disuruh jaga jarak, namun hati kita tidak jaga jarak, bahkan uluran tangan kita semakin di dekatkan bukan dijauhkan. "Edisi Jauh tapi Dekat".(*)
Share this article :

Post a comment