. RDP Komisi I DPRD Siantar Dengan Dinas Kesehatan | BeritaSimalungun
Home » , , » RDP Komisi I DPRD Siantar Dengan Dinas Kesehatan

RDP Komisi I DPRD Siantar Dengan Dinas Kesehatan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 19 March 2020 | 17:48

Jumlah Yang Brangkat ke Denpasar Berjumlah Bukan 27 Orang Saja
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Siantar Dengan Dinas Kesehatan Pemko Siantar di Ruang Komisi I  Gedung DPRD Siantar,  Kamis (19/03/2020).(Foto Didik J)
Pematangsiantar, BS-Anggota DPRD Siantar, Baren Alijoyo Purba merasa heran dengan pernyataan Dinkes Pematangsiantar kepada media yang mengatakan 27 orang anggota DPRD Siantar dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP). Padahal yang berangkat ke Denpasar dalam beberapa waktu yang lalu berjumlah 38 orang terdiri dari 27 anggota DPRD  selebihnya staff.

Hal ini diungkapkan oleh Baren sewaktu dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Siantar Dengan Dinas Kesehatan Pemko Siantar di Ruang Komisi I  Gedung DPRD Siantar,  Kamis (19/03/2020).

“Kenapa hanya yang 27 orang saja yang diberitakan ODP kenapa staff kami tidak tentu ini sangat bermuatan politis,sangat kental bermuatan politis  untuk menjatuhkan citra DPRD Siantar seolah-olah kami penyebar virus di siantar,”  ucap Baren Purba. 

Sementara dalam RDP tersebut hadir anggota DPRD Siantar dari Komisi III yaitu Astronot Nainggolan dimana Astronot mengatakan bahwa dirinya hadir karena termasuk dalam 27 orang ODP yang ditetapkan oleh Dinas kesehatan Pematangsiantar.
Astronot Nainggolan.
“Yang dilakukan Dinkes adalah pembunuhan karakter dimana  hanya orang yang bepergian ke Bali yang dimasukan dalam ODP. Padahal Bali bukan daerah pendemi Covid-19 ,yang menjadi Pendemi itu adalah Jakarta,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pematangsiantar dr Ronal Saragih didampingi Kabid dan staff  pada kesempatan itu mengatakan bahwa semua orang yang bepergian keadaerah yang terjangkiti covid-19 kita pantau, baik yang keluar dari bandara bahkan puskesmas  dan klinik yang ada di Siantar. “Kita minta untuk mencatat atau mendata orang-orang yang mempunyai keluhan seperti gejala covid-19,” katanya.(Didi J)

Share this article :

Post a comment