. "Demi Kebahagian Kalian Berdua, Aku Harus Begini" | BeritaSimalungun
Home » , » "Demi Kebahagian Kalian Berdua, Aku Harus Begini"

"Demi Kebahagian Kalian Berdua, Aku Harus Begini"

Written By Beritasimalungun on Saturday, 11 April 2020 | 18:59

"Demi Kebahagian Kalian Berdua, Aku Harus Begini"
Oleh: Pdt Renny Damanik

Beritasimalungun-Udangan sudah dijalankan. Semua sudah dipersiapkan dan sudah selesai perjanjian nikah 19 Maret 2020 lalu. Namun pernikahan tertunda karena Covid ini. 

Lalu teleponpun selalu berdering, untuk bertanya, kek mananya inang pdt pemberkatan nikah itu, jadinya? Akupun bingung menjawab.

Apalah mau kubilang, peraturan pemerintah dan gereja social distancing, harus pakei masker, tidak boleh berkerumun, tidak boleh salaman, dll. 

Maka ditundalah pernikahannya. Setelah itu berdering lagi telepon, mengatakan, kek mananya? Akhhh akupun jadi terganggu dan kurasakan juga rasa mereka, satu Pekanbaru, satu arah Sibolga sana.

Entah dimana-namanya lupa aku. Apalagi setelah ketauan yang positif covid di Kecamatan Masagal ditambah berita TV Efarina yang positif di Raya dan di RS Rondahaim, makin kuatir lah aku.

Jika kubilang iya pemberkatan, situasi mencekam. Kubilang tidak, mereka juga yang sudah marpadan gelisah kapan saya suami isteri sementara si covid tidak tahu kapan pulang ke kampungnya.

Karena sicovid suka jalan-jalan dan ramah. Akhhhh.... Pusing kepalaku, tidak bisa tidur aku, dan aku pun takut, ntah pengantin ini kemana-mana selama ini aku tidak tahu. 

Setelah kutanya, di kampung aja katanya, dan bersedia hanya 10 orang di gereja? Mereka bersedia dan akhirnya dilaksanakan hari ini (Sabtu 11 April 2020). Sesuai anjuran pemerintah dan gugus depan harus jaga jarak, masker dan sarung tangan.

Ku lakukanlah itu, masker, sarung tangan. Agaaaaa... Mokkap, kabut kaca mataku, sesak nafas karena sulit berbafas. Tanganku keringatan karena sarung tangan.

Kadang aku sulit baca agendaku, akhirnya aku nekat buka masker waktu membaca agenda dan waktu kotbah. Aku pun berdoa dalam doa. 

Saat pemberkatan nikah, dan mereka berjabat tangan, aku pakei masker dan sarung tangan, karena aku harus pegang tangannya dan kami harus dekat.

Tidak mungkin aku jarak jauh, gimana pegang tangannya, dan memberkati meletakkan tangan di kepalanya dan menjamah tangan untuk berdiri dari marsinggang? 

Tidak mungkin pakei tongsis dan alat pembantu lainnya, aihhhh. Doaku...ulang tarbador au Tuhan, nanti orang bilang patengtengon, nekat,... Bla... Bla... . Akhirnya selesailah acara pemberkatan.

Satu lagi photo pengantin dan pdt, tanpa ku suruh, seperti di photo ini malah mereka sendiri mengambil jarak, setelah ku lihat photo ini baru aku sadar. Ya ampun.

Gara-gara si covid ini. Covid bisa memisahkan dan mengubah segala tatatan kehidupan, tapi Covid tidak dapat nemisahkan mereka dan mereka tetap dlm kasih dan saling mengasihi.

Terakhir yang serunya yang ini loh, akhirnya Dayok Na Binatur di kasih kepada pdt, vik n PMJ, di gereja oleh pengantin, ini belum pernah terjadi seumur hidup di GKPS.

Dan karena si covid Ayam Na Binatur iondoskon di gereja, luar biasa ya. Makasih atas pengalaman ini dan sejarah dalam pelayananku juga dalam Rumah tangga nasiam nanti kalau si covid pergi kita akan pesta besar, mengucap syukur pada Tuhan, atas pemberkatan nikah ini.

Biaya nikah selama si covid ada, murah tanpa biaya komsumsi besar, sound system, keyboard, biduan, ....bla.. Bla.. Bla... tetapi tidak mengurangi makna. Ibadahpun tetap sesuai liturgi GKPS, tidak ada yang dipersingkat. Demikan laporan hari ini.JBU. Horas Horas Horas.(*)
  







Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.