}); Merayakan Kebersamaan Dengan Mandurung Ikan | BeritaSimalungun
Home » , » Merayakan Kebersamaan Dengan Mandurung Ikan

Merayakan Kebersamaan Dengan Mandurung Ikan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 2 July 2020 | 18:23


Merayakan Kebersamaan Dengan Mandurung Ikan.

Oleh: Pdt Defri Judika Purba

Beritasimalungun-Setelah aksi diakonia tahap pertama selesai (pasar murah dan konseling doa), kami Fulltimer GKPS Distrik II pun sedikit relaksasi sebelum lanjut ke tahap diakonia selanjutnya.

Seminggu yang lewat kami ke Desa Ramania dan Sindar Raya untuk menikmati buah durian dan rambutan yang mulai musim disana. 

Walau saya tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga, dari dokumentasi perjalanan teman-teman kesana, saya sudah bisa membayangkan serunya perjalanan mereka. 

Melewati Desa Bah Pasunsang dengan Bukit Simarsolpah yang berdiri anggun dan megah. Naik mobil pick up lengkap dengan tenda untuk antisipasi hujan.Katanya mereka singgah di Sindar Raya untuk makan miso.

Semalam kami bersama lagi merayakan kebersamaan. Kali ini kami ke Huta Dolog. Huta Dolog ini adalah salah satu pagaran dari GKPS Resort Buah Bolon. Perjalanan ke tempat ini ditempuh dari Simpang Merek Raya arah ke Huta Limag.

Pilihan kebersamaan kami adalah menangkap ikan di kolam (mandurung). Ada ikan mas dan ikan nila. Untuk memeriahkan acara, keluarga juga ikut serta. Acara ini juga sekalian silaturahmi keluarga full timer agar saling mengenal.

Setelah kolam agak kering, kami pun berlomba menangkap ikan. Ikan yang mau ditangkap pun tidak rela kami tangkap. Mereka pun berenang kesana kemari. 

Tidak mau kalah strategi, kami pun berusaha lebih sungguh-sungguh lagi, tidak mau dikadalin ikan. Kami mengambil jaring dan berjalan bersama menggiring ikan ke pojok kolam. Beberapa dari mereka akhirnya menyerah dan tertangkap. Ikan yang ditangkap pun diserahkan kepada tim memanggang .

Menangkap ikan pun bertambah seru ketika hujan mulai turun. Tidak peduli dengan hujan, kami pun semakin gencar menangkap ikan, apalagi air di kolam semakin sedikit. 

Punggung ikan sudah mulai kelihatan. Keluarga di pinggir kolam pun memberi semangat dengan berteriak-teriak. Anak saya Remiel pun, tidak mau kalah. Dia masuk ke dalam kolam mengambil kepah.

Perayaan kebersamaan itu pun selesai sudah ketika jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Kami pun pulang membawa ingatan dan kenangan kebersamaan dan tidak ketinggalan lengkap dengan ikan segar untuk dibawa masing-masing. Bahapal Raya, 02 Juli 2020. (*)







Share this article :

Post a comment