. Rumah Langit | BeritaSimalungun

Rumah Langit

Written By Beritasimalungun on Thursday, 26 November 2020 | 08:14


Anita Martha Hutagalung. (FB)

Oleh: Anita Martha Hutagalung

Simalungun-Ceritanya Oni punya hutang Rp 25.300 sama Boss Lebay si Togu Simorangkir. Karena kemarin aku sok-sok'an belanja di gerobak sayur Tomato Farmart di Jln Sutomo Siantar. Oni beli pepaya organik 2 biji lewat pesan Whatsapp lewat HP si Elfrida Sinaga Bonar. Tapi aku lupa ambil pepayanya.
Dan lupa juga bayarnya .

Jadi tadi sore Oni ajaklah Oty Novita Metty Purba dan Mardi Purba Dasuha ke Rumah Langit. Di Jln Ragi Pane Pematang Siantar. Menemui Togu untuk bayar hutang sambil ngopi ngopi santai.

Rumah Langit itu adalah rumah singgah untuk Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) dan Homeless alias gelandangan. Tapi jangan kalian sangka si Togu itu ODGJ yaa. Togu itu cuma ada balingnya aja, sama kayak Oni. Cuma belum parah, Jadi masih bisalah kami berobat jalan.

Lha... Trus kalok si Togu bukan ODGJ , ngapain dia ada di Rumah Langit? Ya iyalah.. Orang dia pemrakarsa berdirinya RL Saat aku nyampe di RL lagi rame tuh sedang diskusi tentang kegiatan penghuni rumah langit. Dan bagaimana masa depan penghuninya.

Ada Pengacara, relawan, simpatisan dan ODGJ Kami semua duduk satu meja, ada teh manis kopi dan sekaleng roti Bang Toyib. Kami menyatu tanpa perbedaan. Semua ikut terlibat dalam diskusi. Karenanya gak heran pembicaraan yang nyata dan yang halu bercampur baur. Hanya orang-orang yang "beriman" yang paham.

Oni ketemu dengan mbak Nilawati ODGJ. Yang katanya jatuh dari pesawat Buraq. Penumpang lain mati semua, termasuk kak Nila. Dan dia mengaku hidup kembali. Sukaknya lah situ yaaa. Awal iya-iyakan aja ceritanya. Tapi kak Nila pande bikin kueh dan bikin alis.

Ada juga Jefry Sirait yang dulunya ODGJ tapi sekarang sudah sembuh dan bekerja sebagai CS di Medan. Jefry berbagi pengalaman bagaimana dia awalnya sebelum sakit jiwa adalah seorang guru SD. Akhirnya resign jadi guru karena sudah bulak balik keluar masuk RSJ. Sampai akhirnya sembuh, bisa bekerja dan berpenghasilan.

Ada juga kak Vera penghuni RL yang baru berusia 20 tahun. Selain ODGJ ada juga penghuni yang waras jiwanya tapi tak punya rumah. Pak Silalahi yang Oni perhatikan lagi asik menyapu halaman rumah. Rajin banget dia. Halaman RL bersih ditanami macam2 tanaman, ada sereh, kacang tanah dll.

Oni salut dan respect pada ito Togu yang tersesat dijalan yang benar. Yang tetap bergembira di jalan sunyi. Oni sangat tertarik dengan konsep Rumah Langit. Yang hanya mengurus orang-orang yang tak punya keluarga.

Kalau ODGJ faktanya diketahui punya keluarga maka mereka menolak. Biar dibayar berapa juga mereka gak mau. RL memperlakukan ODGJ seperti layaknya keluarga sendiri. Oni berharap Rumah Langit tak bertahan lama. Karena jika 5 Tahun ke depan Rumah Langit masih ada. Artinya Pemerintah gagal melaksanakan apa yang termaktub dalam UUD 45 pasal 34:1 Bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara.

Oni tak lama di Rumah Langit itu. Karena lama-lama ngobrol dengan orang-orang di Rumah Langit. Jadi macam lebih waras kutengok ODGJ itu dari Oni. Terpaksa awak cepat-cepat pulang. Biar gak ketauan. Oni memang kek gitu orangnya. (Penulis Pegiat Medsos)
Share this article :

Post a comment