. Fakta Banjir Kota Medan Terparah Sejak 20 Tahun Terakhir | BeritaSimalungun
Home » , , » Fakta Banjir Kota Medan Terparah Sejak 20 Tahun Terakhir

Fakta Banjir Kota Medan Terparah Sejak 20 Tahun Terakhir

Written By Beritasimalungun on Saturday, 5 December 2020 | 17:45


Medan, BS-
Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) sekitarnya sejak pada Kamis (3/12/2020) menyebabkan air Sungai Sunggal yang menjadi pembatas antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter lebih.

Menurut kesaksian warga Kampung Lalang, Kota Medan, air mulai naik sejak Jumat (4/12/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu, sudah ada warga yang mulai mengevakuasi barang-barangnya, namun ada juga warga yang masih berada di rumah. “Sekitar pukul 04.00 WIB, air langsung tinggi hingga satu meter lebih," katanya. Bahkan ada warga meminta pertolongan dari atap rumah dengan melakukan siaran langsung facebook.

Melihat dari ketinggian air kali ini, warga setempat mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 20 tahun lalu. Sebelumnya, banjir hingga setinggi kurang lebih 1 meter pernah terjadi pada tahun 2001. “Bisa dibilang, ini paling parah. Terhitung hampir 20 tahun lalu, ini paling parah," katanya.

Sementara menurut data Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Medan, banjir kali ini sampai saat ini menelan 2 korban jiwa. Sementara 4 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

"Dari jumlah 6 orang tersebut hilang karena terseret arus banjir. Rinciannya, 5 orang dewasa dan 1 balita," kata Sekretaris BPBD Kota Medan, Nurly.

BPBD dan SAR masih terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Medan.

Nurly menambahkan, dari 4 lokasi banjir kali ini, petugas telah berhasil mengevakuasi 186 jiwa, yakni anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa, dan lansia 26 jiwa. Sementara itu, menurut data, sampai saat ini setidaknya 2.773 rumah terendam, mencakup 1983 KK dan 5.965 jiwa.

Data tersebut didapat dari 7 Kecamatan dan 13 Kelurahan, antara lain Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah, dan Medan Polonia.

Gubsu Tinjau Banjir

Sementara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi perumahan yang terdampak banjir di Tanjung Selamat, Sunggal, Deli Serdang, Jumat (4/12/2020). Dia memastikan bencana itu menyebabkan sekurangnya 3 orang meninggal dunia dan 3 lainnya hilang.

"Sejauh ini, ada korban 6 orang. Tiga sudah ditemukan meninggal dunia, dan tiga lagi masih belum (ditemukan). Kita doakan semoga masyarakat dalam kondisi baik," katanya.

Mantan Pangkostrad ini meminta personel TNI/Polri serta Basarnas terus siaga dan mencari korban yang kemungkinan terseret air saat banjir yang melanda kawasan tersebut.

"Petugas nanti akan membantu membersihkan rumah. Apabila nanti malam ada hujan yang begitu deras (banjir susulan), bapak-bapak jangan tinggal di rumah. Pindah ke tempat yang aman, kunci pintunya (rumah). Ibu-ibu dan anak-anak biar di sini (posko pengungsian). Sudah disiapkan dapur dan makan. Air bersih juga akan datang," ujarnya.

Ada dua lokasi penampungan sementara untuk warga korban banjir, yakni Balai Desa Tanjung Selamat dan Markas Arhanudse Tanjung Selamat. Edy mengingatkan, petugas penanggulangan bencana untuk memperhatikan kapasitas dan kelayakan fasilitas pendukung seperti sanitasi, MCK hingga pelayanan kesehatan bagi warga.

Selain meninjau warga dan pengungsian korban banjir, Edy juga melihat ketinggian air sungai yang kini sudah berangsur surut. Dia bersama Bupati Deli Serdang, Ashari Tambunan, dan Kepala BWS Sumatera II, Maman Noprayamin, melihat perubahan alur Sungai Belawan yang direkayasa untuk kepentingan pembangunan rumah.

"Ada rekayasa sungai yang tidak profesional. Saya bersama BWS menyaksikan secara pasti, Sungai Belawan ini sifatnya seperti huruf C, tetapi saya lihat ada sungai yang dimatikan. Kita akan fungsikan kembali," tegasnya.

Kondisi sungai saat ini, dia menerangkan, telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Pemprov Sumut bersama instansi terkait akan melakukan upaya normalisasi. "Untuk tanggul yang jebol, segera kita sampaikan untuk diperbaiki," tutupnya.

Genangan air terparah terjadi di Kompleks Perumahan De Flamboyan, Jalan Flamboyan Raya, Sunggal, Deli Serdang, dan Kompleks Griya Nusa III, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan. Ketinggian air bahkan mencapai 3 meter. Air bahkan masuk ke lantai dua rumah warga. Sejumlah kendaraan juga hanyut. (BS-Lee)
Share this article :

Post a comment