. Akses Jalan Menghubungkan Dairi - Medan Putus Total | BeritaSimalungun
Home » , » Akses Jalan Menghubungkan Dairi - Medan Putus Total

Akses Jalan Menghubungkan Dairi - Medan Putus Total

Written By Beritasimalungun on Thursday, 7 January 2021 | 14:37


Dairi, BS
-Ruas jalan yang menghubungkan Sidikalang, Kabupaten Dairi menuju Medan, Sumut, putus total di kilometer 6 Desa Panji Bako, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi pada Rabu, 6 Januari 2020 sore. Arus keluar masuk kendaraan ke Dairi, khususnya truk dialihkan dari Aceh Tenggara.

Aspal bersama lapisan tanah longsor terseret aliran sungai yang deras. Badan jalan yang ambles itu diperkirakan lebih 40 meter. Selain menghancurkan badan jalan, arus air juga menghancurkan satu unit kios, areal persawahan, serta kolam pancing milik warga.

Informasi dihimpun, Kamis pagi (7/1/2021), setengah badan jalan longsor. Kendaraan masih dapat melintas, diatur petugas kepolisian dari Polres Dairi. Pihak terkait lainnya melakukan upaya perbaikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Dairi Sahala Tua Manik kepada wartawan menerangkan, Rabu siang hari sebelum amblesnya badan jalan itu, alat berat dikerahkan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional B2PJLN Kementerian PUPR, untuk membuang genangan air, yang diyakini sebagai penyebab jalan ambles.

Dua gorong-gorong sempat diturunkan. Tak lama kemudian, tanah di area itu bergerak. Operator pun menyelamatkan diri, memindahkan alat berat yang digunakan mengeruk lubang sebelumnya.

Aliran air kemudian tidak terbendung hingga menjebol tanah, dan menghanyutkan badan jalan. Putus total, kendaraan tak dapat melintas lagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Dairi Johnny Hutasoit dan Kepala Dinas PUPR Anggara Sinurat, berkoordinasi dengan staf Balai Besar Kementerian PUPR, Abdi Dalimunthe terkait langkah yang akan diambil. Sementara truk, tidak kami perbolehkan lewat.

Kepala Unit Patroli Satlantas Polres Dairi Ipda Juni Putra Karosekali mengatakan, jalur transportasi khususnya untuk kendaraan besar sejenis truk, dialihkan melintasi Kabanjahe, Kabupaten Karo, lewat dari Aceh Tenggara masuk ke Kutabuluh, Kabupaten Dairi, selanjutnya ke Sidikalang, maupun ke Aceh Singkil. Demikian sebaliknya.

Sementara untuk kendaraan minibus kecil dari Medan ke Sidikalang maupun sebaliknya, dapat mempergunakan jalur alternatif di sekitaran Kecamatan Sitinjo.

"Mengantisipasi longsor itu, jalur alternatif menuju Sidikalang dari arah Medan, jalur dari Simpang Tiga Sitinjo masuk ke Rimo Bunga, tembusnya ke jalan Rutan lalu ke kota. Sebaliknya dari Sidikalang ke Medan, kami buat jalur dari SPG atau dari Huta Tikka ke luar KLK, lalu ke arah Medan. Tidak boleh dua jalur, karena jalan sempit. Menghindari macet dan kecelakaan," kata Karosekali.

Ditambahkan, mulai Kamis, 7 Januari 2020, jalur itu dibalik, memperhatikan kondisi jalan menanjak di sekitaran Rimo Bunga, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, menyulitkan kendaraan dari arah Medan ke Sidikalang.

"Kalau dari jalur Simpang Tiga ke Rimo Bunga lalu ke Sidikalang, jalannya menanjak. Jadi mobil kesulitan di sana. Maka kami buat jalur sebaliknya. Sementara truk, tidak kami perbolehkan lewat. Tidak sesuai dengan kapasitas jalan, dimana badan jalan juga sempit. Truk harus lewat Tigalingga tembus ke Kutabuluh, tembus ke Kabanjahe. Demikian sebaliknya," kata Karosekali. (Net)
Share this article :

Post a comment