. Melihat Sosok S Triadil Saragih Dalam Buku "Milenial Berbudaya" | BeritaSimalungun
Home » , , , » Melihat Sosok S Triadil Saragih Dalam Buku "Milenial Berbudaya"

Melihat Sosok S Triadil Saragih Dalam Buku "Milenial Berbudaya"

Written By Beritasimalungun on Sunday, 31 January 2021 | 09:18

Menjaga Seni Budaya Simalungun Tetap Abadi
Melihat Sosok S Triadil Saragih Dalam Buku "Milenial Berbudaya".

Jakarta, BS-Ditengah maraknya pengaruh modernisasi saat ini, ternyata masih ada Tokoh Milenial Simalungun yang mau dan memberanikan diri berkutat pada Seni Budaya Simalungun. Lewat sebuah karya yang luar biasa yakni sebuah Buku "Milenial Berbudaya" sosok Pria muda Marga Saragih ini tak gentar untuk menggeluti Seni Budaya Simalungun, meski bagi sebagian orang dianggap kurang populer.

Namun bagi Pria Ganteng ini, menggeluti Seni Budaya Simalungun adalah bagian dari mencintai Indonesia. Pasalnya Indonesia  merupakan negara yang memiliki seni budaya yang sangat kaya akan keindahannya baik dari segi musik, tari dan lainnya. Salah satunya adalah Seni Budaya Adat Simalungun.

Adalah S.Triadil Saragih,M.Sn yang sukses pada peluncuran Buku Berjudul "Milenial Berbudaya" (Triadil dan Alat Musik Simalungun) secara Virtual Zooming pada Minggu 24 Januari 2021 malam lalu. Setidaknya Zoom itu hadir sekitar 200 lebih Tokoh Simalungun dan Kaum Milenial Simalungun. 

S. Triadil Saragih, M.Sn merupakan Alumni Pascasarjana IKJ, Ketua Seni Budaya DPP HMSI, Crew Komunitas Patunggung Simalungun. Pada  Zoom Meeting Peluncuran Buku "Milenial Berbudaya" (Triadil dan Alat-Alat Musik Simalungun) bertindak sebagai Keynote adalah Dr. dr. Waldensius Girsang,SpM(K) (Ketua Dewan Pakar DPP HMSI).

Kemudian Pembahas diantaranya Vita Simaibang ( Ketua Umum Namaposo GKPS), Pristanto Haloho ( Mahasiswa Pascasarjana UI), Rosenta Girsang M.Pd (Alumni Pascasarjana UPI Bandung), Madra Primana M.Sn (Pascasarjana IKJ), Monica Saragih ( Seni Budaya IMAS USU). Sedangkan Moderator oleh Pdt Marthin Damanik serta Host yakni Jhon Mejer Purba (Milenial Activist & Founder Pantau.id).
Saat ini Triadil Saragih tengah mempromosikan hasil karya tulisnya dalam bentuk buku berjudul “Milenial Berbudaya”.

Menurut Triadil Saragih, saat ini masyarakat Simalungun sangat minim tenaga pendidik yang mengerti dan memiliki kompetensi di bidang seni Budaya Simalungun untuk diterapkan di dalam dunia pendidikan, khususnya muatan lokal.

“Harapan saya agar para milenial dan masyarakat semakin mengenal seni budaya Simalungun, agar tidak hilang ditelan zaman.  Oleh karena itu, sumber daya manusia yang mantap dan handal meski dibentuk guna memajukan suatu bangsa  dalam mengembangkan seni budayanya supaya menjadi lebih maju lagi,” katanya.

Triadil Saragih sangat bersyukur dan bangga bisa lulus memperoleh gelar master seni (S2) di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

“Sebagai tanda keseriusan saya untuk budaya Indonesia, saya mencoba memberikan sedikit kontribusi untuk meningkatkan kesenian budaya Simalungun melalui karya tulis yang saya buat dalam bentuk buku berjudul ‘Milenial Berbudaya’,” ujarnya. 

“Kiranya buku ini bisa memberikan informasi dan semangat khususnya kepada generasi muda agar semakin mengetahui apa saja kekayaan yang ada di Indonesia khususnya alat-alat musik yang ada di Simalungun dan bagaimana cara untuk melestarikannya kepada generasi yang akan datang khususnya di era yang super cepat ini,” tambah Triadil Saragih.

Triadil Saragih berharap buku ini nantinya bisa menjadi bekal baginya untuk melanjutkan pendidikan program ke yang lebih tinggi lagi.

“Kiranya bapak/ibu bisa membantu kami para milenial mewujudkan Simalungun menjadi Best Seller di bulan Februari 2021, mohon dukungan dari semua masyarakat Simalungun dimana pun berada,” harap Triadil Saragih sembari mengirimkan benner promosi bukunya. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis