. In Memoriam Inang Pdt Mertiolina Br Purba STh | BeritaSimalungun
Home » , , » In Memoriam Inang Pdt Mertiolina Br Purba STh

In Memoriam Inang Pdt Mertiolina Br Purba STh

Written By Beritasimalungun on Friday, 21 May 2021 | 18:07



Oleh: Elyamen Saragih Sumbayak (ESS)

Beritasimalungun-Horas Kaha, sebut almarhum ketika  pertama kali kami berjumpa. Almarhum bersama suaminya Pdt Etika Sumbayak, MPd  dan dua anaknya datang kerumah. Dari senyumnya ketika kami salaman memberi tanda, alm orangnya ramah dan baik. Kami sangat senang saat itu ada Keluarga Sumbayak datang ke rumah.

Meskipun baru kenal, kami banyak ngobrol banyak hal soal hidup ini. Bagian obrolan kami Pdt Etika bercerita, Istrinya baru saja cangkok ginjal. Lagi pemulihan ma sonari, maningon steril dan jaga kesehatan bang,  tutur Pdt Etika Sumbayak. Mendengar cerita alm cangkok ginjal hati inipun menangis dan jadi sedih. Masih diusia muda Almarhum sudah cangkok ginjal.

Meskipun sudah cangkok ginjal, semangat dan dedikasi  almarhum dalam pelayanan untuk sesama maupun gereja tidak surut. Seringdo Alm pelayanan i Gereja nami, sebut salah satu jemaat GKPS japri kepada saya.

Keluarga Pasutri ini rupanya berprofesi sebagai Pendeta dari GKPS. Saya sangat salut dan respect. Pdt Etika dan Istri berniat  mencari rumah disekitar  tempat kami tinggal di Jatisari Jatiasih. Tempat tinggal yang mereka huni selama ini lingkungannya kurang steril.


Hari berikutnya kami janjian bertemu. Agenda kami mencari rumah yang cocok untuk keluarga ini. Seperti pertama kali bertemu, alm tetap senyum dan tertawa kecil menyalami saat kami bertemu lagi. Horas Kaha kata Almarhum. 

Dua rumah yang kami cari tidak cocok. Akhirnya pilihan rumah berlabuh di Perumahan Spring Garden di Jatimelati. Lokasinya Asri dan teduh. Di perumahan inilah semasa hidup  Almarhum tinggal bersama Suami dan dua anaknya.

Suatu hari, tumpuan PARNA Di Komplek  merayakan “BONATAON”, saya didaulat punguan  jadi Ketua Panitia. Saya teringat dengan Keluarga Pdt Etika dan Istri sebagai Hamba Tuhan agar mereka mengisi sessi renungan. Pdt Etika Sumbayak menyanggupi dan membawa renungan ketika acara itu berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Anjungan Papua 2019.  

“Kedukaan dalam Kesedihan melalui ibadah Pemberangkatan jenazah Pdt. Mertiolina Purba dari RS UKI menuju KNO - Pematangsiantar. Kiranya Kasih setiaNYA menyertai, memberkati rombongan keluarga Pdt. Etika Saragih dan Rafa, Kiel. Roh Kudus Sang Penghibur yang paling Setia. Salam Penghiburan” tulis Praeses GKPS Distrik VII Pdt Jhon Ricky Purba STh MSI, Jumat (21/5/2021).


Saya melihat ditengah kesehatan dalam pemulihan Alm sangat senang hadir diacara itu. Anak pertama alm Rafa namanya rupanya senang  bernyanyi. Pa Tua bisa aku nyanyi, kata Rafa permisi sama saya, oh boleh Rafa sahut saya. Rafa pun bernyanyi menghibur kami. Suaranya bagus dan jernih.

Ditengah kondisi kesehatan mulai membaik, Keluarga Pasutri ini mencoba  membuka usaha jualan buah tidak jauh dari rumahnya. Kios itu disebut “JUMA BUAH”. Bila kami lewati kios itu sambil pulang kami biasanya belanja.

Bulan Maret lalu saya bertemu dengan Alm di kios buah mereka. Seperti biasa, Alm menyapa saya. “Horas Kaha” kata Alm  Tersungging senyuman dan tawa kecil mewarnai raut wajahnya. 

Kabar Alm menutup mata selamanya, tepat di Hari Kebangkitan Nasional Kamis 20 Mei 2021 saya peroleh dari Sosial Media. Sulit dipercaya kabar duka itu. Saya mampir ke Kios Buah mereka di Kampung Sawah tidak jauh dari rumah mereka.

Bhakti dan Lely Garingging, dua sdr Alm membenarkan, Pdt Merti (Mama Rafa) sudah menutup mata selamanya. No Hp Pdt Etika Sumbayak yang belakangan sempat Error, Bhakti bertutur sudah normal. “Domma boi i hub panggi”, kata Bhakti.

Diujung Telepon Pdt Etika Sumbayak berkata lirih, “Betul Bang domma marujung Mama Rafa Nokkan pagi i Rumah Sakit Husada,” tuturnya. Tidak terasa air mata ini menetes. Usia 38 tahun masih tergolong muda, sudah cukup bagi Pdt Merti Purba diberikan Tuhan di dunia ini. Hidup seperti uap sebentar kelihatan lalu lenyap.

Satu pesan kitab suci dalam Pengkhotbah 7:2 mengatakan: *Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya*.

Di Rumah Duka RS UKI, kami melihat tubuh Inang Pdt Mertiolina Purba Tambak terbaring  tersenyum, Raut wajah suaminya Pdt Etika Sumbayak tampak seperti habis menangisi kepergian istrinya. Dua anaknya Rafa dan Kiel yang masih muda belia duduk disampingnya.

Semua kisah tentang hidup ini ada akhir yang harus  dilalui. Inang Pdt Mertiolina, sudah mengahiri pertandingan di dunia, mencapai garis akhir dan memelihara Iman. 

TUHAN  hanya mengubahkan Alm dari Kehidupan kepada Kematian. Berharga dimata TUHAN kematian semua orang yang diKasihiNya. 

Mengutip sebuah lagu Rohani Simalungun: *Isurga hasonangan in, Ianan sidearan in. Ijin sol lao misir au, ase rap pakon Jesus au”.

*Selamat Jalan Inang Pdt Mertiolina Br Purba, STh*  Domma misir ham juppah pakon Yesus. Tuhan yang member Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan.

Pdt Etika Sumbayak dan dua anakmu Rafa Lochanan Sumbayak dan Hizkiel Mahayasa Sumbayak engkau tinggalkan di dunia ini. Mereka pasti bangga pernah punya Ibu tangguh dan hebat bertanding melawan hidup ini. Tuhan memberi kekuatan dan Penghiburan kepada Suami dan 2 anaknya.(***)

Gallery Foto Inmemoriam Pdt Mertiolina Br Purba STh
Pdt Mertiolina Br Purba STh Dalam Kenangan.

Pdt Mertiolina Br Purba STh Dalam Kenangan.

Rafa Lochanan Sumbayak.



Pdt Etika Sumbayak, MPd.

Rafa Lochanan Sumbayak dan Hizkiel Mahayasa Sumbayak.


Di Rumah Duka RS UKI, kami melihat tubuh Inang Pdt Mertiolina Purba Tambak terbaring  tersenyum, Raut wajah suaminya Pdt Etika Sumbayak tampak seperti habis menangisi kepergian istrinya. Dua anaknya Rafa dan Kiel yang masih muda belia duduk disampingnya.

Di Rumah Duka RS UKI, kami melihat tubuh Inang Pdt Mertiolina Purba Tambak terbaring  tersenyum, Raut wajah suaminya Pdt Etika Sumbayak tampak seperti habis menangisi kepergian istrinya. Dua anaknya Rafa dan Kiel yang masih muda belia duduk disampingnya.

Di Rumah Duka RS UKI, kami melihat tubuh Inang Pdt Mertiolina Purba Tambak terbaring  tersenyum, Raut wajah suaminya Pdt Etika Sumbayak tampak seperti habis menangisi kepergian istrinya. Dua anaknya Rafa dan Kiel yang masih muda belia duduk disampingnya.


Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.