. Setelah 53 Tahun (1968), Italia Juara Euro 2020 Adu Pinalti, Kiper Italia Gianluigi Donnarumma Jadi Bintang | BeritaSimalungun
Home » , , , » Setelah 53 Tahun (1968), Italia Juara Euro 2020 Adu Pinalti, Kiper Italia Gianluigi Donnarumma Jadi Bintang

Setelah 53 Tahun (1968), Italia Juara Euro 2020 Adu Pinalti, Kiper Italia Gianluigi Donnarumma Jadi Bintang

Written By Beritasimalungun on Monday, 12 July 2021 | 05:37


Kiper Italia Gianluigi Donnarumma membendung tendangan penalti pemian Inggris Bukayo Saka dan membawa negaranya menjadi juara Euro 2020 dalam pertandingan final di Stadion Wembley, London, Senin, 12 Juli 2021. (Foto: AFP)

London,BS–Italia berhasil menjadi juara Euro 2020 setelah dalam partai final menang adu penalti 3-2 atas Inggris. Partai ini harus diselesaikan dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam 90 menit dan babak tambahan, di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Setelah menanti 53 tahun (1968) dan tanpa pemain bintang liga, Italia mampu menjuarai Pila Euro 2020 ditangan sang pelatih legendaris Roberto Mancini. Kiper Italia Gianluigi Donnarumma jadi bintang karena mampu menepis dua tendangan pinalti dengan baik.

Inggris sempat unggul lebih dahulu melalui Luke Shaw saat pertandingan baru berjalan dua menit. Namun Italia membalas lewat gol Leonardo Bonucci pada menit ke-67. Setelah babak tambahan skor tak berubah. Pertandingan pun harus diselesaikan dengan adu penalti.

Dalam adu penalti pemain Italia yang sukses mencetak gol adalah Domenico Berardi, Leonardo Benucci, Federico Bernardeschi. Sementara penendang kedua Andrea Bellotti dan kelima Jorginho gagal.

Di kubu Inggris, Harry Kane, Harry Maguire, berhasil mencetak gol sementara penendang ketiga, keempat, dan kelima, Marcus Rashford, Jadon Sancho, Bukayo Saka gagal.
Dua pemain Italia, Jorginho (kiri) dan Emerson (kanan) berupaya merebut bola yang dikuasai pemain Inggris, Raheem Sterling dalam partai final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Senin, 12 Juli 2021. (Foto: AFP)

Dengan demikian Italia berhasil menyabet gelar kedua setelah menjadi juara pertama kali pada 1968. Sementara Inggris harus mengubur impian menjadi juara untuk pertama kalinya. Kedua tim sudah bertemu 28 kali. Italia memenangkan 11 dari 27 pertandingan tersebut sementara Inggris delapan.

Pelatih Italia, Roberto Mancini, mengusung formasi 4-3-3. Dia menurunkan trio Federico Chiesa, Ciro Immobile, dan Lorenzo Insigne di barisan depan.

Mereka didukung Nicolo Barella, Jorginho, Marco Verratti yang menempati lini vital di barisan tengah. Kiper tetap dipercayakan kepada Gianluigi Donnarumma. Kiper anyar Paris Saint-Germain ini dijaga duet di jantung pertahanan Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Dua bek veteran ini didampingi Giovanni Di Lorenzo di sisi kanan dan Emerson di kiri.

Sementara pelatih Inggris, Gareth Southgate, memasang formasi 3-4-2-1. Dia menempatkan Harry Kane sebagai ujung tombak tunggal. Penyerang Tottenham Hotspur ini Mason Mount, dan Raheem Sterling.
Menit Ke-67, Bonucci Antar Italia Samakan Kedudukan (1:1)

Empat pemain di lini tengah yakni Kieran Tripper, Declan Rice, Kalvin Phillips, dan Luke Shaw. Sementara trio bek Kyle Walker, John Stones, dan Harry Maguire mengawal kiper Jordan Pickford.

Inggris langsung menggebrak dalam laga final ini. Saat pertandingan baru berlangsung dua menit mereka mampu menghasilkan gol. Gol yang membawa pasukan Gareth Southgate memimpin dicetak Luke Shaw.

Gol berawal dari serangan yang dilakukan Inggris. Kieran Trippier melepaskan umpan dari sisi kiri pertahanan Italia. Umpan langsung disambut Luke Shaw dengan tendangan kaki kiri yang menjebol gawang Gianluigi Donnarumma.

Inggris tampil di luar prediksi pada menit-menit awal babak pertama. Mereka lebih banyak menyerang dibanding Italia yang sebelumnya diperkirakan akan melancarkan serangan yang intens ke pertahanan Inggris.

Menit kedelapan Italia mencoba menekan. Lorenzo Insigne melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. namun tendangannya melambung tinggi dari gawang

Menit ke-28, Insigne kembali mencoba upaya serupa. Namun sepakannya kali ini setelah memanfaatkan umpan Marco verratti melenceng ke sisi kiri.

Tujuh menit kemudian, Federico Chiesa berhasil merangsek pertahanan Inggris. Dia kemudian melepaskan tendangan keras. Namun sepakannya menyamping ke sisi kiri gawang.

Saat injury time, Italia mendapat peluang melalui Marco Verratti. Namun tendangan pemain PSG ini berhasil ditangkap kiper Jordan Pickford.

Hingga babak pertama usai tak ada tambahan gol yang terjadi. Inggris tetap unggul 1-0 atas Italia. Pada babak pertama ini, Italia sebenarnya melepaskan enam tendangan tepat ke arah gawang namun tak satu pun yang menghasilkan gol. Sementara Inggris cuma menghasilkan satu tendangan ke gawang namun sukses menghasilkan gol yang dilesakkan Luke Shaw.

Memasuki babak kedua, Inggris hampir mendapat penalti ketika Sterling jatuh di kotak penalti, peristiwa yang nyaris sama ketika melawan Denmark. Namun wasit Bjorn Kuipers tidak menganggap pemain Italia melakukan pelanggaran. Dia pun tak memedulikan pemain Inggris yang memohon hadiah penalti.

Italia terus mendominasi penguasaan bola dan melakukan serangan intensif ke pertahanan Inggris.

Menit ke-56, Italia menyerang melalui Lorenzo Insigne yang melepaskan tendangan namun berhasil diblok Pickford dengan tangannya. Bola pantulan kemudian dibuang jauh bek Inggris.

Sebuah serangan berbahaya dilakukan Italia pada menit ke-61. Federico Chiesa membawa bola menyusuri garis depan kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Namun bola berhasil diblok Pickford.

Inggris mendapat peluang dua menit kemudian. Sepak pojok Tripper berhasil ditanduk John Stones namun bola lewat tipis di atas mistar.

Italia berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-67. Gol yang membawa pasukan Roberto Mancini menyamakan kedudukan dilesakkan Leonardo Bonucci.

Gol berawal dari serangan yang dilakukan Italia. Menerima umpan dari sisi kiri pertahanan Inggris, Marco Verratti menanduk bola yang berhasil diblok Pickford. Namun dia tak sepenuhnya bisa mengamankan bola. Bola pantulan yang sempat mengenai tiang kemudian dimanfaatkan Bonucci untuk menjebol gawang Inggris.
Pamain Inggris merayakan gol yang dicetak Luke Shaw (kedua kanan) ke gawang Italia dalam partai final Euro 2020 di Stadion Wembley, London, Senin, 12 Juli 2021. (Foto: AFP)

Hingga babak kedua selesai, skor tetap imbang. Pertandingan harus dilanjutkan dengan babak tambahan.

Di awal babak tambahan. Inggris menekan melalui tendangan Kalvin Philliips. Namun tendangan pemain Leeds United ini melenceng ke sisi kanan gawang Italia.

Pada awal babak kedua perpanjangan waktu, Italia mendapat tendangan bebas. Tendangan bebas dilakukan Federico Bernardeschi tepat ke arah gawang. Namun Pickford berhasil menyelamatkan gawangnya dari ancaman.

Setelah dua babak perpanjangan waktu skor tetap imbang. Pertandingan pun harus diselesaikan dengan adu penalti.

Susunan Pemain:

Italia (4-3-3): 21 Gianluigi Donnarumma; 2 Giovanni Di Lorenzo, 19 Leonardo Bonucci, 3 Giorgio Chiellini, 13 Emerson (24 Alessandro Florenzi 117); 18 Nicolo Barella (16 Bryan Cristante 54), 8 Jorginho, 6 Marco Verratti (5 Manuel Locatelli 95) ; 14 Federico Chiesa (20 Federico Bernardeschi 85), 17 Ciro Immobile (11 Domenico Berardi 55), 10 Lorenzo Insigne (9 Andrea Belotti 90).
Pelatih: Roberto Mancini

Inggris (3-4-2-1): 1 Jordan Pickford; 2 Kyle Walker (17 Jadon Sancho 120), 5 John Stones, 6 Harry Maguire; 12 Kieran Tripper (25 Bukayo Saka 71), 4 Declan Rice (8 Jordan Henderson 74/11 Marcus Rashford 120), 14 Kalvin Phillips, 3 Luke Shaw; 19 Mason Mount (7 Jack Grealish 99), 10 Raheem Sterling; 9 Harry Kane.
Pelatih: Gareth Southgate

Statistik Italia vs Inggris

Tim Italia Euro 2020
Italia Juara Euro 2020. (Foto tangkap layar TV RCTI Senin 12 Juli 2021).


Sumber: Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.