. Anita Martha Hutagalung: HARI KE 53 FINISH | BeritaSimalungun
Home » , , » Anita Martha Hutagalung: HARI KE 53 FINISH

Anita Martha Hutagalung: HARI KE 53 FINISH

Written By Beritasimalungun on Saturday, 7 August 2021 | 07:50

Anita Martha Hutagalung: Bonceng Oni ya Pak ..... 

Oleh: Anita Martha Hutagalung

Jakarta, BS-Luar biasa sekali penyertaan Tuhan di hidup Oni. Terlebih saat Oni di TIM 11. Aku mau cerita. Berangkat tanggal 14 Juni 2021 dari makam Sisingamangaraja XII di Balige Tgl 27 Juli 2021 kami sudah sampai Jakarta dan langkah kaki terhambat oleh polisi di Jln Sisingamangaraja Jakarta. Setelah itu kami "terbenam" di Apartemen Brawijaya punya Mak Ifani Ifani dari tgl 27 Juli - 05 Agustus. Mari hitung bersama berapa hari? Iya betul 9 hari.
 
Kami harus pindah karena penyewa yang baru akan segera masuk. Nah selama 9 hari kami tanpa agenda selain dari pada terima-terima tamu. Dan terima-terima makanan yang melimpah ruah. Agenda yang lain hanya Vaksin ke 2 itu. 

Bagaimana bertemu dengan Presiden Joko Widodo masih tak ada titik terang. Beberapa anggota TIM 11 sudah mulai gelisah,  sampai kapan begini dalam penantian tak jelas. Nah didalam penantian itu dapat khabar Bapaknya Xpander Ferry J Sihombing sakit dan harus dirujuk opname di RS di Medan. Keluarga sudah pada nangis menyuruh ito Sihombing pulang. Akhirnya dia permisi pada Togu untuk pulang , dan berjanji setelah bapaknya lumayan sehat, Sihombing akan kembali menemui TIM 11 di Jakarta. 

Oke.. Nah .. Sebelum Sihombing pulang TIM 11 kan harus vaksin ke 2 karena sudah di jadwalkan tgl 04 Agustus 2021 di Tangerang (sudah Oni posting). Sepulang dari vaksin kami semua istirahat di Apartemen.
 
Oni kedatangan tamu namanya Dinar (mantan pacar anak Oni) Dinar ini emang stay di Jakarta. Kami ngobrol-ngobrol dan dia Oni kenalkan pada TIM 11. Sihombing gak paham beli tiket secara Online. Oni pun gak ngerti, karena Oni biasa diurusin orang kalau masalah tiket pesawat. 

Karena kasian sama Xpander Sihombing ini, aku suruh Dinar yang booking tiketnya. Langsung dapat tiket untuk terbang ke KNO tanggal 05 Agustus 2021 siang.  Mantap. Habis itu Sihombing keluar cari RS terdekat mau swab PCR. Nekad amat dia pande-pandean beli tiket padahal belum swab.

Dan ternyata Swab PCR Sihombing hasilnya baru bisa didapatkan di tanggal 05 Agustus 2021 malam. Trus gimana ceritanya mau terbang? kalok tiketnya  tanggal 05 Agustus 2021 siang. Akhirnya Dinar kembali direpotkan untuk mereschedule tiket Sihombing, jadi terbangnya tanggal 06 Agustus 2021 sore Pukul 15.00 WIB.

Dinar pulang ke Apartemennya hampir jam 21.00 malam. Keesokan harinya tanggal 05 Agustus 2021 di sore hari. Disitulah Togu Simorangkir dihubungi oleh Seskab pasal Presiden Jokowi mau bertemu dst.. dst.. (sudah aku posting) . 

Dan akhirnya tadi Jumat 06 Agustus 2021 Togu Simorangkir bertemu 4 mata dengan Bapak Presiden. Akhirnya TIM 11 berhasil ke Istana Presiden termasuklah si Ferry J Sihombing bersama mobil Xpandernya yang plat BB itu sampai ke halaman Istana Presiden. Cobaklah kalian renungkan. Betapa aku sering terheran-heran atas penyertaan Tuhan. Tidak ada yang ketepatan, semua adalah ketetapan.
 
 
Betapa diawal Sihombing kecewa karena hasil PCR yang lama, membuat tiket jadi di undur sehari. Tapi kalok tak kek gitu, tak ikutlah dia ke Istana, iya kaan. Karena di undur tiketnya itulah maka: Ikutlah Expander jalan kaki sampai ke Istana. Ikutlah dia Video Call sama Pak Presiden. Habis itu diantar Ojol lah Sihombing ke Bandara. Lega semua.
 
8 Km jalan  kaki AJAK TUTUP TPL  dari Balige ke Istana sudah kami tuntaskan. Dokumen dosa-dosa TPL selama 34 tahun sudah kami sampaikan pada Presiden Jokowi. Apakah setelah itu TPL langsung tutup?? Ya nggaklah... Jangan nampakkan  kalilah paok itu. Perjuangan TUTUP TPL masih panjang sayang. 

Yang kami lakukan Aksi Jalan Kaki ini baru preambulnya saja. Aksi jalan kaki kami ini adalah aksi cari perhatian. Dan TIM 11 berhasil mencuri perhatian masyarakat. Mencuri  perhatian kalian. Mencuri perhatian Istana Negara. 

Sekarang baru masuk Babak pendahuluan, ntah berapa babak lagi ceritanya, ya urusannya Bapak Jokowi beserta jajarannya lah itu. Tugas kita adalah "mengawal" dan mengawasi dan tetap menyuarakan TUTUP TPL. 

Trus TIM 11 gimana? Ya pulanglah...Oni balik lagi ke Binjai jadi Opung pengangguran yang happy. Togu Simorangkir kembali bertani dan beternak. Agustina Pandiangan kembali mengajar muridnya.
 
Jevri Manik kembali ke pekerjaannya. Ewin Rico Hutabarat kembali jadi driver. Christian Gultom kembali mengurus jagungnya. Lambok Siregar kembali ke warung keluarganya. Bang Rait kembali menjahit di Ajibata. Yman Munthe kembali jadi Kaur di Tongging. Xpander kembali ke Bengkel Bubutnya. 

Kapan pulangnya? Ya nantilah.. ya. MarJakarta lah dulu beberapa hari ini. Biarkan kami tarik nafas dulu. Oni emang kek gitu orangnya. #TutupTPL. (Penulis Adalah Pegiat Medsos)
Tamu Istana

Oleh-oleh dari Istana.

Setelah Preambul langkah selanjutnya bagaimana?

Lambok Siregar

Baru dapat kiriman poto Ewin Rico Hutabarat

Bumi Simorangkir

Togu Simorangkir saat diwawancara media

Agustina Pandiangan

Yman Munthe

Sebelum masuk ke halaman harus memberikan KTP, hasil swab, dll. Pake jins gak boleh

Xpander Ferry J Sihombing segera diantar Ojol ke Bandara Soeta.

Baju Oni kebesaran. Maklum minjam

Oni dengan Hiou dan Bulang Sulappei Simalungun.




Jevri Manik

Kami TIM 11 dengan Aliansi Gerak Rakyat Tutup TPL.

Christian Gultom

Ngobrol disini dulu

Togu Simorangkir

Di Lapo Codian jalan Cililitan Jakarta Timur.

Oni dengan Agustina PandianganCuma kami 2 yang cewek

ParSidikalang sampai ke Istana

Saat Togu memberikan keterangan tentang TIM 11 Ajak Tutup TPL


Saat Togu bicara 4 mata dengan Presiden, Kami menunggu di ruangan ini (Istana Presiden).

Oni dengan owner Lapo Codian Jln Cililitan Ito Sihombing.
Yang sudah berbaik hati menjamu TIM 11 dan rombongan makan.

Saat Togu memberikan keterangan tentang TIM 11 Ajak Tutup TPL

Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.