. Ganda Putri Bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade 2020 | BeritaSimalungun
Home » » Ganda Putri Bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade 2020

Ganda Putri Bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade 2020

Written By Beritasimalungun on Monday, 2 August 2021 | 13:09

Ganda Putri Bulutangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Raih Medali Emas Olimpiade 2020.

Tokyo, BS-Atlet Bulutangkis Ganda Putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani berhasil meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan Ganda Putri Cina Chen Qing Chen/Jia Yi Fan di Final Ganda Putri yang berlangsung di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo, Senin (2/8/2021) Pukul 11.50 WIB dengan skor 2:0. Set pertama skor 21: 19 dan set kedua 21: 15.

Sebelumnya Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) berpose dengan Greysia Polii dari Indonesia setelah memenangkan pertandingan penyisihan grup bulu tangkis ganda putri melawan Sayaka Hirota dari Jepang dan Yuki Fukushima dari Jepang selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 27 Juli 2021.

“Selamat Greysia Polii/Apriyani. Kalian Memang Pahlawan Bangsa Sesungguhnya,” ujar Moses, Ezer, Onel, Lisbet Sinaga dengan gembira saat menonton Final di TV Indosiar.

“Medali emas. Terimakasih Greysia/Apriyani  engkau persembahkan medali emas dan kibarkan Merah Putih di dunia disaat bangsa kita memasuki HUT RI ke 76. Congratulation,” tulis Robinson Hutapea.

“Hanya dua kata: luar biasa. Syukur dan puji Tuhan! Selamat, Greysia-Apriyani! Kalian mencatat sejarah bagi bulu tangkis kita. Selamat, Indonesia! Terima kasih yang tak terkira buat Greysia-Apriyani! Kalian telah berhasil mempersembahkan hadiah besar bagi bangsa kita yang sebentar lagi genap 76 tahun. Kami/kita sangat bersukacita dan bangga atas prestasi ganda putri kita. Ini satu2-nya medali emas yang kita raih dalam Olimpiade Tokyo.  Sekali lagi, selamat, hormat, dan terima kasih!,” tulis Sahala Tua Saragih lewan laman Facebooknya.

Dalam prosesnya, Greysia/Apriyani meraih medali emas dengan perjuangan yang tak mudah. Mereka dengan luar biasa tampil saling mengisi untuk mengatasi psywar dan tekanan mental dari lawan.

Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani kalah pamor dari Wakil China, tetapi, laga final itu diwarnai dengan beberapa teriakan keras Chen Qing Chen. Namun, Greysia/Apriyani tak gentar.

Bahkan, dalam proses perjuangan mereka, juga sempet diwarnai adanya raket bengkok milik Jia Yi Fan, usai saling mengadu dengan rekannya, yang berujung poin bagi Greysia/Apriyani.

Greysia/Apriyani yang saling memotivasi, diiringi senyum juga teriakan, pada akhirnya bisa menutup gim pertama dengan skor 21-19. Pada gim kedua, Greysia/Apriyani seolah membuat lawan mati kutu.

Pasangan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, tak berkutik. Namun, Greysia/Apriyani pun tak mau terlena. Mereka tetap fokus pada permainan sendiri, juga membalas teriakan yang dilontarkan lawan.

Greysia/Apriyani tak gentar, tak takut dengan psywar lawan. Wakil China terus melakukan kesalahan demi kesalahan.  Dalam gim kedua ini juga, terdapat momen saat Greysia mengganti raket di tengah laga, tetapi masih berujung poin bagi Greysia/Apriyani.

Saat skor 20-15, Greysia melakukan smes, dapat dikembalikan lawan, tetapi melewati garis. Greysia/Apriyani langsung melepaskan ketegangan, tetapi wakil China masih melihat challenge. Hingga akhirnya, hasil tayangan ulang memastikan kok memang keluar dan Greysia/Apriyani pun memenangi gim kedua dengan skor 21-15, sekaligus memastikan emas Olimpiade Tokyo.

Ini menjadi emas pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia/Apriyani pun menorehkan sejarah sebagai ganda putri pertama  Indonesia yang meraih medali emas pada ajang Olimpiade. Selamat dan terima kasih atas segala perjuangannya, Greysia/Apriyani. (JP-Asenk Lee Saragih)
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) berpose dengan Greysia Polii dari Indonesia .(Istimewa)








Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.