. Catatan Akhir Tahun 2021: Simalungun Masih Berkutat Soal Teka Teki Infrastruktur | BeritaSimalungun
Home » , , , » Catatan Akhir Tahun 2021: Simalungun Masih Berkutat Soal Teka Teki Infrastruktur

Catatan Akhir Tahun 2021: Simalungun Masih Berkutat Soal Teka Teki Infrastruktur

Written By Beritasimalungun on Friday, 31 December 2021 | 16:01


Pengantar
– Persoalan buruknya infrastruktur masih tetap menonjol di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara selama tahun 2021 hingga awal memasuki tahun 2022 mendatang. Persoalan infrastruktur seolah oleh sebuah teka teki yang tak pernah jumpa jawabannya. Pembiaran buruknya infrastruktur tersebut diduga akibat kurangnya koordinasi, minimnya lobi, tipisnya anggaran hingga ketidak cakapen pejabat-pejabat yang membidanginya. Persoalan infrastruktur di Kabupaten Simalungun menjadi cara paling mudah untuk mengata-ngatai pemerintah yang tidak berpihak kepada akses ekonomi rakyat. Kejahatan pembiaran buruknya infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun ini adalah “dosa-dosa” pejabat regulasi yang terlibat didalamnya.

Beritasimalungun yang mengikuti perkembangan aspirasi soal infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun  tersebut menurunkan tulisan Catatan Akhir Tahun 2021. Catatan buruknya infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun menjadi sorotan khusus yang kami sajikan untuk percepatan pembangunan Tahun 2022 mendatang. Selamat membaca. Redaksi.***

Memasuki akhir tahun 2021 dan menyambut Tahun Baru 1 Januari 2022, Pemerintah Kabupaten Simalungun memang tampak gagap dalam menghadapi situasi dan kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun. Baik jalan berstatus nasional, provinsi, kabupaten, kecamatan terlebih kondisi jalan di pedesaan. 

Satu kata untuk kondisi jalan itu, “BABAK BELUR”. Alasan klasik Pemerintah Kabupaten Simalungun tidak mampu memperbaiki jalan itu karena minimnya anggaran serta peninggalan kepala daerah sebelumnya, sebelum dijabat RHS. Sekilas alasan itu bisa diterima akal sehat, namun disisi lain alas an itu terkesan “cuci tangan”. 

Putusnya jalan provinsi jurusan Pematangsiantar- Pamatangraya yang merupakan akses transportasi yang menghubungkan Kota Pematangsiantar dengan Ibukota Kabupaten Simalungun, Pamatangraya, tepatnya di Huta IV Pondok Jeruk, (Gortak) Desa Marjandi, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, adalah fakta minusnya kordinasi antara pejabat terkait.

Akses transportasi darurat yang sempat dialihkan melalui Simarjarunjung - Sidamanik - Simpang 2 Pematangsiantar dinilai hanya sebagai solusi sementara. Bahkan donasi istilah “Marharoan Bolon” dari sejumlah Orang Simalungun menyumbangkan material, dana dan alat berat, itupun hanya “pemanis” semata.

Membuka jalur alternative lewat jalan perkebunan Kebun Kelapa Sawit Marjandi kini juga sudah parah berkubang. Kondisi longsor di badan jalan umum Km 15-16  jurusan Pematangsiantar-Saribudolok di Nagori Marjandi Embong, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun ini harus segera diperbaiki.

Kerusakan jalan provinsi penghubung tiga daerah sekaligus (Pematangsiantar-Simalungun dan Tanah Karo) itu sudah berlangsung lumayan lama. Awalnya, kerusakan atau longsor masih kecil, kemudian bertambah lebar dan kini putus total.

Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Simalungun inilah yang membuat perantau asal Kabupaten Simalungun memilih liburan ke Kabupaten Samosir dan kabupaten lainnya. Sebelum singgah di tanah kelahiran mereka di Kabupaten Simalungun, mereka menghabiskan uanganya di obyek-obyek wisata di Kabupaten Samosir. 

Kenapa mereka memilih Samosir? Ya…karena akses jalan yang baik dan sarana prasarana pendukung obyek wisata di Samosir dan sekitarnya sejak Danau Toba ditetapkan menjadi “Monaco Of Asia” sudah berbenah lebih awal. Lain dari kelapa daearah di Simalungun, masih sibuk bagi hasil dengan tim sukses, kelompoknya  dan persoalan popularitas. 

Memasuki tahun 2022, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH, agar menunjukkan kemampuan lobinya kepada Pemerintah Sumatera Utara, khususnya Kadis PUPR Provinsi Sumatera Utara dan juga Kementerian PUPR, khususnya Bidang Bina Marga. 

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH diharapkan jangan lagi “bersilat lidah” soal pembangunan infrastruktur di wilayah Simalungun. Tegakkan tangan kalau mampu, angkat bendera putih kalau menyerah. Dengan rasa optimisme, Pesona Bukit Sibebea Samosir, bisa dikalahkan Bukit Pulau Hole, Sipolha, Simalungun Akhir Tahun 2022 mendatang. Bupati Simalungun RHS, Anda Bisa!!!Semoga. (Asenk Lee Saragih/Pimred BS)
Share this article :

Post a Comment

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.