. Upacara Pemakaman H Tuan Djaulan Purba Dasuha, Pewaris Kerajaan Panei | BeritaSimalungun
Home » , , , , , , , » Upacara Pemakaman H Tuan Djaulan Purba Dasuha, Pewaris Kerajaan Panei

Upacara Pemakaman H Tuan Djaulan Purba Dasuha, Pewaris Kerajaan Panei

Written By Beritasimalungun on Thursday, 30 December 2021 | 07:19

Festival Keraton Masyarakat Adat Asean ke 5 (FKMA V), Tuan H. Djaulan Purba Dasuha nomor 1 dari kanan. (Foto: Dok Julvanal Sinaga/Uttok Sondi)


Panei, BS
- Tuan H Djaulan Purba, pewaris Kerajaan Panei, Simalungun, mangkat (tutup usia), Selasa (28/12/2021) dan dikebumikan, Rabu (29/12/2021). Sementara upacara pemakaman Tuan H. Djaulan Purba Dasuha dilaksanakan di Simpang Panei.

“Selamat jalan bapa, kita pasti ketemu kelak di alam nirwana, amiin,” tulis Sonny Bona Purba lewat siaran langsung Facebooknya.

“RIP, Selamat jalan Kela H Djaulan Purba Dasuha. Semoga Ambou kami Riama Boru Damanik Jambur Nabolak Sipolha dan adik adik kami tabah dan ikhlas dalam melepas Kela kami. Mohon maaf kami di Jakarta hanya bisa berdoa dari jauh,” tulis Adrianus Parlindungan Damanik.


Sekilas Situs Cagar Budaya Makam Kerajaan Pane ini berada di Nagori (Desa) Pematang Panei berjarak 1 KM dari Jalan Besar Saribudolok-Kota Pematangsiantar. Pemakaman Raja raja ini berada disebelah kanan setelah Gereja dengan penanda jalan masuk berupa gapura.

Makam ini Makam Raja Raja Panei dan Para Permai Surinya dalam hal ini selain Puang (Permaisuri Raja) dan makam Puang Bolon Raja Panei ke 13 Yaitu Tn.Djadimat Purba Dasuha. 

Dimensi Panjang Makam 200CM pada bagian sisi terpanjang dan lebar bagian sisi antara 80 cm dan 82 cm. Pada bagian Utara makam, bagian kaki dari penuturan Ahliwaris Tn.Kamen Purba Dasuha,  terdapat angka tahun dengan pertanggalan  24.11.20 yang kemungkinan menjelaskan  tangga 24 November 1920, penanggalan itu merupakan peanggalan wafatnya Tn.Jadimat Purba Dasuha.

Jiarah Batal, Mereka Bertemu DiAlam Baka

Seorang Tokoh Muda Simalungun Julvanal Sinaga (FB-Uttok Sondi) lewat linimasa akun media sosialnya menuliskan sosok Tuan H Djaulan Purba Dasuha. Sebenarnya beberapa bulan lalu, kami dari tim Promosi Budaya 7 Kerajaan Simalungun (PB7KS) beserta beberapa penerus kerajaan-kerajaan Simalungun, sudah merencanakan untuk mengadakan jiarah bersama pada tanggal 26 Desember 2021 kemarin, ke makam mendiang Ketua Umum PB7KS Jordiman Purba di Sondi Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Namun karena situasi, antara lain kondisi jalan di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun, serta himbauan pemerintah terkait penyebaran omicron, rencana itu pun batal.

Dua hari lewat dari jiarah yang batal, Tuan H. Djaulan Purba Dasuha, salah seorang penerus Kerajaan Panei yang direncanakan ikut serta dalam acara jiarah, mangkat.

Tuan H Djaulan Purba Dasuha adalah sosok yang sudah 3 kali dihadirkan PB7KS di festival keraton, mewakili Kerajaan Panei. Ketiga festival keraton tersebut adalah Festival Keraton Masyarakat Adat Asean ke 5 ( FKMA V) di Sumenep Madura tahjn 2018, serta Festival Pesona Budaya Minangkabau 2018 yang saat itu diberitakan sebagai FKN 12, diselenggarakan di Batu Sangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Dan terakhir FKN XII di Bau Bau, Sulawesi Tenggara.

“Jiarah batal, mereka bertemu langsung di alam baka. Semoga sang istri yang ditinggalkan, Ibu Riama br Damanik dari Jambur Nabolak Sipolha beserta anak-anak dan menantu serta cucu dan keluarga besar mereka, tabah menerima duka ini. PB7KS menyatakan duka yang teramat dalam atas mangkatnya mendiang Tuan H. Djaulan Purba Dasuha. Semoga acara pemakaman penerus Kerajaan Panei ini esok hari di Sirpang Panei, Kabupaten Simalungun, berjalan lancar,” ujar Julvanal Sinaga. (Asenk Lee Saragih/Berbagaisumber)

 

Festival Budaya Minangkabau 2018 / FKN XII, Tuan H. Djaulan Purba Dasuha nomor 5 dari kanan. (Foto: Dok Julvanal Sinaga/Uttok Sondi)


Foto kenangan Tuan H Djaulan Purba (kedua dari kanan) bersama Sonny Bonata Purba (paling kanan). (Istimewa)

Share this article :

Post a Comment

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.