. Pimpinan Pansus IKN DPR RI Tinjau Ibu Kota Negara di Penajam Kaltim | BeritaSimalungun
Home » , » Pimpinan Pansus IKN DPR RI Tinjau Ibu Kota Negara di Penajam Kaltim

Pimpinan Pansus IKN DPR RI Tinjau Ibu Kota Negara di Penajam Kaltim

Written By Beritasimalungun on Friday, 14 January 2022 | 20:44

DR Junimart Girsang SH MH .(Foto: Istimewa FB Junimart Girsang)

Jakarta, BS-Panitia Khusus (Pansus) Ibu Kota Negara (IKN) DPR mengunjungi lokasi Ibu Kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Jumat (14/1/2021). Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDIP DR Junimart Girsang SH MH lewat akun sosial miliknya, Jumat 14 Januari 2022 malam. 

"Saya selaku pimpinan Pansus Ibu Kota Negara meninjau langsung ke Penajam Kaltim menyangkut lokasi dan pertanahan," tulis Junimart Girsang.

Sebelumnya dalam Rapat Kerja (Raker) Pansus IKN DPR bersama Menteri Perencanaan dan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada Kamis (13/1/2022) kemarin mengatakan, untuk memberikan waktu kepada tim ahli pemerintah, DPD dan DPR kita skors (rapat) sampai Senin, jam 10. 

"Karena besok (Jumat), sampai hari Minggu Pansus akan melakukan peninjauan ke lapangan, Pansus akan ke Kaltim, ke titik lokasi Ibu Kota Negara," ujar Wakil Ketua Pansus RUU IKN, Saan Mustopa dalam rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/1/2022). 

Selain Kaltim, Saan melanjutkan Pansus IKN DPR juga mengunjungi Alam Sutera, BSD, Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (16/1/2022). Kunjungan ini karena BSD menjadi kota besar yang sukses dibangun dengan bekerja sama dengan pengembang. 

"Dan mengunjungi BSD, Alam Sutera, hari minggunya tanggal 16," jelasnya. Dengan demikian, dia menambahkan Rapat Pansus RUU IKN bersama Menteri PPN akan dilanjutkan pada Senin (17/1/2022) mendatang pukul 10.00 WIB. 

"Karena ini lebih dari 24 jam, maka sesuai Tatib, rapat kita tutup dan kita buka nanti sesuai dengan undangan dari sekretariat. Kita sepakati saja senin jam 10 pagi," tutup politikus Partai Nasdem ini.

Pembuatan Metaverse Desain Ibu Kota Negara

Pemerintah menyiapkan desain ibu kota negara di Kalimantan Timur dalam bentuk metaverse. Diperkirakan, metaverse tersebut sudah siap dipublikasikan empat bulan mendatang. 

“Kita kemarin sudah luar biasa heboh dengan hologram, tapi sekarang sudah ada metaverse, dan kami sudah mempersiapkan ibu kota negara dalam bentuk metaverse. Mudah-mudahan dalam 4 bulan ini, kami di Bappenas bisa tunjukkan kira-kira ibu kota negara kalau jadi seperti ini,” kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN, Kamis (13/1/2022) sore ini. 

Suharso menjelaskan, bentuk desain IKN itu nantinya bukan lagi dalam bentuk maket ataupun hologram. Tapi dalam bentuk metaverse agar lebih reaktif. Dan hal ini tengah dikerjasamakan yang harapannya bisa selesai dalam 4 bulan ke depan. 

“Jadi dia bukan lagi dalam bentuk maket, bukan juga dalam bentuk hologram tapi dia sudah reaktif, ini sedang dikerjasamakan. Mudah-mudahan dalam 4 bulan bisa kita lihat,” ujarnya. 
Ketua umum PPP ini menambahkan, sudah sedemikian pesatnya kemajuan teknologi sehingga hal-hal yang sifatnya teknologi seperti itu bisa diletakkan di peraturan presiden (perpres). 

Menurut Suharso, Bappenas belajar dari pengalaman Jakarta dan kota-kota lain Indonesia yang punya masterplan hebat tetapi perkembangannya keluar luar jalur. Akibatnya kota itu menjadi tidak berbentuk. Pemerintah ingin agar IKN baru nanti menjadi kota yang cantik, indah dan sesuai masterplan. 

“Urban asitektur menjadi penting. Kita ingin kota yang cantik dan indah, bukan kota tanpa judul,” tegas Suharso. (Asenk Lee Saragih/Berbagai Sumber)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis