. Keluarga Minta Kasus Kematian Brigadir Yoshua Diusut Tuntas | BeritaSimalungun
Home » , » Keluarga Minta Kasus Kematian Brigadir Yoshua Diusut Tuntas

Keluarga Minta Kasus Kematian Brigadir Yoshua Diusut Tuntas

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 13 July 2022 | 12:25


Jambi, BS
-Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) tewas usai baku tembak dengan rekannya sesama anggota polisi Bharada E. Keluraga Bigadir Yoshua pun meminta kasus ini diusut tuntas.

"Harapan kami ya ditindaklanjuti lah kasus ini yang seadil-adilnya, hukum itu dijalankanlah dengan benar. Jangan gara-gara kami orang lemah, kami nggak diperhatikan gitu," kata tante dari almarhum Brigadir Yoshua, Rohani Simanjutak di rumah duka, Selasa (12/7/2022).

Kediaman rumah duka itu berada di desa Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi. Saat tim detikSumut datang, keluarga Brigadir Yoshua masih berkumpul di rumah duka.

Rohani kemudian berharap agar kasus ini menjadi atensi dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hingga Presiden Jokowi. Dia juga berharap agar kasys ini diusut tuntas dengan seadil-adilnya.

"Harapan kami ya ditindaklanjuti lah kasus ini yang seadil-adilnya, hukum itu dijalankanlah dengan benar. Jangan gara-gara kami orang lemah, kami nggak diperhatikan gitu," ujar Rohani.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus terkait kasus polisi menembak polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sigit mengatakan tim itu akan dipimpin Wakapolri Komjen Gatot.

"Kita ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Pak Kabareskrim, Kabik (Kabaintelkam), juga ada As SDM, termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," ucap Sigit seperti dikutip dari detikNews, Selasa (12/7/2022).

Sigit mengatakan untuk kasus ini pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak Kompolnas dan Komnas HAM.

"Satu sisi kami juga sudah menghubungi rekan-rekan dari luar dalam hal ini Kompolnas dan Komnas HAM terkait isu yang terjadi sehingga di satu sisi kita tentunya mengharapkan kasus ini bisa dilaksanakan pemeriksaan secara transparan, objektif," ucapnya.

Isu Hubungan

Kabar miring soal adanya hubungan khusus yang melatarbelakangi aksi dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat dengan istri dari Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo muncul ke permukaan. Terkait hal itu, polisi mengatakan akan fokus kepada materi penyidikan.

"Ya kami agak sensitif menyampaikan ini. Tentunya itu masuk dalam materi penyidikan yang tidak dapat kami ungkap ke publik," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto seperti dikutip dari detikNews, Rabu (13/6/2022).

Budhi menyebut pihaknya sudah menerima laporan dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir Yoshua ke istri Irjen Sambo. Terkait laporan itu, Budhi mengatakan harus ada bukti yang kuat.

"Yang jelas kami menerima LP atau Laporan Polisi ibu Kadiv Propam dengan pasal persangkaan 335 dan 289. Tentunya ini akan kami buktikan, akan kami proses. Karena ya setiap warga negara punya hak yang sama di muka hukum sehingga equality government of the law benar-benar akan kami harapkan," tuturnya.

Terkait isu hubungan Brigadir Yoshua dan istri dari Irjen Sambo, Budhi mengatakan tidak ada bukti terkait hal itu. Budhi mengatakan pihaknya akan mengedepankan fakta-fakta yang ditemukan di TKP.

"Tidak ada alat bukti ataupun bukti yang mendukung adanya hal tersebut. Jadi kami tidak berani berasumsi. Kami hanya berdasarkan fakta yang kami temukan di TKP," tuturnya.

Budhi menjelaskan, Brigadir Yoshua diduga masuk ke kamar istri Irjen Sambo dan melakukan pelecehan. Bahkan, kata Budhi, Brigadir Yoshua sempat menodongkan senjata ke istri Irjen Sambo.

"Dan perlu kami sampaikan lagi, Brigadir J pada saat masuk tadi ke ruang Ibu pada saat akan sesaat setelah melakukan pelecehan dia juga sempat menodongkan senjata ke kepala Ibu Kadiv," terangnya.

"Jadi pada saat ibu tertidur terbangun kaget kemudian menegur saudara J, saudara J membalas, 'Diam kamu!' sambil mengeluarkan senjata yang ada di pinggang dan menodongkan Ibu Kadiv. Kemudian Ibu Kadiv teriak minta tolong dan di situlah saudara panik apalagi mendengar ada suara langkah orang berlari yang mendekat ke arah suara permintaan tolong tersebut," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan tindakan Brigadir J itu membuat istri Ferdy Sambo berteriak meminta tolong. Teriakan itu didengar oleh anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam, Bharada E.

Bharada E kemudian berdiri di depan kamar dan melihat Brigadir J. Brigadir J disebut lebih dulu melepaskan tembakan ke arah Bharada E.

"Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigadir J dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E," ungkap Ramadhan.

Hasil dari olah TKP menunjukkan Brigadir Yoshua menembak sebanyak tujuh kali. Sementara Bharada E balas menembak sebanyak lima kali.

Ancaman Pembunuhan?

Sebelum tewas tertembak, ternyata Brigadir Yoshua pernah mendapat ancaman pembunuhan. Hal ini diungkapkan Yuni Hutabarat, kakak Brigadir Yoshua. Yuni menyebut cerita itu pernah disampaikan adiknya ke pacarnya yang ada di Bangko Merangin, Provinsi Jambi.

“Ternyata dia pernah cerita di sini sama pacarnya. Bahwasannya, tidak tahu kapan pastinya bercerita. Pacarnya itu baru kasi tahu kemarin setelah datang jenazah almarhum. Bahwasannya almarhum dapat ancaman ingin dibunuh," kata Yuni, Selasa (12/7/2022).

"Dia tidak berani cerita ke orang tua kami, takut drop atau apa, tapi dia bercerita seperti itu," katanya. Menurut Yuni semasa hidup adiknya tidak pernah menceritakan hal yang jelek-jelek.

“Dia tidak pernah menceritakan kesedihan, selalu menceritakan kebaikan, bahwa Pak Sambo dan Ibu baik, dia sudah dianggap anak sendiri, dia nggak pernah diperlakukan hal buruk," ungkapnya.
Saat bertugas di Papua, Yuni bilang adiknya tidak pernah menceritakan yang aneh-aneh. Padahal, saat itu situasi di sana sedang tidak baik-baik saja.

"Dulu waktu nge-PAM di Papua, di sana genting, setelah pulang kami bertanya bagaimana di sana, selalu bererita aman-aman, dia tidak menceritakan kejadian buruk. Tapi beberapa tahun kemudian, entah karena keceplosan atau nostalgia, dia cerita di Papua pernah begini-begini. Ada juga ada baku tembak," jelasnya.

Mengenai siapa yang mengancam adiknya dan karena apa adiknya diancam, dia tidak tahu persis. Karena adiknya tertutup kepada keluarga terkait hal itu. (Berbagaisumber/Lee)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

BERITA LAIN II