. Panen Raya Padi Di Kecamatan Huta Bayuraja, Namun Jalan Rusak Tetap Jadi Persoalan | BeritaSimalungun
Home » , , , » Panen Raya Padi Di Kecamatan Huta Bayuraja, Namun Jalan Rusak Tetap Jadi Persoalan

Panen Raya Padi Di Kecamatan Huta Bayuraja, Namun Jalan Rusak Tetap Jadi Persoalan

Written By Beritasimalungun on Friday, 1 July 2022 | 11:17

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sahuoka, Deputi Litbang BKKBN RI Rizal Maratua Damanik dan Anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga melakukan panen Raya padi sawah kelopok tani Sipangan Bolon Kelurahan Huta Bayuraja Kabupaten Simalungun, Sumut, Jum’at (1/7/2022).

Huta Bayuraja, BS
-Ternyata kerusakan jalan akses pertanian tidak membuat petani di Simalungun patah arang. Bahkan dalam kondisi jalan yang rusak parah, justru mereka bisa melakukan panen raya padi. Kerusakan akses jalan ke sentra pertanian di Simalungun sudah cukup lama dan belum ada perhatian yang serius.

Meski kondisi demikian, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sahuoka, Deputi Litbang BKKBN RI Rizal Maratua Damanik dan Anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga melakukan panen Raya padi sawah kelopok tani Sipangan Bolon Kelurahan Huta Bayuraja Kabupaten Simalungun, Sumut, Jum’at (1/7/2022)
 
Camat Huta Bayuraja Ferry Risdonni Sinaga menyampaikan bahwa diwilayahnya sudah 4 musim mengalami gagal panen dengan areal persawahan seluas 400 hektar. “Ada 15 desa dan 1 kelurahan yang memiliki 1 Hentraktor dan tidak ada satu pun rotary (traktor untuk bajak sawah), jika sudah mulai pengolahan lahan persawahan, maka kelompok tani/masyarakat akan menyewa rotary dari luar,”jelas Ferry.

Ferry menyampaikan, saat ini dibeberapa areal persawahan diwilayah Kecamatan Huta Bayuraja sudah melakukan serentak tanam, tentu kebutuhan pupuk akan kurang. Ferry berharap kepada Bupati bisa menyediakan pasokan pupuk untuk kelompok tani.

Kemudian, Ferry juga menjelaskan bahwa saluran irigasi di wilayah Kecamatan Huta Bayuraja kondisinya sudah rusak dan hanya ada satu pintu air. “Jadi tak jarang masyarakat kami ribut soal air, dan Kecamatan Huta Bayuraja baru dua kali ini melakukan panen raya, dan terus berupaya untuk melaksanakan dalam 2 tahun 5 kali panen,”sebutnya

Sisi lain, Ferry menyampaikan, untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pihaknya sudah  mengeluarkan surat tanah sekitar 1000 lembar. “Hal ini tentunya akan tercipta pajak Baru di Kecamatan Huta bayu raja. 

Dalam sambutannya, Bupati Simalungun menyampaikan bahwa Pemkab Simalungun telah mengetahui apa yang menjadi persoalan dan masalah yang dihadapi oleh para kelopok tani dan petani di Kabupaten Simalungun.

“Sudah saya dengarkan dari para kelompok tani dan petani kita. Persoalan pupuk, bukan hanya di Simalungun saja, tapi ini merupakan persoalan nasional, dan di berbagai daerah lain juga menjadi hal yang sama,”kata Bupati. 

Bupati menyampaikan bahwa, Pemkab Simalungun telah melakukan berbagai upaya melalui kementrian terkait, bahkan sampai ke Kementerian Desa untuk mendapatkan izin pengunaan dana desa dalam pembelian pupuk. 

“Tahun ini (2022) akan Kita anggarkan dua rotary dan akan kita perbaiki dua saluran jaringan air di Simpangan Bolon ini, dan semua ini tidak bisa pemerintah sendiri, harus ada campur tangan dan bantuan masyarakat kecamatan Huta Bayuraja ini, tentunya melalui pajak yang di bayar kan,”tandas Bupati.

Menyinggung peralatan pertanian yang sangat dibutuhkan kelompok tani di Kecamatan Huta Bayuraja, Bupati perintahkan Camat Huta Bayuraja untuk menyiapkan e-Proposal ke Dinas Tanaman Pangan Sumatra Utara agar mendapat bantuan peralatan pertanian seperti Hantraktor dan Rotary.
 
“Kita bersyukur sudah banyak Surat Keterangan Tanah (SKT) yang di keluarkan di Kecamatan Huta Bayuraja, tentu ini dapat menunjang PAD kita melalu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),”kata Bupati sembari berharap kepada para pangulu (kepala desa) dan Lurah agar dapat membantu masyarakat dalam percepatan pengurusan SKT.
 
Dalam kesempatan tersebut Deputi Litbang BKKBN Rizal Maratua Damanik menyampaikan tentang stunting di Kabupaten Simalungun. Ia menjelaskan bawah di Kabupaten Simalungun terdapat sekitar 28 % stunting. “Seharusnya, jika kita lihat kondisi Simalungun maka ini tidak harus terjadi, karena Simalungun ini merupakan tanah surge, tongkat dan batu bisa jadi tanaman. Apa pun kita tanam pasti hidup,”kata Rizal.
 
Kepada para Pangulu dan Lurah, Rizal mengajak untuk bersama-sama menuntaskan masalah stunting. “Pesan kami kepada Pangulu yang sudah menyampaikan komitmen untuk melakukan tugas dari Bupati. Mari kita tuntas kan stunting di Simalungun ini,”ajaknya.

Dikesempatan itu, Bupati di dampingi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov Sumut diwakili Unedo Koko, menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebesar Rp 41.875.000, dana pengembangan Produsen Benih Tanam Pangan (P3BT) Tahun 2022 kepada Kelompok Tani Bolon Tani Nagori Raja Maligas 1.

Tampak hadir dikesempatan itu antara lain, Sekda Simalungun Esron Sinaga, Plt Kadis Kominfo SML Simangunsong, Kadis Penataan Ruang  dan Sumber Daya Air Djamahaen Purba, Kadis PMPN Jonny Saragih, Kadis Kesehatan Edwin Tony SM Simanjuntak dan Plt kadis PPKBD Gimrood Sinaga serta mewakili Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun. (BS-Red)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis