. Tangisan Ibu Yosua Hutabarat: “Ma....Aku Mau Dihabisi!!!!” | BeritaSimalungun
Home » , » Tangisan Ibu Yosua Hutabarat: “Ma....Aku Mau Dihabisi!!!!”

Tangisan Ibu Yosua Hutabarat: “Ma....Aku Mau Dihabisi!!!!”

Written By Beritasimalungun on Friday, 15 July 2022 | 10:29


Jambi, BS
-Ada tangisan pilu saat Ibunda Almarhum Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat saat menerima peti jenazah anaknya di rumah duka di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Sabtu (9/7/2022) malam lalu. Tangisan Ibunda Yosua begitu pilu dengan ucapan terakhir kali anaknya menghubungi dia sebelum ajal menjemputnya.

Tangisan pilu Ibunda Yosua Hutabarat terdengar pada siaran langsung Facebook di akun Rohani Simanjuntak yang merupakan Tantenya Yosua Hutabarat. Sebelumnya tangisan Ibunda Yosua juga pecah saat penjemputan peti jenazah anaknya di bandara Jambi.

Tampak dalam video, Ibunda Yosua Hutabarat langsung memeluk anaknya Reza Hutabarat, adik  kandung almarhum Yosua Hutabarat yang membawa jenazah abangnya ke Jambi.

Tangisan pilu histeris tak terbendung Ibunda Yosua Hutabarat. Ada kata-kata “Ma Aku Mau Dihabisi Ma!!!” dalam tangisan Ibunda Yosua Hutabarat. Kata-kata itu adalah kalimat terakhir almarhum Yosua dengan ibunya sejam sebelum Yosus Hutabarat meninggal dunia di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022) 2022 pukul 17.00 WIB lalu.

Masih dalam video itu, terjadi negosiasi antara pihak orang tua Yosua Hutabarat dengan pihak mabes Polri yang membawa peti jenazah Yosua Hutabarat agar dibolehkan membuka peti jenazah. Dan pada akhirnya pihak keluarga membuka peti jenazah tanpa boleh direkam. 
 
Dalam keterangan Mabes Polri, Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB. Brigadir J Dimakamkan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, Senin (11/7/2022). 

“Waktu adek pupu masuk polisi, si abang berharap agar adeknya dapat penempatan di Mabes. Doa abangnya terkabul akhirnya adek pupu ditugaskan di Mabes Polri. Harapan si abang agar adek pupu bisa mandiri dan siap bisa mendidik, membina si adek pupu,” tulis akun FB Roslin Emika.

“Harapan si abang berakhir dengan direnggut teman sekerja nya nyawa nya. Bukannya menjaga si adek pupu malah si adek yang mengawal dan mengantar jenazah ABG baiknya ke rumah orang tuanya. Dengan perasaan yang sangat sedih, remuk ,si adek pupu tidak bisa berbuat apa-apa. Hati si adek pupu hancur melihat tubuh Abang baiknya terbujur kaku. Sudah 6 hari kepergianmu nak, tapi airmata ini  tanpa terasa jatuh mengingat kekejian yang kamu alami,” cerita Roslin Emika, keluarga almarhum Yosua Hutabarat.

Pada Senin 11 Juli 2022, akun FB Rohani Simanjuntak juga menanayangkan siaran langsung proses ibadah penghiburan dan prosesi pemberangkatan ke liang kubur anak mereka Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat, diiringi isak tangis seluruh keluarga dan kerabatnya.

“Menyedihkan. Kemaren waktu polisi dari Mabes Polri katanya siap untuk melaksanakan pelepasan secara kepolisian. Ternyata yang kami terima inilah adanya,” tulis Rohani Simanjuntak, yang juga sebagai kader Organisasi Pemuda Batak Bersatu (PBB) Muarojambi ini. Suasana duka menyelimuti rumah duka hingga tempat pemakaman Jenazah Yosua Hutabarat. 

Kapolda Jambi Kerumah Duka

Usai pemakaman Senin lalu, Kapolda Jambi Irjen Albertus Rachmad Wibowo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada orangtua alm Birgpol Nofriansyah Yoshua Hubarat di rumah duka Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Rabu (13/7/2022).

Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo tiba di rumah duka pukul 10.30 pada hari Rabu (13/7/2022), di Unit I, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo juga mengatakan, saat ini Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk membuat peristiwa itu terang benderang. 

Kapolda Jambi juga mengimbau keluarga besar mendiang Brigadir Yosua, agar mempercayakan masalah ini pada Polri.

Kedatangan Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo pun disambut baik oleh segenap keluarga besar. Ayah kandung Yosua, Samuel Hutabarat mengatakan mereka sangat berharap agar barang-barang Yosua bisa segera dikembalikan dan memohon agar Pihak Polda Jambi bisa menjempunya ke Jakarta. Pasalnya, keluarga almarhum tidak berani dan tidak memiliki biaya untuk menjemput barang-barang almarhum ke Jakarta.

Setelah berbincang, Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo didampingi kedua orang tua Yosua dan keluarga besar, mendatangi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di mana Yosua dimakamkan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Brigpol Nofryansah Yoshua Hutabarat.

Tanpa Upacara Kepolisian

Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengaku belum mengetahui bahwa Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang tewas di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dimakamkan di Muarojambi, Provinsi Jambi tanpa upacara resmi kedinasan kepolisian. 

"Saya belum tahu ya kedinasan atau tidak ya, nanti kita tanya sama Polda Jambi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/7/2022) lalu. 

Terkait tak adanya upacara kepolisian saat pemakaman Brigadir J, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja memberikan penjelasan. 

"Terkait upacara penghormatan, prosedurnya adalah dari satuan asal yaitu Mabes Polri yang melaksanakan sendiri atau minta bantuan ke kami yang di wilayah," ujarnya.

Buka CCTV

Pada kesempatan lain, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mengatakan, bahwa pembukaan CCTV itu bertujuan agar tidak ada rumor-rumor yang tak benar mengenai kasus tersebut.

Polri diminta membuka rekaman CCTV seusai insiden tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Dia juga meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo. Selain itu, telepon gengam dan barang-barang almarhum Brigadir J juga dikembalikan kepada keluarga. (BS-Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

BERITA LAIN II