Info Terkini

10/recent/ticker-posts

SEMUANYA TERANG BENDERANG


Oleh: 
Pdt Jhon Winsyah Raja Saragih MTh

"Dalamnya laut dapat diduga, dalamnya hati siapa yang tahu?” Peribahasa ini sering kita  pakai menjadi penegasan untuk membenarkan pemahaman tentang  sulitnya menduga, menyelami dan mengerti pikiran dan hati manusia. Petuah sederhana di atas ini menjelaskan kebenaran tentang kedalaman pikiran yang tidak terreka dan terterka. 

Para pakar seperti Jack Canfield dan Mark Viktor, secara ilmiah juga menjelaskan keluarbiasaan pikiran manusia itu dengan menyebutkan bahwa setiap hari manusia mampu menghadapi lebih dari 60.000 pikiran.  

Keluarbiasaan pikiran manusia didukung para ahli teori evolusi dengan berargumen bahwa karena kemampuan berpikirnyalah manusia selalu berhasil beradaptasi dan menjadi pemenang mengalahkan mahluk-mahluk lainnya, sehingga ia menjadi mahluk adikuasa. Tidak hanya para ilmuan, bahkan para teolog juga mengklaim bahwa manusia makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna karena akal dan pikirannya (serupa dan segambar dgn Allah).

Berbagai persfektif di atas sedikitpun tidak memberi keraguan tentang keluarbiasaan dan kedalaman pikiran manusia. Keluarbiasaan  inilah yang  mendasari claim bahwa hati dan pikiran manusia itu penuh dengan teka-tika, sulit di tebak, diukur, dinilai dan diketahui. 

Namun melalui teks khotbah kita hari ini, sedalam-dalamnya hati atau sesulit-sulitnya mengetahui pikiran manusia, bagi Allah sedikitpun tidak ada yang tersembunyi. Para ahli boleh berkesimpulan bahwa pikiran manusia begitu luar biasa, manusia boleh berkata bahwa hatinya tak dapat diduga. 

Namun di hadapan Allah hati dan pikiran manusia itu tetaplah dangkal, sehingga Allah pasti mengetahuianya. Kesadaran inilah yang diketahui oleh Daud sehingga ia merasa bahwa tidak ada yang bisa disembunyikannya dari Allah, karena setiap relung hati dan setiap lobus otak manusia dapat dihingga oleh Allah. 

Keyakinan ini juga ditegaskan oleh Yesaya dengan mengatakan: "Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu" (5:9). Sungguh sebuah perbandingan pikiran manusia dan Allah yang tiada tara, dimana pikiran manusia hanyalah "sejauh mata memandang" (sangat terbatas dan dangkal), sementara Allah yang tak terhingga melampaui batas ruang dan waktu. 

Kenyataan inilah yang disebut oleh Daud dalam pengakuan: “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu,  ya Allah!  Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya,  itu lebih banyak dari pada pasir (17-18).
Dengan kesadaran akan kenyataan ini maka bagi Daud tidk ada pilihan kecuali tetap berpihak dan tidak serong kepada Allah. Daud meyakini sepiawai apapun berkelit, sekaliber apapun bersandiwara, secerdik apapun berkamuflase, manusia tetaplah hasil rancangan Tuhan. 

Dari keberadaannya sebagai ciptaan, pastilah  Tuhan mengetahui siapa insan yang fasik, penumpah darah dan pendusta. Sedikitpun manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menutupi sesuatu yang sifatnya baik dan jahat sebab semuanya terang benderang di hadapan Allah.

Karenanya Daud begitu yakin Allah mengetahui dengan pasti seluruh kehidupannya, baik segala perkara, musuh dan juga keadaan hatinya (19-24). Atas hal inilah juga Daud merasa percaya diri, karena Tuhannya adalah yang maha tahu dan mengetahui segala perkaranya.

Saudaraku semua…!! Untuk itu melalui topik minggu kita "Ilobei ni Naibata Lang Adong na Ponop", mari kita jauhkan kejahatan dari hati dan pikiran kita. Jika saudara pernah, sedang dan mungkin akan terjatuh dalam lobang kejahatan, jangan menganggap  bahwa penutupi adalah solusi. 

Orang lain boleh gagal mengetahui segala yang disembunyikan di kedalam hati dan pikiran kita, tapi Allah tetaplah tak terbohongi. Tidak ada jalan lain selain minta pengampunan, dan selanjutnya  bertahan utuk hidup dikehendakNya. 

Jika bagi manusia menutupi kejahatan itu disebut seperti “sepintar-pintarnya tupai melompat tapi akan jatuh juga”, tapi bagi Allah di detik kejahatan itu kita sudah tertangkap layar, karena bagiNya semuanya terang benderang. Saudaraku semua, karna Allah maha tahu, maka tak perlu ragu juga dengan segala perkaramu, sebab Allah di dalam Yesus pasti mengetahuinya.

Saudaraku semua, ingatlah… pikiran adalah sebuah pintu penting bagi manusia. Jika pintu ini dibuka tanpa 'filter' maka tidak hanya  berbahaya bagi iman, tapi berbahaya juga bagi tubuh kita. Karena itu  “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Selamat hari Minggu saudaraku semua!! (***)

Berita Lainnya

Post a Comment

0 Comments