Pamatangraya, BS - Di tengah derasnya arus musik modern, ada satu nama yang tetap kokoh berdiri sebagai penjaga identitas budaya Simalungun, yakni Nuriati Girsang. Bukan sekadar penyanyi, ia adalah ikon artis Simalungun yang telah puluhan tahun meniti karier di dunia tarik suara, khususnya melalui lagu-lagu daerah Simalungun yang sarat makna dan nilai budaya.
Sejak awal kariernya, Nuriati Girsang telah menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap pelestarian musik tradisional. Di saat banyak generasi muda beralih ke genre populer, ia justru setia menghidupkan lagu-lagu Simalungun dengan suara khas, penghayatan mendalam, dan pembawaan yang penuh jiwa.
Setiap bait lagu yang dinyanyikannya seolah membawa pendengar pulang ke akar budaya, ke tanah leluhur yang penuh cerita.
Konsistensinya selama bertahun-tahun menjadikan Nuriati Girsang bukan hanya dikenal, tetapi dihormati.
Lagu-lagunya kerap diputar di berbagai acara adat, perayaan budaya, hingga menjadi pengiring momen sakral masyarakat Simalungun. Bahkan Nuriati Girsang kerap diundang tampil pada acara Pesta Adat Simalungun, kegiatan gereja dan organisasi masyarakat. Suaranya bukan sekadar hiburan, melainkan media pewarisan nilai, bahasa, dan identitas etnis.
Tak berlebihan jika banyak pihak menyebut Nuriati Girsang sebagai simbol keteguhan seniman daerah. Di tengah keterbatasan panggung dan minimnya sorotan media nasional terhadap musik etnik, ia tetap melangkah, tetap bernyanyi, dan tetap setia pada jalurnya. Inilah yang membuat namanya melekat kuat di hati masyarakat Simalungun lintas generasi.
Lebih dari sekadar karier, perjalanan Nuriati Girsang adalah bukti bahwa musik daerah tidak pernah mati selama ada sosok yang merawatnya dengan cinta dan kesungguhan. Ia telah membuktikan bahwa lagu Simalungun mampu bertahan, relevan, dan menyentuh siapa saja yang mau mendengarkan.
Hari ini, ketika isu pelestarian budaya kembali digaungkan, nama Nuriati Girsang pantas ditempatkan di barisan terdepan. Ia bukan hanya artis, tetapi penjaga suara Simalungun, ikon yang telah dan akan terus dikenang. Satu suara, satu budaya, satu nama, Nuriati Girsang. (BS-AsenkLeeSaragih)



0 Komentar