SONGON BODAT NA LANG ONGGA HUTUON
(Ibarat monyet yg gak pernah kena wabah kutu). Sekali monyet punya kutu, semua badannya digaruk. Kerjaannya jadi garuk-menggaruk. Terus-menerus. Padahal kutunya cuma seekor..!
Garuk (saja) di mana gatal, tempel (saja) di mana lobang. He.. 8x. Ibarat beli mobil baru, tiap hari, mobilnya dicuci. Di-vacum cleaner. Tapi beberapa bulan kemudian, sudah mulai malas mencucinya.
Begitu datang dari dealer (digendong mobil derek [towing car]), sebentar-sebentar dipakai ke sini, sebentar-sebentar dipakai dipakai ke sana. Bolak-balik kayak seterikaan.
Ketika tetangga mencibirnya, malah semakin bolak-balik, "ngangekin" si tetangga itu. Akhirnya, "makin dalam" dan "makin dalam".
Kadung mengganti nama "Balei Harungguan Djabanten Damanik" menjadi "Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih", dimana gelombang penolakan/kritik masyarakat Simalungun terutama melalui medsos mengalir deras Mixnon Andreas Simamora yang konon begitu datang di (diangkat menjadi Sekda) Kabupaten Simalungun dikesankan bikin ribut (gaduh) terus Simalungun ini, malah berencana mencantumkan nama "Tuan Rondahaim Saragih" utk semua aula ('balei harungguan') kantor2 kelurahan, kecamatan, dst.
Bukankah ini:
- Mengabaikan nama tokoh-tokoh besar lainnya seperti: Kaliamsyah Sinaga, Radjamin Purba, Sang na Ualuh Damanik, J Wismar Saragih, Guru Jason Saragih, dll?
-Men-down grade ketokohan Tuan Rondahaim Saragih (TRS) itu sendiri yang memang sudah ditetapkan jadi pahnas (padahal kalau hendak meng-up grade, nama TRS levelnya mestinya nama jalan utama yang ruasnya panjang [termasuk di kota-kota besar di Indonesia], nama bandara [pengganti nama Kualanamu, misalnya], dan semacamnya)?
- Memaksakan keseragaman di eks 7 kerajaan di Simalungun, padahal masih ada nama-nama lain yang juga pantas?
Ah.., argumentasi tindakan-tindakan Mixnon semacam ini malah sangat lemah bukan? Makin dalam" kau, Kawan. NB: Perjuangan kita (oSim) selanjutnya malah memperjuangkan Sang na Ualuh Damanik dll. itu jadi pahnas juga bukan?(FB:Rikanson Jutamardi Purba)



0 Komentar