Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Soal Pengunduran PDT 2012 Pelaku Budaya dan Pariwisata Keberatan


LUSIDO- Penampilan Sanggar Budaya Lusido, salah satu peserta lomba menari pada PDT 2011 di Open Stage Pagoda Parapat. (Foto: Dok)LUSIDO- Penampilan Sanggar Budaya Lusido, salah satu peserta lomba menari pada PDT 2011 di Open Stage Pagoda Parapat. (Foto: Dok)PARAPAT- Keputusan Ketua Umum Pesta Danau Toba (PDT) 2012 JR Saragih mengundur pelaksanaan PDT  yang kemungkinan menjadi bulan Oktober menuai kontroversi dari pelaku budaya dan pariwisata seputaran Danau Toba. Mereka mengaku merasa dirugikan akibat keputusan tersebut.

Kepada METRO, Rabu (16/5) Pimpinan Yayasan Pusik Buhit Sakti Prof Dr Sorimangaraja Sitanggang mengaku terkejut dengan digagalkannya pelaksanaan PDT 2012 yang sebelumnya direncanakan tgl 30 Juni-14 Juli. “Padahal ketika kami tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta  pada April lalu, salah satu yang kami promosikan adalah pelaksanaan PDT 2012,“ ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Elehar Perdan yang dihubungi via selular di Jakarta. Dia mengaku terpaksa menunda liburan ke Bonapasogit setelah mendengar pelaksanaan PDT diundurkaan. “Bah, padahal kita sudah buat rencana yang matang. Untung  tiket pesawat dan akomodasi di Parapat dan Ajibata belum dipesan,”ujarnya.

Senada disampaikan Rismon Raja Mangatur yang turut mepromosikan pariwisata Danau Toba di Taman Ismail Marzuki belum lama ini. Menurutnya, penundaan itu menunjukkan panitia yang tidak konsisten dan tidak memiliki prinsip untuk membangun pariwisata Danau Toba. “Tahun lalu juga demikian, tahun ini terulang lagi. Kalau alasannya tidak diagendakan di APBD Pemprovsu, berarti ini kesalahan DPRD TK I dan panitia,“ ungkapnya.

Berbeda dengan Ketua Yayasan Taman Eden 100 Lumban Julu Marandus S. penundaan jadwal ini ditanggapinya dengan positif. Menurut Penegelola Agrowisata Rohani Lumban Rang ini, jika diundur, berarti panitia ingin mempersiapkan pelaksanaannya lebih matang dan berbobot. “Ada baiknya diundur. Kalau dipaksakan bulan Juni-Juli, dampak pelaksanaannya bisa asal jadi seperti tahun yang lalu.

Yang penting setiap tahun diselenggarakan namun tetap diperhatikan waktu dan tempat pelaksanaannya jangan asal-asalan,” katanya. Peraih kalpataru bidang Perintis Lingkungan Hidup ini juga mengkritisi pelaksanan PDT tahun lalu. Dia berpendapat, PDT 2011 yang diselenggarakan pada Desember itu terlalu dipaksakan sehingga pelaku wisata, budaya dan masyarakat kawasan Danau Toba kurang merespon.

“Tahun lalu PDT diselenggarakan asal jadi sehingga sepi peserta. Kalaupun ramai itu karena pengunjung mau mudik Natal dan Tahun baru sehingga kawasan Danau Toba macet. Jadi jadi kita harapkan PDT tahun ini berjalan dengan baik dan memiliki dampak yang baik bagi kemajuan pariwisata nasional, khusunya Sumut,“ harapnya. (metrosiantar.com)

Berita Lainnya

There is no other posts in this category.

Post a Comment

0 Comments