. Loloskan Amran Sinaga Calon Wabub, Komisioner KPU Simalungun Dicurigai Terima Suap | BeritaSimalungun
Home » , » Loloskan Amran Sinaga Calon Wabub, Komisioner KPU Simalungun Dicurigai Terima Suap

Loloskan Amran Sinaga Calon Wabub, Komisioner KPU Simalungun Dicurigai Terima Suap

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 8 December 2015 | 23:56

BERITASIMALUNGUN.COM, Raya-Banyak pihak mencurigai Komisioner KPU Simalungun telah sengaja melakukan pembiaran soal putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Amran Sinaga terbukti bersalah diputus pada  22 September 2014. 

Bahkan Komisioner KPU Simalungun perlu dilakukan pemeriksaan karena tidak melakukan secara cermat verifikasi administrasi paslon wakil bupati Simalungun Amran Sinaga yang sudah divonis 4 tahun penjara tahun 2014 lalu.

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Margarito K mengatakan, KPU Simalungun tidak bisa serta merta mencoret JR Saragih dan Amran Sinaga sebagai pasangan calon bupati-wakil bupati. Dia menegaskan, yang patut disalahkan terkait polemik ini justru KPU Simalungun.

Alasannya, putusan kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan Amran Sinaga terbukti bersalah diputus pada  22 September 2014. Artinya, tanggal itu jauh hari sebelum penetapan pasangan calon.

Dikatakan Margarito, jika KPU melakukan klarifikasi secara benar terkait persyaratan pasangan calon, maka vonis terhadap Amran yang sudah berkekuatan hukum tetap itu bisa diketahui saat pilkada masih tahapan pencalonan.  

Sesuai ketentuan pasal 50 angka (5) UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pilkada, partai pengusung bisa mengajukan calon wakil bupati pengganti Amran. Sedang JR Saragih tetap sebagai calon bupati.

“KPU yang salah, mestinya cermat melakukan klarifikasi. Andai klarifikasi persyaratan cermat, yang bersangkutan (Amran Sinaga, red) oleh partai pengusungnya bisa diganti. Jadi hanya satu yang jatuh (kena kasus hukum, red), bukan dua-duanya (JR Saragih dan Amran, red),” terang Margarito Kamis kepada JPNN kemarin(7/12).

Pasal 50 ayat (5) UU Nomor 1 Tahun 2014 berbunyi, “Dalam hal Calon Bupati dan Calon Walikota diajukan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik berhalangan tetap sampai dengan tahap penelitian kelengkapan persyaratan, Partai Politik atau gabungan Partai Politik diberi kesempatan untuk mengajukan Calon Bupati dan Calon Walikota pengganti paling lama 3 (tiga) hari sejak pemberitahuan hasil penelitian persyaratan oleh KPU Kabupaten/Kota diterima.”

Bahkan, setelah ditetapkan sebagai calon pun, partai pengusung bisa mengganti jika yang bersangkutan berhalangan tetap. Menurut Margarito, “berhalangan tetap” ini seperti meninggal dunia atau kena kasus hukum sehingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon.


Ini diatur di UU Pilkada, Pasal 54 ayat (1), “Dalam hal calon berhalangan tetap sejak penetapan calon sampai pada saat dimulainya hari Kampanye, Partai Politik atau gabungan Partai Politik yang calonnya berhalangan tetap dapat mengusulkan calon pengganti paling lama 3 (tiga) hari terhitung sejak calon berhalangan tetap.”

Karena itu, Margarito berulang kali mengatakan, Amran yang divonis bersalah oleh MA pada September 2014 bisa lolos tahapan pilkada hingga tiga hari jelang pemungutan suara, merupakan keteledoran KPU.

“Keteledoran KPU ini tidak bisa dibebankan kepada calon bupati. Tidak boleh hak politiknya dikorbankan. Calon yang kena kasus hukum itu sejajar dengan yang meninggal dunia, masak iya pasangannya ikut dicoret?,” cetus Margarito, yang kerap menjadi saksi ahli dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Bahkan, Margarito mengatakan, tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang sengaja “pura-pura tidak tahu” adanya putusan MA pada September 2014. “Sengaja dibiarkan dulu, begitu jelang pemungutan suara baru diungkap untuk menjegal pasangan tersebut. Padahal tidak bisa, ini jelas kesalahan KPU karena putusan MA sudah lama keluar, jauh hari sebelum penetapan calon,” beber Margarito.

Dia menyarankan JR Saragih untuk secepatnya mengadukan masalah ini ke Bawaslu. “Laporkan saja ke Bawaslu dan minta agar pilkada ditunda,” pungkas Margarito. (JPPN) 
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.