}); MENGAJAR UNTUK MENGUBAH HIDUP | BeritaSimalungun
Home » , , » MENGAJAR UNTUK MENGUBAH HIDUP

MENGAJAR UNTUK MENGUBAH HIDUP

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 20 April 2016 | 22:22


BERITASIMALUNGUN.COM-“Mengajar untuk Mengubah Hidup”, demikian judul buku yang ditulis oleh Dr Howard G.Hendricks,pengajar berpengaruh di abad 21 dan Ketua Center for Christian Leadership di Dallas Theological Seminary.

Buku itu berisikan tujuh prinsip terpercaya. Ketujuh prinsip itu adalah Pendidikan (Education), Kegiatan (Activity), Komunikasi (Communication), Hati (Heart), Motivasi (Motivation), dan Kesiapan (Readiness).

Penulisnya menginginkan guru atau pengajar sebagai seorang yang mengajar dengan penuh kuasa dan semangat yang menyala-nyala, dengan kegembiraan dan keunggulan.

Seorang pengajar bukan hanya mengajar untuk hidup (mencari nafkah), tetapi lebih dari itu, mengajar adalah panggilan hidup.

Di era internet ini, mengajar adalah mengubah hidup diri sendiri dan orang yang tidak terbatas jumlahnya.

Tidak sekedar mengajarkan dua tambah dua sama dengan empat, tetapi menyampaikan kebijaksanaan dan pengetahuan untuk menginspirasi, mengarahkan dan memberi dampak positif serta permanen pada hidup banyak orang. 

Pengajar yang efektif, harus selalu mengajar dari limpahan hidupnya yang penuh. "Seorang pengajar harus tau apa yang diajarkannya.....Pengetahuan yang tidak memadai tentu akan tercermin pada mengajar yang tidak memadai". (John Milton Gregory).

Untuk menjadi pengajar yang baik seseorang harus memiliki FAT, Faithfull, Available and Teachable (Setia, Sedia, Siap diajari), harus terus belajar dan bertumbuh.

Pertumbuhan tidak dibatasi umur, atau pensiun, karena pengajar tidak pernah pensiun. "Jika Anda tidak bertumbuh hari ini, Anda akan berhenti mengajar besok hari," kata Howard G. Hendricks.

Barangkali bukan guru saja, profesi lain, seperti penulis, pemimpin yang ingin bertumbuh dan berubah, mengubah kehidupan banyak orang sebaiknya mengikuti prinsip di atas.

Pemimpin juga haruslah orang yang setia, sedia dan siap diajari, untuk mampu mengajar rakyatnya, orang-orang yang dipimpinnya, anak-anaknya, hidup ke arah yang lebih baik.

Bung Karno, Bung Hatta, adalah pemimpin yang menjadi guru bangsa. Pemimpin tidak sekedar membangun fisik, tetapi juga menyampaikan kebijaksanaan dan pengetahuan untuk menginspirasi, mengarahkan dan memberi dampak positif serta permanen pada hidup rakyatnya.

Guru, dosen, pengajar adalah mereka yang mengubah hidupnya sendiri, menginspirasi dan mengubah hidup orang lain. Mari belajar, dan sekaligus mengajar. (St Jannerson Girsang)
Share this article :

Post a Comment