Home » , , , , , » Jokowi Ingin Karnaval Kemerdekaan Jadi Agenda Tahunan, Target 1 Juta Wisatawan 2019

Jokowi Ingin Karnaval Kemerdekaan Jadi Agenda Tahunan, Target 1 Juta Wisatawan 2019

Written By Beritasimalungun on Monday, 22 August 2016 | 09:08

KKPDT juga dimeriahkan dengan panggung apung, karnaval, musik kemerdekaan, festival kuliner, panggung rakyat Balige. Karnaval dimulai di panggung apung di Parapat dan berakhir di panggung karnaval di Balige. Di panggung di atas air dimeriahkan oleh musisi seperti band Slank, Endo Kondologi, Dewa Budjana, Tohpati, Oppie Andaresta, JFlow, dan Sammy Simorangkir.
BeritaSimalungun.com, Parapat-Presiden RI Joko Widodo beserta Gubernur Sumatera Utara hadir pada karnaval dan pesta rakyat yang bertajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba (KKPDT) di Parapat, Kabupaten Simalungun dan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Minggu (21/8/2016). Presiden RI Joko Widodo menginginkan kegiatan Karnaval Kemerdekaan menjadi agenda tahunan. 

Karnaval diikuti peserta dari 26 provinsi, 26 kabupaten dan kota, serta dihadiri sejumlah menteri, serta para Bupati dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba. Jokowi berharap Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba berlanjut menjadi agenda rutin di Sumatera Utara. Dari parade yang ditampilkan, katanya, terlihat perbedaan yang menggambarkan kesatuan dan persatuan. 

"Ada Batak Simalungun, Toba, PakPak, Mandailing, Karo dan Angkola   Itulah perbedan yang menyatukan kita. Saya senang sekali. Pada hari ini semua masyarakat memakai ulos, tali," kata di depan ribuan warga yang hadir di Karnaval.

Menurut Presiden RI, kalau ini terus dipelihara, maka terlihatlah karakter bangsa, identitas bangsa. Karnaval dimulai dengan ditandai pemukulan gondang yang bersama-sama dihitung oleh masyarakat dengan menggunakan bahasa daerah. 

Saat itu Presiden dan Gubsu mengenakan ulos Ragidup Sirara yang biasa diperuntukkan bagi kaum bapak atau pribadi yang terhormat atau para raja. Sedangkan ibu negara beserta Ny Evi Diana Erry Nuradi mengenakan ulos Tum-Tumon. Motif ulos ini sudah mulai langka dan digunakan kaum ibu. Presiden akan berjalan kearah panggung didahului oleh Gubernur, Bupati, dan menteri menuju kursi di panggung pelepasan. Panggung pelepasan dimeriahkan dengan pertunjukan tari lima puak dari lima sub etnik batak.

Kemudian dimulai dengan penampilan tari Tortor Somba. Tarian ini menyambut kedatangan presiden di panggung start karnaval. Tak hanya itu, tari 5 serangkai yang menunjukkan 5 suku batak dan 9 tari cawan, serta iringan 700 wanita berpakaian adat mengiringi kedatangan presiden RI Joko Widodo dan rombongan. Karnaval turut dimeriahkan oleh musisi Batak seperti 300 pemain suling, pesilat, 112 penari cawan.

Karnaval melibatkan tak kurang 20.000 orang yang terdiri dari peserta karnaval, undangan dan penonton yang akan melewai enam panggung etnis. Iringan karnaval juga menampilkan ulos sepanjang 500 meter yang sudah memeroleh penghargaan dari MURI sebagai ulos terpanjang yang akan dibawakan 244 kepala desa," pungkasnya.

Usai melihat berbagai parader yang ditampilkan, Presiden RI Jokowidodo bersama Iriana Joko Widodo, Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi dan Evy Diana T Erry Nuradi menaiki mobil hias beserta para menteri. Begitupun dengan para menteri dan bupati, walikota lainnya. Mobil hias yang membawa orang nomor satu itu melintas disepanjang 3,5 km laju karnaval. 

Sementara Gubernur Sumatera Utara mengatakan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba menjadi tonggak kemajuan dan kejayaan pariwisata Danau Toba. "Melalui momentum ini, Danau Toba kembali dikenal masyarakat luas," kata Erry. 

Gubsu mengungkapkan terimakasih atas kepedulian Presiden Joko Widodo terhadap pengembangan pariwisata Danau Toba. "Ini sangat berarti bagi masyarakat di sekitar Danau Toba dan masyarakat Sumatera Utara umumnya," ujar Erry.

Menurut Erry kegiatan ini sangat berdampak positif pada pengembangagan wisata di kawasan Danau Toba. Hal ini sejalan dengan implementasi peraturan presiden (Perpres) tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba pada awal Juni lalu. Badan tersebut bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk ke dalan 10 destinasi prioritas nasional.

Sementara itu,Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan KKPDT merupakan wujud komitmen Presiden untuk memperluas rangkaian perayaan kemerdekaan. Ini bertujuan agar atmosfer 17 Agustus juga terasa di luar Pulau Jawa.  penerbnagan langsung menuju Bandara Kuala Namu yang kian bnayaj, serta Bandara Silangit dan Sibisa, maka jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini juga bertambah.

"Perhelatan KKPDR yang bertempat di Kawasan Danau Toba merupakan gong mulainya pengembahgan pariwisata yang makin optimal kedepannya di kawasan ini. Kementerian Pariwisata sendiri menargetkan dapat mendatangkan satu juta wisatawan ke ke kawasan ini di 2019," terangnya.

Panggung Apung dan Karnaval

Sebelumnya, Sabtu (20/8) KKPDT juga dimeriahkan dengan panggung apung, karnaval, musik kemerdekaan, festival kuliner, panggung rakyat Balige. Karnaval dimulai di panggung apung di Parapat dan berakhir di panggung karnaval di Balige. Di panggung di atas air dimeriahkan oleh musisi seperti band Slank, Endo Kondologi, Dewa Budjana, Tohpati, Oppie Andaresta, JFlow, dan Sammy Simorangkir. (Rel)
Share this article :

Post a Comment