Home » , , » Sebanyak 1.584 Pemilik Suara Sah yang Tentukan Siapa Ephorus 2016-2020

Sebanyak 1.584 Pemilik Suara Sah yang Tentukan Siapa Ephorus 2016-2020

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 7 September 2016 | 12:05

Ephorus HKBP Pdt William TP Simarmata MA saat menghadiri HUT HKBP Aurduri Kota Jambi beberapa waktu lalu. Dok Lee
BeritaSimalungun.com, Medan-Panitia Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sejak dilantik Pimpinan HKBP pada 4 Mei 2016 di Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung telah bekerja semaksimal mungkin untuk mempersiapkan Sinode yang akan berlangsung mulai 12-18 September 2016. Hingga Senin (5/9/2016), persiapan sudah hampir rampung sekitar 90 persen untuk menyambut peserta sinode yang datang dari seluruh penjuru dunia.  (Baca Juga: Ini 4 Calon Ephorus HKBP Periode 2016-2020)

"Adapun beberapa perlengkapan yang telah dipersiapkan menyangkut sarana dan prasarana di Seminarium Sipoholon, tempat persidangan, pemondokan, materi rapat dan kelengkapan sidang Sinode Godang HKBP 2016," ujar Sekretaris Umum Sinode Godang HKBP 2016 Pdt Nekson M Simanjuntak MTh, kepada wartawan di Medan, Senin (5/9). (Baca Juga: Dapat Dukungan Istana?, Pdt Dr Robinson Butarbutar Maju Calon Ephorus HKBP Periode 2016-2020)

Ketua umum panitia adalah Pdt Mori AP Sihombing (Sekjend HKBP) dibantu Ketua I Pdt Welman P Tampubolon, Ketua II Pdt Marolop P Sinaga MTh dan Ketua III Pdt Parinsan Simanungkalit.

Menurut Pdt Nekson, jumlah peserta Sinode Godang HKBP 2016 yang memiliki hak suara adalah 1.584. Mereka terdiri dari Ephorus, Sekjen, 3 Kepala Departemen, 30 Praeses, MPS 2012-2016, Pendeta Ressort, Seorang St utusan setiap Ressort (jumlah Ressort sampai sekarang 731 Ressort), KRP, 2 Utusan Guru Huria, 2 Utusan Bibelvrouw, 2 Utusan Diakones, Pimpinan Panca Lembaga dan Badan Audit, Balitbang, Badan Usaha dan Badan Pendidikan HKBP. Selain itu, ada peserta peninjau yaitu Persiapan Ressort dan undangan khusus yang direkomendasi Praeses. (Baca Juga: Ephorus: Jangan Intervensi Sinode Godang HKBP 2016)

Ibadah pembukaan nantinya dihadiri para undangan baik dari pemerintah, swasta dan mitra-mitra HKBP. Hadir Paduan Suara Seksi Ama Taman Mini yang dipimpin Pdt Luhut P Hutajulu D.Min. 

Agenda Sidang Sinode Godang HKBP ke-63 tahun 2016 adalah, pertama, menerima Barita Jujur Taon Ephorus 2012-2016 dan Laporan Pelayanan Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia dan Kepala Departemen Diakonia Periode 2012-2016. Kedua, menetapkan Rencana Strategis (Renstra) HKBP 2016-2020.

Ketiga, memilih Pimpinan HKBP Periode 2016-2020 yakni: Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia dan Kepala Departemen Diakonia. Pemilihan Pimpinan dilakukan melalui pencalonan dari floor oleh peserta Sinode Godang. 

Kita tidak mengenal calon Ephorus sebelum Sinode Godang, karena pencalonan dilaksanakan di Sinode Godang. Urutan Pemilihan itu dimulai dari pencalonan dan pemilihan Ephorus, jika Ephorus telah terpilih dilanjutkan dengan pencalonan dan pemilihan Sekretaris Jenderal dan seterusnya dilanjutkan pencalonan dan pemilihan Kepala Departemen. Konsep Tata Cara Pemilihan ini terlebih dahulu ditetapkan di SG itu sendiri.

Agenda keempat adalah  memilih Praeses HKBP Periode 2016-2020 berbasis IT. Para calon praeses yang akan dipilih di Sinode Godang adalah calon praeses hasil pemilihan dari Sinode Distrik. 

Dua nama calon praeses dari 30 distrik telah disampaikan kepada ephorus HKBP. Setiap peserta Sinode Godang dapat memilih 30 nama dari 60 nama calon praeses. Sistem pemilihan Praeses pada SG 63 ini dibantu menggunakan IT dengan komputerisasi untuk efektivitas waktu dan akurasi data. 

Kelima, hal yang tidak kalah penting dalam Sinode Godang adalah pembahasan Tema dan Subtema yang disampaikan oleh Theolog Muda HKBP Pdt Dr Binsar Jonathan Pakpahan yang sekarang bertugas sebagai dosen di STT Jakarta. 

Adapun Tema Sinode Godang ke-63 adalah MARSIHOHOT MA HAMU TONGTONG MANGOLOI JAHOWA! (Yosua 23:8)  (BERPAUTLAH SELALU KEPADA TUHAN ALLAH) dan Sub Thema : HKBP bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi berkat bagi dunia melalui tugas dan panggilan koinonia, marturia dan diakonia. (SIB) 
Share this article :

Post a Comment