. Yogyakarta Juara Festival Olahraga Tradisional 2018 | BeritaSimalungun
Home » , » Yogyakarta Juara Festival Olahraga Tradisional 2018

Yogyakarta Juara Festival Olahraga Tradisional 2018

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 10 July 2018 | 08:22

Permainan Obah Owah dari Kabupaten Kulon Progo ( Foto: istimewa )
DIY yang menampilkan permainan olahraga tradisional Obah Owah mengantongi nilai tertinggi 629.62. Kontingen DIY dalam penampilannya dinilai memiliki gerakan yang aktif, kompak, dan sentuhan permainan aslinya kental.

Jambi, BeritaSimalungun- Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tampil sebagai juara di Festival Olahraga Tradisional ke-13 yang berlangsung di Jambi, Minggu (8/7/2018). DIY yang menampilkan permainan olahraga tradisional Obah Owah mengantongi nilai tertinggi 629.62.

Kemenangan tersebut menurut dewan Juri Suherman, bahwa penilain itu menyangkut berbagai unsur seperti pendidikan, intelegensi, dan ketangkasan. Kontingen DIY dalam penampilannya dinilai memiliki gerakan yang aktif, kompak, dan sentuhan permainan aslinya kental.

Permainan Obah Owah memang mendapat aplaus dari penonton. Permainan yang biasanya dimainkan pada bulan purnama ini butuh kekompakan, ketangkasan dan daya tahan fisik yang kuat.

Permainan ini mengunakan piranti yang ada saat panen padi. Ada orang-orangan sawah (memedi sawah), jerami, untaian padi, hingga alu, dan tenggok tempat padi. Permainan dibagi menjadi dua tim dan dimainkan empat orang.

Tahap awal, peserta akan berlomba mengambil alu dan sarung dengan berjalan secara duduk menggunakan tangan. Setelah berhasil mendapatkan alu, tiga pemain berjalan bersama dilingkari sarung.

"Terima kasih kepada dewan juri yang telah menetapkan Obah Owah sebagai permainan olahraga tradisional terbaik. Kami sangat bangga meski persiapannya sangat mepet. Tentu prestasi ini jadi PR kami untuk terus mengeksplorasi permainan olahraga tradisional lainnya yang belum muncul," kata Topan Faizal, ketua kontingen DIY.

Pada tahun 2016 DIY pernah memperkenalkan permainan Domblong (bengong) tetapi kalah. Permainan anak nelayan ini menggunakan jaring. Tapi, risikonya tinggi karena harus menjaring kepala orang. "Kami akan berusaha menggalinya dan melakukan pembinaan," timpal pelatih Joko Mursito.

Sementara itu, peringkat kedua milik Provinsi Gorontalo yang menyajikan permainan olahraga tradisional Mo Dandta dengan nilai 623. Kemudian Bengkulu dengan Eket Daet mengantongi nilai 619,3 di tempat ketiga.

Festival Olahraga Tradisonal ke-13 di Jambi ini mendapat perhatian lebih dari masyarakat setempat dan juga para peserta yang datang dari 18 Provinsi dan 2 Kabupaten Provinsi Jambi.

Cada Rumbino Ketua Kontingen Papua mengatakan event gawean Kempora di Jambi ini patut dijadikan contoh untuk seluruh Indonesia. Dikatakannya pelayanan panitia, tatakrama dan respon masyarakatnya sangat bagus. "Itu memang yang diharapkan oleh Menpora Imam Nahrawi. Tujuan event ini adalah menggali aset budaya yang nyaris punah tertelan zaman. Selain itu juga untuk menjalin kebersamaan, persaudaraan antara anak bangsa," ujar Cada Rumbino.

Papua yang menampilkan permainan Cado berada di peringkat ke-7 dengan nilai 593. Tapi, dia bersyukur 28 orang skuatnya tidak sia-sia datang jauh-jauh. "Kami berharap olahraga tradisional ini bisa sejajar dengan olahraga prestasi. Saya juga meminta agar Kempora memberikan kami jatah sebagai tuan rumah berikutnya," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Bina Pemuda Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalsel, M Supli juga merasa puas dengan event yang dikomandoi Deputi III Pembudayaan Olahraga Kempora itu.

Supli tidak mempersoalkan hasil penilaian juri yang menempatkan Kalsel di peringkat 9. Kacapak Kacabau yang dihamparkannya mendapat nilai 578.

"Kami justru berterima kasih kepada Kemenpora yang peduli dengan permainan olahraga tradisional. Ini tantangan buat kami sebagai putra bangsa untuk terus menggali potensi di daerah kami. Setidaknya ini akan membuka mata kita bahwa Indonesia kaya akan olahraga tradisonal," tuturnya.(BS)



Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Post a comment

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Natal 25 Desember 2020

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.