. Gubernur Sumut Lepas Ekspor 50,2 Ton Sayur Kol (Kubis) Berastagi Ke Malaysia | BeritaSimalungun
Home » , , » Gubernur Sumut Lepas Ekspor 50,2 Ton Sayur Kol (Kubis) Berastagi Ke Malaysia

Gubernur Sumut Lepas Ekspor 50,2 Ton Sayur Kol (Kubis) Berastagi Ke Malaysia

Written By Beritasimalungun on Thursday, 28 February 2019 | 22:42

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Humas
Karo, BS-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim.

Acara pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi dan pengguntingan pita oleh Gubernur Edy Rahmayadi, yang disaksikan Bupati Karo Terkelin Brahmana, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian Ali Jamil Harahap, Ketua GPEI Sumut Hendrik Halomoan Sitompul, Kepala Balai Besar Karantina Belawan Bambang Haryanto, dan anggota DPRD Sumut Muchrid Nasution.

Pada kesempatan itu, Edy mengajak masyarakat Kabupaten Karo untuk terus meningkatkan kualitas produk pertanian dari Tanah Karo. Karena Karo merupakan daerah penghasil produk pertanian cukup banyak varietasnya, seperti kubis, wortel, kentang dan lain sebagainya.

"Kita harus bersyukur Kabupaten Karo ini diberikan tanah yang subur serta daerahnya yang sejuk. Kita manfaatkan ini untuk memajukan pertanian agar rakyat tetap sejahtera," ujarnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana untuk meningkatkan kualitas pertanian seperti membuat kebijakan yang berpihak pada petani. "Paling tidak membuat koperasi agar petani tidak diakali oleh tengkulak yang memainkan harga," sebut Edy Rahmayadi.

Jika produk-produik pertanian ini bisa ditingkatkan kualitasnya, kata Edy Rahmayadi, nilai ekspor Sumut akan lebih meningkat di tahun-tahun yang akan datang. Sehigga ke depan, dari Tanah Karo tidak hanya kubis yang di ekspor, tetapi juga komoditas lainnya seperti wortel, kentang dan lainnya.

"Hari ini, kita ekspor lima puluh ton lebih Kubis. Ke depan lebih ditingkatkan lagi jumlah yang akan di ekspor dan bukan hanya kubis yang di ekspor, masih ada wortel, kentang, cabe dan lain sebaginya," sebut Edy Rahmayadi.

Saat ini Pemprov Sumut, lanjut Gubernur Edy, juga sedang mengkaji pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil panen. Supaya kualitas komoditas bisa bertahan lama. “Yang penting petani jujur. Jangan diakal-akali. Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk Karo. Ke depan rakyat kita makan kubis yang besar-besar,” ujarnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, dari 147 jenis produk pertanian unggulan ekspor asal Sumut, kubis asal Berastagi merupakan komoditas hortikultura terbesar penyumbang jumlah ekspor. "Hingga saat ini ada 5 negara tujuan ekspor kubis asal Berastagi yakni Taiwan, Malaysia, Jepang, Singapura, Korea Selatan," katanya.

Menurut Ali Jamil, ekspor kubis yang keluar dari pelabuhan Belawan selama 5 tahun pertama terus mengalami peningkatan. Meski sempat menurun ditahun ke 3, yang disebabkan kondisi alam pasca erupsi Sinabung.

Disebutkannya, di tahun pertama 2012, ekspor kubis sebesar 11.747 ton dengan nilai Rp 35,243 miliar, tahun 2013 sebesar 13.133 ton dengan nilai Rp 39,401 miliar, tahun 2014 sebesar 8.933 ton dengan nilai Rp 26,800 miliar, tahun 2015 sebesar 17.043 ton dengan nilai Rp 51,131 miliar, ditahun 2016 sebesar 32. 680 ton dengan nilai Rp 98,040 miliar.

Namun di tahun 2017 dan 2018 volume ekspor komoditas ini mengalami penurunan.Yakni ditahun 2017 hanya sebesar 18.459 ton dengan nilai Rp 55,379 miliar dan di tahun 2018 sebesar 15.228 ton dengan nilai Rp 45,906 miliar.

"Penurunan selama 2 tahun terakhir ini disebabkan semakin ketatnya persyaratan keamanan pangan dari negara tujuan ekspor, terutama Jepang, Korea Selatan dan Singapura yang memiliki standar syarat keamanan pangan yang cukup tinggi," jelas Jamil.

Turut hadir pada pelepasan itu Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara M Azhar Harahap, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut Dahler Lubis, Kadis Pertanian Kabupaten Karo Sarjana Purba dan instansi terkait serta petani dan para eksportir.(BS-Rel-Hms)
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Humas


Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Humas

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Humas

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melepas secara resmi ekspor 50,2 ton sayuran Kubis (Kol) Berastagi ke Malaysia, di Desa Lambar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Kamis (28/2/2019). Ekspor melalui Pelabuhan Belawan itu dilakukan oleh perusahaan eksportir PT Juma Berlian Exim. Humas

Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.