}); Bosan Melihat Jalan Rusak, Gunawan Reza Tamsar Kirimkan Surat Terbuka Kepada Jokowi | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Bosan Melihat Jalan Rusak, Gunawan Reza Tamsar Kirimkan Surat Terbuka Kepada Jokowi

Bosan Melihat Jalan Rusak, Gunawan Reza Tamsar Kirimkan Surat Terbuka Kepada Jokowi

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 5 June 2019 | 07:54


Potret Kerusakan Jalan Haranggaol
Kepada Bapak Presiden RI kami, Bapak Presiden Joko Widodo yang terhormat. 

*Mungkin surat saya ini hanyalah salah satu surat kecil dari ratusan, ribuan, dan bahkan jutaan surat yang ditujukan untuk Bapak Presiden tercinta. Tapi tak apalah... siapa tahu Bapak Jokowi menyempatkan semenit saja waktu Bapak untuk membaca surat mungil saya ini*

._______________________________________.
Teruntukmu, Bapak Presidenku...

Sudah sejak saya duduk di bangku kelas 1 SD (tahun 1990) keadaan jalan kami menuju kampung halaman kami, di desa terpencil di pesisir Danau Toba bernama Nagori (Desa-red) “Binangara”, Kelurahan “Nagori Sihalpe” sekarang berkecamatan di Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, sangatlah rusak parah.

Setelah merantau pun ke ibu kota dan terakhir pulang tahun 2017, keadaan jalanan kami ini pun semakin rusak parah. Kami seluruh penduduk di hampir belasan desa melewati jalanan ini hanya untuk ke “pekan” atau di Jakarta disebut “pasar” sekali atau dua kali dalam seminggu.

Saya merasakan besarnya perhatian bapak atas sila ke Lima Pancasila, Dasar Negara kita yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Oleh karena itu, kalau Bapak berkunjung ke Sumatera Utara, kami mohon Bapak singgahlah sebentar menjenguk daerah terpencil kami melewati jalanan Seribudolok-Haranggaol ini. Disana kami hanya bertani bawang dan sedikit pohon mangga, Pak. 

Hasil panen kami tidaklah banyak. Tetapi kami harus rela menghabiskan puluhan jam dan juga menghabiskan keringet kami dalam perjalanan melewati jalanan “cantik” ini hanya untuk menjual hasil tanaman kami yg tidak seberapa itu.

Saya dan mungkin sebahagian besar penduduk disana masih hanya bisa menjilat ludah menyaksikan kemegahan bangunan jalan tol yg sekarang lagi “IN” dan “Anyar” diperlihatkan di berbagai TV apalagi menjelang lebaran ini. 

Kami pastinya sedikit iri, Pak. Anak-anak di kampung kami ini kalau ke sekolah menuju kampung sebelah harus naik “getek” atau jalan kaki melewati batu-batu tajam dan lewat lembah gunung, Pak. Untungnya skrg lagi dibangun jalan setapak yang sampai skrg pun masih dalam tahap pembangunan. 

Kalau sudah lulus SD, kami harus pindah dan “in the kost” ke kota-kota Pak. Coba Bapak bayangkanlah perjuangan kami dari dulu untuk menimba ilmu demi memperjuangkan keturunan kami ke depan.


Jika Bapak sudah berhasil membangun jalan tol menuju pulau Jawa, Sumatera dan di berbagai Provinsi lainnya, sekarang kami memohon Bapak “JOKOWI PRESIDEN KU” untuk datang blusukan ke daerah-daerah terpencil lainnya termasuk daerah kami ini.

Kami masih menggunakan kapal-kapal Kecil menuju kampung kami, Pak. Dari kota kecil bernama Seribu Dolok, melewati jalan Haranggaol yakni jalan yang seperti yang ada dalam foto ini, dan sesampai di tepi Danau Toba di Desa Haranggaol, kami pun masih menunggu beberapa jam untuk pulang naik kapal kecil kembali ke kampung kami melewati kampung Nagori, Sihalpe, Binangara, Gaol, Soping, Nagori Purba, Hutaimbaru, dan puluhan kampung lainnya.

Saya tidak tahu jelas apa masalah yang terjadi di daerah kami sehingga jalanan in tidak pernah mendapatkan perhatian. Memang... di danau Haranggaol banyak pembudidaya “Karamba” — kolam ikan mas dalam bentuk jaring dan terapung di atas danau.

Itu mungkin hanya bisa diolah oleh para pemodal besar. Sehingga Kaum petani biasa hanya dapat bertani seadanya dan mengandalkan pendapatan yang pas-pasan. 

Sebagai tambahan Pak, Kalau Bapak lewat jalan ini nanti, jangan lupa pakai masker tebal ya, Pak. Ikan-ikan mati dari karamba banyak dibuang sembarangan di samping jalan ini sehingga ketika melintas jalanan ini bau busuk menyengat pun hampir membuat yang menciumnya pingsan.

Inilah yang membuat saya tergerak untuk menulis surat kecil ini untuk Bapak Jokowi tercinta.

Dalam hasil Pemilu Rabu 17 April 2019 lalu, Bapak sudah kembali kami pilih menjadi Presiden kami. 100% penduduk di desa kami (Bapak boleh cek nanti) memilih Bapak Jokowi sebagai pemimpin negara ini untuk kedua kali karena kami masih punya harapan kalau Bapak akan melakukan pembangunan yg lebih merata di negeri Indonesia tercinta ini.

Jika pun bapak tidak sempat mampir atau lewat pun tidak, cobalah Bapak kirimkan salah satu ajudan Bapak itu untuk mengecek kebenaran berita yg saya tuliskan mengenai keadaan jalan di sana.
Shalom pak Joko Widodo. Kami berharap uluran bantuan Bapak Jokowi segera ya, Pak. Salam sejahtera untuk Bapak sekeluarga dan bagi kita semua warga NKRI ini.

Dari saya, anak rantau di Jakarta dari kampung Binangara-Nagori-Sihalpe-Gaol dan puluhan desa terpencil lainnya.

Cc: Gubernur Sumatera Utara;Bupati Simalungun; Bupati Simalungun. Kecamatan Haranggaol Horisan. (Gunawan Tambunsaribu-Dosen Fakultas Sastra Univeristas Kristen Indonesia)
 
Share this article :

Post a Comment