}); Pelaku Bom di Mapolresta Medan Teridentifikasi | BeritaSimalungun
Home » , , » Pelaku Bom di Mapolresta Medan Teridentifikasi

Pelaku Bom di Mapolresta Medan Teridentifikasi

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 13 November 2019 | 14:27

Polisi berjaga pascabom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Irsan Mulyadi )
Medan, BS-Identitas MR X yang meledakkan dirinya di kantor Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB mulai terdeteksi. Pelaku diduga bernama Rabbial Muslim Nasution kelahiran Medan, 11 Agustus 1995.
Dalam rekaman CCTV polisi, seorang pria mengenakan jaket hijau atribut ojek online memasuki halaman Mapolrestabes Medan. Pria yang tampak membawa tas ransel di punggung, diduga pelaku bom bunuh diri. IST
Dari informasi yang didapat, pelaku yang meyaru hendak mengurus SKCK dan mengenakan jaket ojek online itu beralamat di jalan Jangka, Medan. Pelaku diketahui berstatus sebagai pelajar/mahasiswa.

“Benar. Itu terduga pelakunya. Kita cari jaringannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal singkat.

Saat ini polisi tengah melakukan penggeledahan di rumah pelaku untuk mencari barang bukti dan melacak jaringan pelaku.

5 Anggota Polri dan Satu Warga Sipil Terluka

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan pelaku teror yang meledakan dirinya di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB dipastikan melukai beberapa orang.

Jenderal bintang dua itu juga memastikan jika hanya pelaku yang tewas. Tubuh pelaku hancur akibat bom bunuh diri tersebut sementara minimal lima orang anggota Polri dan seorang PHL terluka.

“Kejadiannya setelah pelaksanaan apel pagi di Polrestabes Medan. Pelaku berjalan di halaman apel tersebut dan jeda beberapa saat di depan kantor bagian operasi Polres, pelaku meledakan diri,” kata Iqbal di Sentul International Convention Center, Rabu (13/11/2019).

Iqbal mengaku dia belum tahu rangkaian bahan peledak tersebut. Apakah high explosive (berdaya ledak tinggi) atau bukan. Saat ini tim gabungan sedang bekerja baik dari Inafis, laboratorium forensik, dan unsur lain untuk melakukan pengolahan tempat kejadian perkara.

“Diduga pelaku meninggal. Ada enam korban. Lima dari personel Polri dan satu sipil. Tetapi, Alhamdulillah, laporan sementara korban tidak ada yang luka parah, tetapi luka-luka. Dan ada beberapa kendaraan dinas juga rusak,” sambungnya.

Saat ini Densus 88 Antiteror dengan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara juga sedang bekerja untuk melakukan proses selanjutnya. Termasuk mengidentifikasi pelaku apakah masuk jaringan teror atau lonewolf (seorang diri).

Pelaku Menyamar Urus SKCK

 Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan jika prosedur pengamanan markas kepolisian sudah dilakukan dengan ketat. Pelaku yang meledakkan dirinya di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB menyaru hendak mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

“Kejadiannya di halaman dan cukup mengejutkan. Standar pengamanan mako di seluruh Polres dan Polda sudah dilaksanakan baik. Sebelum meledak tadi seluruh masyarakat yang mau masuk dilakukan upaya sterilisasi dan digeledah,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (13/11/2019).

Namun demikian memang hari ini secara kebetulan masyarakat cukup banyak berbondong-bondong untuk membuat SKCK. Pelaku diduga masuk dengan alasan mengurus SKCK.

“Belum sampai ke central pelayanan SKCK masih ada di halaman parkir dan meledak. Nanti menunggu informasi lebih lanjut dari tim dari Densus maupun Inafis dan Labfor apakah bom dipicu pelaku sendiri atau yang lain (remote),” sambungnya.

Pemprov Sumut Minta Masyarakat Tetap Tenang

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meminta masyarakat supaya tetap tenang pascabom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (13/11/2019).

"Serahkan dan percayakan penanganan kasus teror ini kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini," ujar Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumut (Sekda Pemprov Sumut), Sabrina saat meninjau Markas Polrestabes Medan.

Sabrina mengharapkan, masyarakat juga meningkatkan kewaspadaan menyusul kejadian bom bunuh diri tersebut. Masyarakat diminta mengamati lingkungan sekitar dari orang - orang yang mencurigakan.

"Segera laporkan atau berikan informasi kepada kepolisian jika melihat gelagat orang mencurigakan. Peran serta masyarakat juga membantu agar daerah ini aman dari aksi teror," sebutnya.

Sabrina mengaku prihatin atas korban terluka akibat serangan bom bunuh diri tersebut. Dia langsung melakukan peninjauan mewakili pemerintah provinsi karena gubernur dan wakil gubernur sedang berada di luar kota.(*)

Sumber: Beritasatu.com
Share this article :

Post a Comment