. 14 "Dosa" Wali Kota Pematangsiantar, Himapsi Siantar Surati Megawati | BeritaSimalungun
Home » , , » 14 "Dosa" Wali Kota Pematangsiantar, Himapsi Siantar Surati Megawati

14 "Dosa" Wali Kota Pematangsiantar, Himapsi Siantar Surati Megawati

Written By Beritasimalungun on Thursday, 9 January 2020 | 06:52

Himapsi Minta DPP PDIP Tolak Usung Hefriansyah di Pilkada Siantar
Ketua Himapsi Siantar, Jonli Simarmata, ST.(IST)

Pematangsiantar, BS-Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar melayangkan surat kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada hari Kamis (9/1/2020).

Surat dengan nomor: 142/005/DPC-HIMAPSI/I/2020 tentang Permintaan agar Tidak Mengusung Hefriasyah Noor di Pilkada Pematangsiantar tahun 2020.

Demikian disampaikan Ketua DPC Himapsi Siantar, Jonli Simarmata didampingi Sekretaris Joko Sinaga dan para wakil ketua Dedi Damanik dan Candra Malau, saat diwawancarai wartawan di Kantor Himapsi Siantar, Jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, Kamis (9/1/2020) sekira pukul 09.00 WIB.

“Kami menilai Hefriansyah gagal dalam memimpin Pemko Siantar. Oleh karenanya, kami meminta agar PDIP tidak mengusung dan mendukung Hefriansyah di Pilkada mendatang,” jelas Jonli Simarmata.

Sesuai penjelasan dalam surat tersebut, Himapsi memaparkan sejumlah masalah yang menjadi indikator kegagalan Henfriansyah sebagai Walikota. Adapun sejumlah persoalan yang dimaksud antara lain:

1. Mangkraknya pembangunan Tugu Raja Sangnaualuh Damanik. Termasuk adanya kerugian negara sebesar Rp 913 juta yang ditimbulkan akibat dihentikannya pembangunan tugu tersebut.

2. Pelaksanaan proyek sangat amburadul dan meresahkan seluruh warga Siantar karena dikerjakan diakhir tahun 2019 (dimulai pertengahan desember) dengan waktu yang bersamaan dilaksanakan disejumlah titik. Walikota dinilai tidak memiliki konsep yang jelas dalam hal perencanaan dan pelaksanaan proyek di Kota Pematangsiantar.

3. Banyaknya pejabat OPD dilingkungan Pemko Siantar yang berstatus Plt (pelaksana tugas) yang masa jabatannya sampai satu tahun dan lebih.

4. Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) mengalami kerugian sebesar Rp 36 miliar dan perusahaan ini diduga menjadi lahan korupsi bagi para pejabat di Lingkungan Pemko Siantar dan termasuk Walikota.

5. Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ) diduga menjadi arena meraup keuntungan oleh Walikota karena saat ini banyak gaji pegawai yang tidak dibayarkan meskipun pendapatan perusahaan sudah jelas.

6. Dihilangkannya prasasti merah putih yang dinilai telah layak diusulkan menjadi cagar budaya karena telah memiliki usia diatas 50 tahun.

7. Adanya pelanggaran Undang-undang yang dilakukan Walikota Hefriansyah dalam hal pemberhentian Sekretaris Daerah Budi Utari Siregar.

8. Penegakan Peraturan Daerah yang terkesan tebang pilih.

9. Adanya temuan BPK- RI tentang anggaran sebesar Rp 46 Miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

10. Adanya tindak pidana korupsi disejumlah OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

11. Mempertahankan Kadis Kominfo (Posma Sitorus) yang saat ini tengah berstatus tersangka.

12. Adanya dugaan Pungli (pungutan liar) di Dinas PMPTSP, sesuai pengakuan mantan Sekretaris Dinas Mangapul Sitanggang.

13. Penistaan terhadap Suku Simalungun yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Sudah ada keputusan Pansus (panitia khusus) DPRD Pematangsiantar, namun kasus ini masih mengendap di DPRD dan sampai saat ini belum dibawa kesidang paripurna.

14. Adanya kerugian negara atas temuan BPK-RI disejumlah OPD pada Tahun Anggaran 2018.

“Demikian butir-butir yang kami sampaikan sebagai dasar kami meminta agar PDIP tidak mengusung Hefriansyah. Penjelasan itu juga kami lengkapi dengan bukti-bukti akurat seperti data hasil audit BPK, Surat Keputusan Pansus DPRD, Laporan Pengaduan warga dan Laporan Pengaduan pegawai PD-PHJ,” kata Jonli.

Dia menilai, Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri merupakan orang yang cerdas dalam memilih figur yang layak untuk diusung atau dicalonkan sebagai kepala daerah.

“Meskipun sebagai incumbent, kita melihat, sudah terlalu banyak warga yang tidak suka dengan kepemimpin Hefriansyah. Contohnya begini, tanpa walikotapun, Pemko Siantar ini tetap jalan. Jadi, ada atau tidak ada, kalau walikotanya Hefriansyah, kebijakannya sama saja. Amburadul!,” kata Jonli dengan nada tegas.

Sebelumnya, Hefriansyah Noor telah mendaftar ke DPD PDIP Sumut. Dan saat ini nama Hefriansyah sedang digodok di DPP PDI Perjuangan. (BS-Rel/Rodo Timbul Saragih)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.