. Polisi Tetapkan 20 Napi Jadi Tersangka Kerusuhan Rutan Kabanjahe | BeritaSimalungun
Home » , , » Polisi Tetapkan 20 Napi Jadi Tersangka Kerusuhan Rutan Kabanjahe

Polisi Tetapkan 20 Napi Jadi Tersangka Kerusuhan Rutan Kabanjahe

Written By Beritasimalungun on Friday, 14 February 2020 | 07:03

Sejumlah petugas mengamankan tahanan dari lokasi kerusuhan di Rutan Kabanjahe, Tanah Karo, Sumatera Utara, Rabu, 12 Februari 2020. ( Foto: Beritasatu)

Kabanjahe, BS – Polisi akhirnya tegas dan menetapkan 20 orang narapidana sebagai tersangka kerusuhan disertai pembakaran rumah tahanan (Rutan) Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut).

“Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka itu masih menjalani proses pemeriksaan atas tuduhan melakukan pembakaran dan pengrusakan rutan," ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, Kamis (13/2/2020).

Benny mengatakan, pemeriksaan terhadap seluruh tersangka oleh penyidik guna dilakukan pengembangan untuk mengungkap napi lain yang terlibat dalam pengrusakan fasilitas di Rutan Kabanjahe. Sehingga, jumlah tersangka kemungkinan bisa bertambah.

"Proses hukum tetap berjalan. Kami akan melimpahkan kasus ini ke kejaksaan untuk dilanjutkan proses di pengadilan. Ini merupakan pelanggaran tindak pidana, sehingga napi yang ditetapkan sebagai tersangka, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiba di dalam rutan pascakerusuhan Rabu kemarin, secara berangsur mulai normal. Kendati demikian, petugas kepolisian bersama TNI masih melakukan pengamanan ekstra ketat di sekitar rutan tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu. Begitu juga dengan napi maupun tahanan lainnya, tidak ada yang melarikan diri. Semua lengkap setelah didata ulang. Saat ini, ada 142 orang napi menempati tiga ruangan di dalam rutan tersebut," katanya.

Sementara Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengamankan sepuluh orang narapidana yang diduga sebagai provokator kerusuhan di Rutan Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (12/2/2020).

"Mereka masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Kami akan menjerat mereka dengan tuduhan pengrusakan secara bersama-sama, sesuai pelanggaran Pasal 170 KUHPidana," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Kamis (13/2/2020).

Kapolda mengatakan, napi yang diamankan polisi ini memprovokasi rekan-rekannya di rutan untuk memberikan perlawanan saat petugas memberikan sanksi atas pelanggaran disiplin di dalam rutan itu. Kemudian, napi lain tersulut sehingga terjadi kerusuhan.

Seperti diketahui, napi di Rutan Kabanjahe membuat kerusuhan dengan membakar dan merusak fasilitas di dalam rutan. Kerusuhan terjadi karena para napi tidak terima ketika petugas melakukan razia dalam mengantisipasi peredaran narkoba.

Petugas rutan gencar melakukan razia karena beberapa hari sebelumnya, petugas rutan menemukan sabu-sabu seberat 30 gram milik dari empat orang napi di sana. Kasus ini kemudian diserahkan ke Polres Tanah Karo untuk ditindaklanjuti. 

Dalam pemgembangan, petugas menangkap dua oknum aparatur sipil negara (ASN) yakni, Tio Sukmahadi dan Muhammad Angga Primana. Keduanya diduga sebagai pemasok narkoba ke dalam rutan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 6 orang tersangka.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, seluruh tersangka kasus narkoba ini dititipkan untuk ditahan di rutan. Para napi kemudian memprovokasi rekan - rekan napi lain. Provokasi ini dilakukan karena petugas semakin gencar melakukan razia. Ricuh Rutan Kabanjahe, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Tak Ada Korban Jiwa

Aparat kepolisian juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II di Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, tidak ada tahanan yang melarikan diri pascakerusuhan di rutan tersebut. Kerusuhan itu merusak sebagian fasilitas gedung yang ada di rutan tersebut.

"Begitu terjadi kerusuhan, personel Polri dan TNI langsung turun ke lokasi kejadian. Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap ratusan napi saat terjadi kebakaran di tengah kerusuhan itu," kata Tatan.

"Jumlah napi yang ada di dalam rutan ada sebanyak 410 orang. Perinciannya meliputi 380 napi pria dan 30 orang wanita. Jumlah itu tidak berkurang saat dihitung ulang. Situasi sudah terkendali" sebutnya.(Berbagaisumber/ Aslee)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.