. Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE Menikah 20 Oktober 2020 | BeritaSimalungun
Home » , , , » Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE Menikah 20 Oktober 2020

Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE Menikah 20 Oktober 2020

Written By Beritasimalungun on Monday, 12 October 2020 | 11:28

Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE Menikah 20 Oktober 2020.

Pematangraya, BS
-Jeka Asparido Saragih Sumbayak, Pemegang Sabuk Juara Lightweight Championship One Pride MMA 70 Kg akan mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting tambatan hatinya Desita Ulina Br Siahaan SE. Rencana pemberkatan perkawinan mereka dilaksanakan di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Bahpasunsang, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun , Selasa 20 Oktober 2020. Juga pesta adat Simalungun juga dilaksanakan pada hari dan lokasi yang sama.

Jeka Asparido Saragih Sumbayak merupakan anak kedua dari pasangan Jeplin Saragih Sumbayak (Op Gede)/ Ten Naria Br Damanik (Tua Gede), Bahpasunsang, Desa Siporhas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Sementara calon mempelai wanita putri dari pasangan Jonson Siahaan (Alm)/ Mariani Br Saragih dari Desa Sinasih, Kabupaten Simalungun.  

Turut mengundang pada rencana pernikahan Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE adalah Jeprianto Saragih Sumbayak/ Melianti Sinaga AM Keb (Pa Gabe) yang merupakan abang sulung Jeka Asparido Saragih. 

Direncanakan Calon Bupati Simalungun St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP bersama Tim Relawan WD-BISA akan menghadiri resepsi pernikahan  Jeka Asparido Saragih dengan Desita Ulina Br Siahaan SE.

Sosok Asparido Saragih

Jeka Asparido Saragih merupakan atlet berprestasi yang mengharumkan nama Simalungun pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dikancang olahraga bela diri One Pride Mixed Martial Arts (MMA).

Partai terakhir sebelum Pandemi Covid-19, partai super seru saat Jeka Asparido Saragih mempertaruhkan sabuk juara kelas ringan melawan Angga dalam One Pride Mixed Martial Arts Fight Night 36, Sabtu 15 Februari 2020 lalu. Dalam duel empat ronde ini, akhirnya Jeka Asparido Saragih mengakui keunggulan Angga dan berhasil menghentikan hegemoni Jeka Saragih.

Orang Simalungun khususnya, kini terkenal di dunia bela diri sekelas One Pride Mixed Martial Arts (MMA) yang kerap disiarkan TvOne. Adalah Jeka Asparido Saragih yang disetiap usai pertandingan selalu ada tampak dikenakan Gotong (Tutup Kepala) Khas Adat Simalungun dan seorang Perempuan Mengenakan Pakaian Adat Simalungun “Bulang” lengkap dengan Hiou (Ulos) Suri-Surinya. 
Jeka Asparido Saragih Jumpa Tambatan Hati Desita Ulina Br Siahaan SE Menikah 20 Oktober 2020.

Pada Lightweight Championship One Pride MMA 8 Oktober 2017 lalu, Jeka Asparido Saragih berhasil mengalahkan penantangya Kevin Sulistyo dan mempertahankan Gelar Juara One Pride MMA kelas 70 Kg. Kevin Sulistyo harus mengakui ketangguhan Jeka Asparido Saragih hingga menyerah pada ronde ke tiga. 

Jeka Asparido Saragih merupakan atlit binaan Batam Fighter Club (BFC) asal Dusun Bahpasussang, Nagori Siporkas, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, juga berhasil meraih Juara One Pride MMA kelas 70 Kg setelah mengalahkan Ngapdi Mulidy, yang merupakan juara bertahan asal Semarang, Sabtu 15 April 2017 lalu yang di tayangkan langsung oleh salah satu siaran televisi swasta (TvOne). 

Jeka Asparido Saragih berhasil mengalahkan Ngapdi Mulidy yang besik bela diri Gulat itu dengan TKO pada ronde pertama. Oleh karena kemenangan tersebut, Jeka Asparido Saragih pun menggantikan posisi Ngapdi Muliady sebagai juara bertahan dan mendapatkan sabuk kejuaraan One Pride MMA kelas 70 Kg. 

Ketua Umun Komite Olahraga Beladiri Indonesia, Ardiansyah Bakrie pun menyematkan sabuk tersebut kepada Jeka Asparido Saragih. Jeka Asparido Saragih dalam kesempatan tersebut mengungkapkan sungguh mustahil baginya dapat mengalahkan juara bertahan dalam kesempatan tersebut. Selesai memenangi pertandingan tersebut, ia pun langsung memakaikan Gotong Simalungun sebagai pakaian adat suku aslinya. 

Di awal memasuki arena pertandingan, musik tradisional Simalungun, yakni Gual Rambing Rambing. Pada kesempatan tersebut, setelah memenangi pertandingan, ia pun mengatakan bahwa kemenangan tersebut merupakan kado terbaik yang ia berikan kepada ibu nya. “Hanya ini yang bisa ku berikan di hari ulang tahun ibu,” ungkap Jeka Asparido Saragih saat itu. 

Terpisah, di kampung halaman nya, ratusan warga telah memadati lokasi nonton bareng yang telah di gagasi warga sekitar. Sorak sorai dan dukungan pun seketika terpecah setelah Jeka Asparido Saragih memenangkan pertandingan saat itu. Hal itu diungkapkan oleh Pangulu Nagori Siporkas, Jonaman Purba. Atas kemenangan tersebut, ia pun mengaku bangga. 

“Sebagai pimpinan daerah kelahiran Jeka Asparido Saragih, kita bangga. Kedepan kita berharap Jeka Asparido Saragih dapat meningkatkan prestasinya sehingga dapat membawa nama Simalungun lebih harum lagi,” katanya. 

Memperkenalkan identitas Seni Budaya Simalungun, dilakukan Official Jeka Asparindo Saragih disetiap pertandingan. Hal itu juga yang tampak Jeka Asparindo Saragih meraih juara bertahan Lightweight Championship One Pride MMA 70 Kg pada 8 Oktober 2017 lalu dan meraih Juara One Pride MMA kelas 70 Kg setelah mengalahkan Ngapdi Mulidy, yang merupakan juara bertahan asal Semarang, Sabtu 15 April 2017 lalu. 

Dimasa Pandemi Covid-19, Jeka Asparido Saragih lebih banyak menghabiskan waktunya di kampong halaman dengan berlatih dengan mempergunakan material alam. Bahkan selama pandemi Covid-19 ini, Jeka Asparido Saragih bersama Officiel aktif mengisi konten Channel YouTube Jeka Saragih. Pada Selasa 20 Oktober 2020, Jeka Asparido Saragih mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting tambatan hatinya Desita Ulina Br Siahaan SE. Selamat Menempuh Rumah Tangga Baru. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.