. Warga Nagori Dolok Malela Protes Keberadaan Peternakan Sapi Milik M Nasir, Saudara Cabub Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , , , , , » Warga Nagori Dolok Malela Protes Keberadaan Peternakan Sapi Milik M Nasir, Saudara Cabub Simalungun

Warga Nagori Dolok Malela Protes Keberadaan Peternakan Sapi Milik M Nasir, Saudara Cabub Simalungun

Written By Beritasimalungun on Saturday, 3 October 2020 | 10:02

LSM Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Gandeng Kuasa Hukum
Dari pantauan, dilokasi peternakan sapi itu, terpampang baliho pasangan calon Bupati Simalungun Nomor Urut 2 Paslon  Muhajidin Nu Hasim-Tumpak Siregar. Sejumlah baliho calon nomor urut 2 itu terpampang berjajar di lokasi peternakan.(Istimewa)


Pematangraya, BS-Organisasi masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (GMPL) yang mendampingi masyarakat di Huta 2 Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara melaporkan pengusaha M Nasir asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau karena perusahaan peternakan sapi milik M Nasir yang menimbulkan pencemaran lingkungan di Nagori Dolok Malela.

Ketua GMPL Erni Sembiring telah mendapatkan kuasa dari 89 warga Huta 2 Nagori Dolok Malela dan telah melakukan bantuan pembelaan hukum dari  hukum dari Advocates & Legal Consultans Jakarta yakni Sehat Damanik SH MH, Cris Santo Sinaga SH, Donny Moris Munthe SH dan Richie Gokma H Napitupulu SH.

Menurut Erni Sembiring, kronologi pengaduan warga ini bermula pada bulan Januari 2020, pengusaha bernama M Nasir warga Kota Pekanbaru, Riau dengan pekerja berjumlah 20 orang membangun usaha penggemukan sapi sejumlah 200 ekor do Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.

Saat itu juga, warga Huta 2 Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun merasa resah dan terganggu oleh limbah pakan sapi berupa solid kelapa sawit, ampas tahu, ampas ubi yang ditumpuk di sekitar permukiman warga setempat. Pakan ternak sapi itu menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Sehingga lalat bertambah banyak menghinggapi pakan sapi yang ditumpuk itu sehingga menimbulkan keresahan warga. Bahkan dampak dari aroma bau busuk dari tumpukan pakan itu ada warga mengalami sakit pernafasan dan muntah-muntah. 

Kata Erni Sembiring, pada Agustus 2020, sebanyak 89 warga melaporkan kondisi itu kepada kepala dusun dan kepala desa setempat, namun tidak ada solusi penanganan. Bahkan kata kepala desa bahwa persoalan limbah pakan ternak sapi itu telah ditangani DPRD Kabupaten Simalungun dan Pemkab Simalungun. 

“Karena beberapa langkah yang sudah dilakukan warga dan tidak mendapatkan solusi yang  maksimal, maka warga Huta 2 Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun sepakat untuk mengambil langkah hukum agar masalah bisa diselesaikan. Dan Advocates & Legal Consultans Jakarta yakni Sehat Damanik SH MH, Cris Santo Sinaga SH, Donny Moris Munthe SH dan Richie Gokma H Napitupulu SH sudah mendapat kuasa untuk menangani persoalan lingkungan ini,” kata Erni Sembiring.

Somasi

Terpisah, Sehat Damanik dari Advocates & Legal Consultans kepada Penulis, Sabtu (3/10/2020) mengatakan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2020 lalu pihaknya telah melakukan Somasi terhadap M Nasir atau siapa saja pemilik peternakan sapi di  Huta 2 Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. Bahkan mereka juga akan melaporkan kasus lingkungan ini ke Polres Simalungun.
Somasi. Foto Kolase

Menurut Sehat Damanik, bahwa patut diduga usaha penggemukan atau peternakan sapi milik M Nasir tersebut belum memiliki ijin. Terbukti hingga saat ini warga di  Huta 2 Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun sebagai klien mereka belum pernah dimintai ijin atau persetujuan apapun.

“Dengan demikian patut diduga peternakan atau penggemukan sapi itu telah melanggar ketentuan Pasal 29 ayat (3) dan (4) Undang Undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” kata Sehat Damanik. 

Bunyi ayat (3) Perusahaan peternakan yang melakukan budidaya  ternak dengan jenis dan jumlah ternak diatas skala usaha tertentu wajib memiliki ijin usaha peternakan dari pemerintah daerah kabupaten/ kota. 

Bunyi ayat (4) Peternak, pengusaha peternakan dan pihak tertentu yang mengusahakan ternak dengan usaha skala tertentu wajib mengikuti tata cara budidaya ternak yang baik dengan tidak mengganggu ketertiban umum sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Menteri. 

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku peternakan tanpa izin dan pencemaran lingkungan (udara) merupakan pelanggaran hukum serius, baik secara pidana maupun perdata. Secara pidana tindakan tersebut melanggar Pasal 98 ayat (1), (2), dan (3) dan atau Pasal 99 ayat (1), (2) dan (3) UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar. Selain itu bisa juga dikenakan sanksi berdasarkan Pasal 29 ayat (3) dan (4) Undang Undang No.18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan sanksi administrative berupa pencabutan ijin,” jelas Sehat Damanik.   

Lebih lanjt Sehat Damanik mengatakan, terkait dengan polusi dan bau tidak sedap yang ditimbulkan peternakan itu, pihaknya selaku Kuasa Hukum warga  Huta 2 Nagori Dolok Malela telah melakukan somasi yang meminta agar pengusaha peternakan segera menutup dan memindahkan lokasi peternakan sapi tersebut dan menghilangkan segala baut tak sedap dilingkungan permukiman warga.

“Sejak surat somasi kami layangkan tanggal 25 Agustus 2020 lalu, pemilik peternakan sapi belum memberikan tanggapan. Kami juga telah melayangkan somasi kedua tanggal 2 September 2020. Kalau somasi kedua ini juga belum ditanggapi, kami bersama warga akan melakukan langkah hukum  baik pidana maupun perdata. Demikian tidak tertutup kemungkinan klien kami akan melakukan unjuk rasa di lokasi peternakan dalam waktu dekat,” kata Sehat Damanik.

“Kami berharap kiranya pemerintah dan aparat hukum terkait berkenaan menegakkan hukum demi keadilan bagi masyarakat yang menjadi korban. Kami juga menghimbau agar pemilik peternakan memiliki hati nurani dan memberikan belas kasihan kepada warga yang sudah menderita akibat pencemaran peternakan itu,” katanya.

Dari pantauan, dilokasi peternakan sapi itu, terpampang baliho pasangan calon Bupati Simalungun Nomor Urut 2 Paslon  Muhajidin Nu Hasim-Tumpak Siregar. Sejumlah baliho calon nomor urut 2 itu terpampang berjajar di lokasi peternakan. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Pantau Simalungun

Pantau Simalungun
KLIK Benner Untuk Beritanya

Febri Saragih dan Keluarga

Febri Saragih dan Keluarga
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.