. Ketua Tim Pemenangan RHS-ZW, Chrismes Haloho Mulai Meragukan Netralitas ASN Pemkab Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , » Ketua Tim Pemenangan RHS-ZW, Chrismes Haloho Mulai Meragukan Netralitas ASN Pemkab Simalungun

Ketua Tim Pemenangan RHS-ZW, Chrismes Haloho Mulai Meragukan Netralitas ASN Pemkab Simalungun

Written By Beritasimalungun on Monday, 2 November 2020 | 17:03


Pematangraya, BS
- Keberadaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Simalungun yang akan digelar pada 9 Desember 2020, menjadi pusat perhatian Tim Paslon RHS-ZW.

Ketua Tim Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga-Zonny Waldi (RHS-ZW), Chrismes Haloho mengungkapkan kepada wartawan bahwa keberadaan para ASN, khususnya di Kabupaten Simalungun sangat diragukan netralitasnya.

"Kita patut  mengingatkan para ASN untuk tetap berada di posisi netral di Pilkada Kabupaten Simalungun. Netralitas yang kita maksud, para ASN jangan berpihak terhadap salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati ," kata Chrismes Haloho.

Selanjutnya, Haloho menyampaikan, Paslon Bupati dan Wakil Bupati jangan sampai menyeret nyeret ASN masuk ke ramah politik.

"Biarkanlah para ASN kita di Kabupaten Simalungun ini bekerja dan melayani  masyarakat dan jangan dibebani oleh kepentingan politik kelompok tertentu.

Keberpihakan terhadap salah satu calon Bupati dan calon Wakil Bupati, kata Chrismes Haloho, jika itu terjadi, Bawaslu wajib menindak pelanggaran bsik itu di Tingkat Kabupaten, maupun kecamatan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

"Kami harap Bawaslu melaksanakan fungsi pengawasannya didalam gelar Pilkada Kabupaten Simalungun, karena kami juga, dari Tim Pemenangan RHS-ZW bersama elemen masyarakat melakukan pengawasan melekat atau pemantauan, terkait netralitas ASN di Pilkada Kabupaten Simalungun," kata Chrismes Haloho.

Diungkapkan Chrismes Haloho, pemantauan atau pengawasan tersebut dilakukan melalui partai pengusung dan Partai pendukung yakni Partai Golkar, Partai Berkarya, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Perindo dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tim Pemenangan serta Relawan RHS-ZW dan Organisasi Masyarakat seperti Pemuda Pancasila (PP).

Menurutnya, pada bulan November 2020, Tim Pemenangan RHS-ZW merasakan adanya upaya-upaya pihak tertentu untuk mempengaruhi para calon pemilih dengan informasi yang kurang terpuji, yakni dengan mengklaim program pemerintah untuk kepentingan rakyat seperti Program PKH dan bantuan UMKM, malah diklaim sebagai bagian dari perjuangan salah satu calon Bupati.

“Kita ingatkan, agar para calon tidak menggunakan fasilitas yang sebenarnya diberikan Pemerintah Pusat, malah diklaim sebagai hasil perjuangan dan bantuan salah seorang calon. Kita harus menyampaikan informasi yang cerdas, agar rakyat memahami hal yang sebenarnya. Bukannya memanipulasi bantuan pemerintah dinyatakan menjadi bantuan pribadi seorang calon,” kata Haloho menutup perbincangan.(Didik S)
Share this article :

Post a comment